Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.765.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.137

Dunia Usaha RI Mulai Loyo, Tanda-tandanya Sudah Muncul

Mohammad Fadil Djailani | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 17 April 2026 | 13:05 WIB
Dunia Usaha RI Mulai Loyo, Tanda-tandanya Sudah Muncul
Warga mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin (30/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Dunia usaha RI melambat di Q1-2026, SBT turun jadi 10,11% akibat daya beli lesu.
  • Pertumbuhan hanya tertolong momen Lebaran & Imlek, bukan fundamental yang kuat.
  • Kapasitas produksi naik tipis, ekonomi nasional dibayangi risiko ketidakpastian.

Suara.com - Sinyal kewaspadaan mulai menyelimuti perekonomian nasional di awal tahun 2026. Meski diklaim masih "kokoh", nyatanya aktivitas dunia usaha di Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan.

Berdasarkan Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dirilis Bank Indonesia, kinerja korporasi pada triwulan I-2026 resmi mengalami perlambatan.

Direktur Departemen Komunikasi, Anton Pitono mengungkapkan, optimisme pelaku usaha yang tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) hanya mampu bertengger di angka 10,11 persen. Angka ini merosot jika dibandingkan dengan capaian kuartal IV-2025 yang sempat menyentuh 10,61 persen.

Penurunan ini menjadi ironi, mengingat triwulan pertama tahun ini dipenuhi dengan momentum besar yang seharusnya bisa memacu ekonomi lebih kencang. Anton mengakui bahwa tren positif yang tersisa saat ini pun hanya karena terbantu oleh faktor kalender, bukan karena fundamental yang menguat tajam.

"Kinerja dipengaruhi oleh momentum perayaan Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, serta periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H. Selain itu, sektor pertanian terbantu masuknya musim panen," ujar Anton dalam keterangan resminya, Jumat (17/4/2026).

Artinya, tanpa adanya hari besar keagamaan dan faktor alam (panen), wajah asli ekonomi Indonesia di awal tahun ini diprediksi bakal jauh lebih suram.

Meski kapasitas produksi terpakai diklaim naik tipis menjadi 73,33 persen dari 73,15 persen pada kuartal sebelumnya, kenaikan tersebut tergolong sangat marjinal dan dianggap belum cukup kuat untuk memicu ekspansi besar-besaran.

Para analis menilai, ketergantungan dunia usaha pada faktor musiman seperti Lebaran dan Imlek menunjukkan lemahnya daya beli di luar hari besar. Jika tren perlambatan SBT ini terus berlanjut tanpa ada stimulus baru dari pemerintah, target stabilitas ekonomi nasional sepanjang 2026 bisa jadi hanya sekadar angan-angan di atas kertas.

Walaupun responden memprediksi SBT akan melonjak ke 14,80 persen pada triwulan II-2026 karena sektor konstruksi dan pertambangan, tantangan likuiditas dan ketidakpastian global tetap menghantui di balik narasi optimisme tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Jurus Ampuh BI Jaga Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh Meski Dunia Bergejolak

3 Jurus Ampuh BI Jaga Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh Meski Dunia Bergejolak

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 07:32 WIB

Kemnaker Dorong Dunia Usaha dan Industri Buka Peluang Kerja Bagi Lansia

Kemnaker Dorong Dunia Usaha dan Industri Buka Peluang Kerja Bagi Lansia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:48 WIB

Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia

Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:45 WIB

Terkini

5 Langkah Praktis Top Up Token Listrik di Blibli

5 Langkah Praktis Top Up Token Listrik di Blibli

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:32 WIB

Impor Minyak Rusia Mulai Dieksekusi Bulan Ini

Impor Minyak Rusia Mulai Dieksekusi Bulan Ini

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:29 WIB

Mengapa Prabowo Membeli Minyak Rusia?

Mengapa Prabowo Membeli Minyak Rusia?

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:18 WIB

Kerja Sama Energi RIRusia Makin Kuat, Pasokan Minyak dan Investasi Kilang Segera Masuk

Kerja Sama Energi RIRusia Makin Kuat, Pasokan Minyak dan Investasi Kilang Segera Masuk

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:15 WIB

Harga Plastik Melonjak, Industri Mulai Beralih ke Kemasan Daur Ulang

Harga Plastik Melonjak, Industri Mulai Beralih ke Kemasan Daur Ulang

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:12 WIB

Nasabah Pinjol Ganti Nomer Kontak, Bakal Masuk Daftar Hitam SLIK

Nasabah Pinjol Ganti Nomer Kontak, Bakal Masuk Daftar Hitam SLIK

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 13:49 WIB

IHSG Tancap Gas Terus Menguat di Sesi I, Deretan Saham yang Cuan

IHSG Tancap Gas Terus Menguat di Sesi I, Deretan Saham yang Cuan

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 13:29 WIB

Karbon Kehutanan RI Resmi Dijual, Begini Mekanismenya

Karbon Kehutanan RI Resmi Dijual, Begini Mekanismenya

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 12:58 WIB

Inflasi Medis RI Tembus 17,8 Persen

Inflasi Medis RI Tembus 17,8 Persen

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 12:49 WIB

Indonesia Beli Migas dari Rusia, Lalu Bagaimana dengan Amerika? Ini Jawaban Bahlil

Indonesia Beli Migas dari Rusia, Lalu Bagaimana dengan Amerika? Ini Jawaban Bahlil

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 11:38 WIB