Dunia Usaha RI Mulai Loyo, Tanda-tandanya Sudah Muncul

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Jum'at, 17 April 2026 | 13:05 WIB
Dunia Usaha RI Mulai Loyo, Tanda-tandanya Sudah Muncul
Warga mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin (30/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Dunia usaha RI melambat di Q1-2026, SBT turun jadi 10,11% akibat daya beli lesu.
  • Pertumbuhan hanya tertolong momen Lebaran & Imlek, bukan fundamental yang kuat.
  • Kapasitas produksi naik tipis, ekonomi nasional dibayangi risiko ketidakpastian.

Suara.com - Sinyal kewaspadaan mulai menyelimuti perekonomian nasional di awal tahun 2026. Meski diklaim masih "kokoh", nyatanya aktivitas dunia usaha di Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan.

Berdasarkan Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dirilis Bank Indonesia, kinerja korporasi pada triwulan I-2026 resmi mengalami perlambatan.

Direktur Departemen Komunikasi, Anton Pitono mengungkapkan, optimisme pelaku usaha yang tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) hanya mampu bertengger di angka 10,11 persen. Angka ini merosot jika dibandingkan dengan capaian kuartal IV-2025 yang sempat menyentuh 10,61 persen.

Penurunan ini menjadi ironi, mengingat triwulan pertama tahun ini dipenuhi dengan momentum besar yang seharusnya bisa memacu ekonomi lebih kencang. Anton mengakui bahwa tren positif yang tersisa saat ini pun hanya karena terbantu oleh faktor kalender, bukan karena fundamental yang menguat tajam.

"Kinerja dipengaruhi oleh momentum perayaan Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, serta periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H. Selain itu, sektor pertanian terbantu masuknya musim panen," ujar Anton dalam keterangan resminya, Jumat (17/4/2026).

Artinya, tanpa adanya hari besar keagamaan dan faktor alam (panen), wajah asli ekonomi Indonesia di awal tahun ini diprediksi bakal jauh lebih suram.

Meski kapasitas produksi terpakai diklaim naik tipis menjadi 73,33 persen dari 73,15 persen pada kuartal sebelumnya, kenaikan tersebut tergolong sangat marjinal dan dianggap belum cukup kuat untuk memicu ekspansi besar-besaran.

Para analis menilai, ketergantungan dunia usaha pada faktor musiman seperti Lebaran dan Imlek menunjukkan lemahnya daya beli di luar hari besar. Jika tren perlambatan SBT ini terus berlanjut tanpa ada stimulus baru dari pemerintah, target stabilitas ekonomi nasional sepanjang 2026 bisa jadi hanya sekadar angan-angan di atas kertas.

Walaupun responden memprediksi SBT akan melonjak ke 14,80 persen pada triwulan II-2026 karena sektor konstruksi dan pertambangan, tantangan likuiditas dan ketidakpastian global tetap menghantui di balik narasi optimisme tersebut.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Jurus Ampuh BI Jaga Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh Meski Dunia Bergejolak

3 Jurus Ampuh BI Jaga Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh Meski Dunia Bergejolak

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 07:32 WIB

Kemnaker Dorong Dunia Usaha dan Industri Buka Peluang Kerja Bagi Lansia

Kemnaker Dorong Dunia Usaha dan Industri Buka Peluang Kerja Bagi Lansia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:48 WIB

Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia

Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:45 WIB

Terkini

Promo Pembelian Pulsa Lewat BRImo, Dapatkan Cashback Langsung

Promo Pembelian Pulsa Lewat BRImo, Dapatkan Cashback Langsung

Bri | Kamis, 03 September 2026 | 16:25 WIB

Baru Tangani 1 Kasus, Kajati NTB Sentil Kejari Mataram: Tak Ada Korupsi atau Tidur?

Baru Tangani 1 Kasus, Kajati NTB Sentil Kejari Mataram: Tak Ada Korupsi atau Tidur?

News | Kamis, 03 September 2026 | 16:24 WIB

Apa Saja Aplikasi Streaming Film Terbaik untuk Smart TV? ini 11 Opsinya

Apa Saja Aplikasi Streaming Film Terbaik untuk Smart TV? ini 11 Opsinya

Tekno | Kamis, 03 September 2026 | 16:24 WIB

Lansia Alami Osteoartritis Lutut? Ini 5 Olahraga yang Aman untuk Jaga Kebugaran

Lansia Alami Osteoartritis Lutut? Ini 5 Olahraga yang Aman untuk Jaga Kebugaran

Health | Kamis, 03 September 2026 | 16:21 WIB

Malaysia Akui Kalah Dagang dari Indonesia

Malaysia Akui Kalah Dagang dari Indonesia

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 16:17 WIB

Rapat Perdana di DPR! Sudaryono Langsung Paparkan Program BGN dan Bahas Anggaran 2027

Rapat Perdana di DPR! Sudaryono Langsung Paparkan Program BGN dan Bahas Anggaran 2027

News | Kamis, 03 September 2026 | 16:10 WIB

The Runner: Gal Gadot Ngebut Lari, Filmnya Gagal Bikin Penonton Ikut Tegang

The Runner: Gal Gadot Ngebut Lari, Filmnya Gagal Bikin Penonton Ikut Tegang

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 16:10 WIB

Deputi Menteri Kesehatan Ditangkap Polisi Terkait Kasus Korupsi Alkes Mewah

Deputi Menteri Kesehatan Ditangkap Polisi Terkait Kasus Korupsi Alkes Mewah

News | Kamis, 03 September 2026 | 16:06 WIB

Jogja Kota Padat, Kenapa Anak Mudanya Tetap Kesepian?

Jogja Kota Padat, Kenapa Anak Mudanya Tetap Kesepian?

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 16:05 WIB

Momen Tak Terduga Prabowo di EEF 2026, Tiba-tiba Bicara Bahasa Rusia di Hadapan Putin

Momen Tak Terduga Prabowo di EEF 2026, Tiba-tiba Bicara Bahasa Rusia di Hadapan Putin

News | Kamis, 03 September 2026 | 16:04 WIB

×