Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.765.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.137

Rizal Ramli Minta Anggaran Naik Dua Kali Lipat, Ini Alasannya

Siswanto | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 13 Oktober 2015 | 20:14 WIB
Rizal Ramli Minta Anggaran Naik Dua Kali Lipat, Ini Alasannya
Menteri Koordinator bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (12/10). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli meminta Badan Anggaran DPR setuju menaikkan anggaran Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dari Rp250 miliar menjadi Rp500 miliar pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016.

"Jadi kan ada sejumlah perubahan. Dulu kementerian maritim hanya fokus ke maritim dan perikanan, sekarang tambah sumber daya. Jadi kami koordinasinya dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Perhubungan, Kementerian ESDM dan Pariwisata. Nah anggaran ini nantinya untuk memperkuat lembaga dan kementerian yang ada di bawah koordinasi Maritim. Dan masih banyak yang diperbaiki termasuk infrastruktur,” kata Rizal saat rapat dengan Badan Anggaran di gedung DPR, Selasa (13/10/2015).

Ia menyontohkan sektor maritim dan perikanan ada masalah tentang batas kontinental antara laut Indonesia dengan negara lain, seperti di Timor Leste. Ia menargetkan penyelesaian batas dalam enam bulan.

“Ini kan batas lautnya masih kurang jelas. Jadi kita perjelas, terutama di Timor Leste. Hal ini dilakukan agar nantinya tidak bermasalah. Karena di perbatasan ini menyimpan kekayaan yang banyak dan dapat memberikan nilai tambah terhadap perekonomian Indonesia. Lalu soal kebijakan moratorium dan penenggelaman kapal, jadi kita fokuskan ini. agar kebijakan ini bisa terus jalan,” katanya.

Kedua, perbaikan akan di lakukan di Kementerian Perhubungan. Menurutnya, dalam RAPBN 2015 akan ada pergeseran anggaran yang akan dialihkan ke wilayah timur Indonesia. Hal ini dilakukan agar tidak ada ketimpangan antara wilayah timur dan Jawa.

“Jadi nanti anggaran yang di Jawa akan mengandalkan swasta, atau bisa juga bisa ada kombinasi dengan pemerintah. Biar enggak ada gab di sini. Kan selama ini yang dikeluhkan pemerintah terlalu melakukan pembangunan di Jawa saja,” katanya.

Selain itu, kementerian akan melobi penerbangan internasional untuk menaikkan klasifikasi keamanan penerbangan di Indonesia, ke tingkat satu. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan jumlah wisatawan asing yang datang.

“Sekarang, kan penerbangan kita masih tingkat dua, ini sejajar dengan Afrika. Makanya kita akan lobi ke Kanada agar bisa naik ke tingkat satu. Nah ini biar membuktikan kalau penerbangan di Indonesia aman. Semoga ini dalam setengah tahun ke depan sudah selesai. Makanya untuk menaikkan tingkatan itu, kita perlu memperbaiki radar, airport-nya,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anggota DPR Ngotot Minta Rizal Ramli Masukkan Toraja ke APBN 2016

Anggota DPR Ngotot Minta Rizal Ramli Masukkan Toraja ke APBN 2016

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2015 | 18:43 WIB

2016, Anggaran Infrastruktur dan Perhubungan Turun

2016, Anggaran Infrastruktur dan Perhubungan Turun

Bisnis | Selasa, 29 September 2015 | 15:24 WIB

Tambal APBN Lewat Utang, Menkeu: RI Tak akan Seperti Yunani

Tambal APBN Lewat Utang, Menkeu: RI Tak akan Seperti Yunani

Bisnis | Senin, 21 September 2015 | 17:16 WIB

Bahas RAPBN 2016, Banggar DPR Rapat Bersama Pemerintah

Bahas RAPBN 2016, Banggar DPR Rapat Bersama Pemerintah

Bisnis | Selasa, 08 September 2015 | 13:52 WIB

Menteri Tak Hadiri Rapat, Ketua Banggar: Tidak Usah Presentasi

Menteri Tak Hadiri Rapat, Ketua Banggar: Tidak Usah Presentasi

Bisnis | Selasa, 08 September 2015 | 13:41 WIB

Terkini

Dunia Usaha RI Mulai Loyo, Tanda-tandanya Sudah Muncul

Dunia Usaha RI Mulai Loyo, Tanda-tandanya Sudah Muncul

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 13:05 WIB

Karbon Kehutanan RI Resmi Dijual, Begini Mekanismenya

Karbon Kehutanan RI Resmi Dijual, Begini Mekanismenya

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 12:58 WIB

Inflasi Medis RI Tembus 17,8 Persen

Inflasi Medis RI Tembus 17,8 Persen

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 12:49 WIB

Indonesia Beli Migas dari Rusia, Lalu Bagaimana dengan Amerika? Ini Jawaban Bahlil

Indonesia Beli Migas dari Rusia, Lalu Bagaimana dengan Amerika? Ini Jawaban Bahlil

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 11:38 WIB

Cabai Melonjak Tajam, Telur Ikut Naik, Harga Minyak Goreng Justru Turun

Cabai Melonjak Tajam, Telur Ikut Naik, Harga Minyak Goreng Justru Turun

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 10:58 WIB

Dongkrak Produktivitas Petani Pantura, Petrokimia Gresik Pacu Pendapatan Hingga 15%

Dongkrak Produktivitas Petani Pantura, Petrokimia Gresik Pacu Pendapatan Hingga 15%

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 10:47 WIB

Trump Isyaratkan Damai dengan Iran, Harga Minyak Kini di Bawah 100 Dolar AS

Trump Isyaratkan Damai dengan Iran, Harga Minyak Kini di Bawah 100 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 10:06 WIB

Investor Belanda Jajaki Pengembangan Energi Baru Terbarukan dan Ekonomi di Papua

Investor Belanda Jajaki Pengembangan Energi Baru Terbarukan dan Ekonomi di Papua

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:57 WIB

Tertekan Data AS dan Sentimen Domestik, Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.180

Tertekan Data AS dan Sentimen Domestik, Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.180

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:49 WIB

Harga Emas Antam Terus Terjungkal Hari Ini, Dibanderol Rp 2.868.000/Gram

Harga Emas Antam Terus Terjungkal Hari Ini, Dibanderol Rp 2.868.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:15 WIB