MTI Desak Audit Keselamatan Perkeretaapian Nasional Usai Kecelakaan Argo Bromo di Bekasi Timur

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 28 April 2026 | 12:16 WIB
MTI Desak Audit Keselamatan Perkeretaapian Nasional Usai Kecelakaan Argo Bromo di Bekasi Timur
Kondisi gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/app/agr]
baca 10 detik
  • Masyarakat Transportasi Indonesia mendesak pemerintah mengaudit sistem keselamatan perkeretaapian nasional pasca kecelakaan beruntun di Stasiun Bekasi Timur, Senin 27 April 2026.
  • Insiden tersebut dipicu taksi mogok yang tertemper KRL, menyebabkan tabrakan beruntun melibatkan KA Argo Bromo Anggrek di jalur padat.
  • MTI merekomendasikan pembaruan teknologi keselamatan, evaluasi infrastruktur jalur ganda, serta penguatan tata kelola operasional untuk mencegah risiko serupa kembali terjadi.

Suara.com - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mendesak pemerintah segera melakukan audit menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian nasional, usai kecelakaan beruntun yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek, KRL, dan sebuah taksi listrik di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Ketua Forum Perkeretaapian MTI, Deddy Herlambang, menilai insiden tersebut menunjukkan adanya kerentanan sistemik dalam penyelenggaraan transportasi rel nasional, mulai dari keselamatan perlintasan sebidang hingga mitigasi tabrakan antarkereta.

“Dalam kerangka Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, keselamatan merupakan prinsip utama penyelenggaraan, namun implementasi teknis di lapangan masih belum sepenuhnya memenuhi standar fail-safe system,” kata Deddy dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/4/2026).

Menurut dia, kecelakaan bermula dari taksi listrik yang mogok di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera dan tertemper KRL Jakarta-Cikarang, lalu memicu rangkaian gangguan perjalanan hingga KA Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang KRL lain yang tertahan di Stasiun Bekasi Timur.

MTI menilai tragedi tersebut bukan sekadar insiden tunggal, melainkan alarm serius terhadap sistem pengendalian perjalanan kereta, kapasitas lintas padat, dan efektivitas mitigasi risiko tabrakan dari belakang atau rear-end collision.

“KKA pada 27 April 2026 di Stasiun Bekasi Timur menunjukkan adanya kerentanan sistemik dalam penyelenggaraan perkeretaapian nasional,” ujarnya.

Kronologi Lengkap Tabrakan Kereta di Bekasi (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/app/agr)
Kronologi Lengkap Tabrakan Kereta di Bekasi (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/app/agr)

Deddy juga menyoroti pentingnya audit terhadap sistem persinyalan, Pengendali Perjalanan Kereta Api Terpusat (PPKT), hingga implementasi Sistem Keselamatan Kereta Api Otomatis (SKKO/ATP), sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 52 Tahun 2014.

Menurut MTI, jalur padat seperti Bekasi-Cikarang yang menjadi lintasan campuran antara KRL dan kereta jarak jauh membutuhkan evaluasi lebih serius, termasuk percepatan pembangunan double-double track guna memisahkan perjalanan kereta perkotaan dan antarkota.

Selain aspek infrastruktur, MTI juga menyoroti faktor manusia seperti potensi kelelahan masinis, miskomunikasi, serta perlunya budaya operasional yang menempatkan keselamatan di atas ketepatan jadwal.

baca juga

“Safety over punctuality,” tulis Deddy dalam rekomendasinya.

MTI meminta audit keselamatan tidak berhenti pada investigasi penyebab langsung kecelakaan, tetapi juga mencakup reformasi teknologi keselamatan berbasis ATP, ETCS, atau CBTC, integrasi regulator dan operator, serta penerapan Railway Safety Management System (RSMS) secara nasional.

“Keselamatan perkeretaapian nasional harus dibangun melalui upgrade sarana, prasarana, teknologi, dan tata kelola secara terintegrasi,” pungkas Deddy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiga Korban Selamat Sudah Dievakuasi, Basarnas Lanjut Sisir Seluruh Gerbong Kereta

Tiga Korban Selamat Sudah Dievakuasi, Basarnas Lanjut Sisir Seluruh Gerbong Kereta

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 09:44 WIB

Terus Bertambah, Korban Tewas Tabrakan KA Bromo Anggrek dengan KRL Jadi 14 Orang

Terus Bertambah, Korban Tewas Tabrakan KA Bromo Anggrek dengan KRL Jadi 14 Orang

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 09:38 WIB

Detik-detik Evakuasi Tiga Korban Selamat Terjepit Gerbong KA di Bekasi Timur

Detik-detik Evakuasi Tiga Korban Selamat Terjepit Gerbong KA di Bekasi Timur

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 09:05 WIB

Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, Prabowo Intruksikan Ini

Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, Prabowo Intruksikan Ini

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 08:36 WIB

Imbas Tabrakan Kereta Api, Operasional KRL Blue Line Hanya Sampai Stasiun Bekasi

Imbas Tabrakan Kereta Api, Operasional KRL Blue Line Hanya Sampai Stasiun Bekasi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 08:29 WIB

Bos Danantara Buka Suara Soal Kecelakaan Kereta di Bekasi

Bos Danantara Buka Suara Soal Kecelakaan Kereta di Bekasi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 08:23 WIB

Terkini

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:23 WIB

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026

Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Jadi Man of the Match Persija vs Persik, Denis Kolinger Tak Mau Tinggi Hati

Jadi Man of the Match Persija vs Persik, Denis Kolinger Tak Mau Tinggi Hati

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:58 WIB

×