- Inflasi medis RI capai 17,8%, jauh melampaui inflasi umum sebesar 2,5%.
- Allianz luncurkan APM dengan premi stabil untuk mitigasi lonjakan biaya medis.
- Fitur Double Annual Limit tersedia untuk proteksi kanker, jantung, dan stroke.
Suara.com - Risiko finansial akibat pembengkakan biaya kesehatan kian menjadi ancaman nyata bagi perencanaan keuangan keluarga di Indonesia.
Di tengah lonjakan inflasi medis yang jauh melampaui inflasi umum, PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) dan PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah) resmi meluncurkan Allianz Preferred Medical dan AlliSya Preferred Medical (APM).
Berdasarkan laporan Health Trends 2026 dari Mercer Marsh Benefits (MMB), biaya medis di Indonesia diprediksi melonjak hingga 17,8% pada tahun ini. Angka ini terpaut sangat jauh dari perkiraan inflasi umum yang hanya berada di level 2,5%. Tren kenaikan ini sejatinya telah terakselerasi sejak 2024, di mana inflasi medis tercatat sebesar 15,9% dan mendaki ke 17,9% pada 2025.
Alexander Grenz, Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia, mengungkapkan bahwa APM dirancang untuk memberikan kepastian proteksi di tengah ketidakpastian ekonomi. "Tujuan kami adalah membantu nasabah mempertahankan perlindungan kesehatan secara berkelanjutan dengan peningkatan premi yang lebih stabil dan terukur," ujarnya dalam keterangan resmi.
Untuk menjawab tantangan biaya, Allianz memperkenalkan fitur risiko sendiri (deductible) pada Plan Extra dan Plan Premier. Fitur ini berfungsi menekan potensi over-treatment dan over-utilisation, yang pada akhirnya membantu menjaga stabilitas kenaikan premi atau kontribusi di masa depan agar tetap terjangkau bagi nasabah.
Produk APM menawarkan tiga pilihan plan: Standar, Extra, dan Premier, dengan wilayah pertanggungan hingga cakupan Asia dan Australia. Nasabah juga mendapatkan akses ke Preferred Hospital Network untuk menjamin kualitas layanan kesehatan.
Data internal Allianz menunjukkan lonjakan biaya perawatan penyakit berat yang sangat drastis dalam lima tahun terakhir. Menyikapi hal tersebut, APM menyertakan manfaat Double Annual Limit (Batas Manfaat Tahunan Tambahan) khusus untuk kanker invasif, stroke, dan serangan jantung. Selain itu, terdapat manfaat rawat jalan untuk penyakit umum seperti demam berdarah dan tipes.
Elmie A. Najas, Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia, menambahkan bahwa produk ini sejalan dengan prinsip Maqasid Syariah. "Kami ingin memberikan rasa tenang dengan menjaga jiwa dan kesehatan nasabah untuk masa depan yang lebih terencana," pungkasnya.
Tak hanya proteksi kuratif, nasabah APM juga mendapatkan akses ke ekosistem gaya hidup sehat, mulai dari wearable tech, katering sehat, hingga layanan telekonsultasi medis.