Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.685.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 5.886,032
LQ45 586,842
Srikehati 288,489
JII 347,233
USD/IDR 17.977

PGN Catatkan Laba Bersih 90,4 juta Dolar AS pada Kuartal I 2026: Tumbuh 46 Persen!

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 28 April 2026 | 12:23 WIB
PGN Catatkan Laba Bersih 90,4 juta Dolar AS pada Kuartal I 2026: Tumbuh 46 Persen!
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) [Ist]
  • PT PGN mencatatkan laba bersih 90,4 juta dolar AS pada Kuartal I 2026, meningkat 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Kenaikan laba didorong oleh peningkatan laba kotor 12 persen serta efisiensi beban pokok dan beban keuangan perusahaan.
  • PGN menjaga stabilitas operasional dengan menyalurkan gas kepada 825 ribu pelanggan melalui penguatan infrastruktur dan model bisnis domestik.

Suara.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) membukukan laba bersih sebesar 90,4 juta dolar AS pada Kuartal I 2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sekitar 46 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY).

Peningkatan laba subholding gas Pertamina ini didorong oleh kenaikan laba kotor sebesar 12 persen YoY serta penurunan beban pokok sekitar 7 persen atau setara 54 juta dolar AS.

Selain itu, perbaikan beban keuangan dan selisih kurs turut memberikan kontribusi positif terhadap hasil akhir.

Direktur Keuangan PGN, Catur Dermawan, menjelaskan bahwa stabilitas kinerja perusahaan didukung oleh model bisnis yang berfokus pada pasar domestik.

“Fokus utama PGN adalah memastikan layanan energi kepada pelanggan tetap andal melalui pengelolaan infrastruktur dan penyaluran gas yang terintegrasi," ujar Catur dalam keterangan yang dikutip pada Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, pendekatan ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas operasional di tengah dinamika pasokan dan kebutuhan energi domestik.

Kinerja PGN ditopang oleh volume distribusi gas bumi yang solid. Foto ist.
Ilustrasi PGN. [Ist]

Sepanjang Januari-Maret 2026, PGN membukukan pendapatan sebesar 929,6 juta dolar AS dengan EBITDA mencapai 240,6 juta dolar AS.

Pendapatan utama masih bersumber dari bisnis niaga dan infrastruktur gas bumi, meskipun pada periode ini perusahaan tidak melakukan penjualan LNG di segmen trading internasional.

Dari sisi operasional, volume penyaluran gas bumi tercatat sebesar 777 BBTUD dan volume transmisi gas mencapai 1.539 MMSCFD.

Saat ini, infrastruktur PGN melayani lebih dari 825 ribu pelanggan, yang terdiri dari 822.561 sambungan rumah tangga, 2.842 pelanggan kecil, serta 3.310 pelanggan industri dan komersial.

Guna menjaga kesinambungan pasokan di wilayah tertentu, PGN memanfaatkan LNG melalui fasilitas regasifikasi.

Volume regasifikasi tercatat sebesar 115 BBTUD melalui FSRU Lampung, 148 BBTUD di fasilitas LNG Arun, dan 292 BBTUD melalui FSRU Jawa Barat.

Di tengah fluktuasi nilai tukar, PGN berhasil menurunkan beban keuangan menjadi 13,7 juta dolar AS.

Indikator kesehatan keuangan perusahaan tercatat stabil, dengan rasio EBITDA terhadap beban bunga sebesar 20,75x dan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) di level 29 persen.

Arus kas operasional perusahaan pada kuartal ini tercatat positif sebesar 86,9 juta dolar AS.

Ke depan, PGN berencana memperkuat infrastruktur melalui pengembangan jaringan pipa serta layanan di luar pipa (beyond pipeline) seperti LNG dan CNG untuk mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mitratel Bukukan Kinerja Solid, Laba Bersih Tembus Rp2,1 Triliun

Mitratel Bukukan Kinerja Solid, Laba Bersih Tembus Rp2,1 Triliun

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 11:09 WIB

Sempat Alami Kerugian, KB Bank Indonesia hanya Raup Laba Rp66,59 Miliar

Sempat Alami Kerugian, KB Bank Indonesia hanya Raup Laba Rp66,59 Miliar

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 08:41 WIB

Anak Usaha Garuda Indonesia GMFI Cetak Laba Rp 570 M, Ekuitas Berbalik Positif

Anak Usaha Garuda Indonesia GMFI Cetak Laba Rp 570 M, Ekuitas Berbalik Positif

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 08:01 WIB

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:46 WIB

Waskita Karya Catat Laba Kotor Rp1,58 Triliun, Genjot Percepat Penyehatan Keuangan

Waskita Karya Catat Laba Kotor Rp1,58 Triliun, Genjot Percepat Penyehatan Keuangan

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:16 WIB

Laba Medco Ambles 72 Persen, Beban Utang Membengkak di Tengah Merosotnya Harga Komoditas

Laba Medco Ambles 72 Persen, Beban Utang Membengkak di Tengah Merosotnya Harga Komoditas

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 12:45 WIB

Terkini

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:48 WIB

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:34 WIB

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:26 WIB

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:17 WIB

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:05 WIB

RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS

RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:59 WIB

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:54 WIB

Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing

Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:50 WIB

Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN

Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:40 WIB

Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:39 WIB