Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.500,187
LQ45 746,355
Srikehati 345,870
JII 522,139
USD/IDR 17.117

Pemerintahan SBY Dianggap Wariskan Masalah ke Jokowi

Siswanto | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Jum'at, 16 Oktober 2015 | 17:27 WIB
Pemerintahan SBY Dianggap Wariskan Masalah ke Jokowi
Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Dzulfian Syafrian [suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance Dzulfian Syafrian menilai kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama sepuluh tahun mewariskan persoalan. Menurut dia, setiap kebijakan ekonomi yang dibuat Yudhoyono selalu meninggalkan masalah, terutama kemiskinan dan ketimpangan sosial, akibatnya pemerintahan Presiden Joko Widodo menanggungnya.

"Jadi kalau kita lihat, dari era Soeharto ini, ratio gini kita bisa bertahan di 0,35 hingga 2009. Nah di awal pemerintahan SBY, ketimpangan pendapatan di masyarakat justru terus memburuk, kenapa karena angkanya menembus 0,41. Semakin tinggi, berarti ketimpangan semakin jauh. Jadi kalau bisa dikatakan, ketimpangan saat ini bukan salah Jokowi-JK tapi cacatnya ini di zamanya SBY," kata Dzulfian Syafrian saat ditemui di kantor INDEF, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2015).

Ia menyangsikan pemerintahan Presiden Jokowi mampu menyembuhkan cacat yang ditinggalkan Yudhoyono. Pasalnya, berdasarkan data analisis INDEF, dalam setahun terakhir, pembangunan masih Jawa sentris. Kedua, hampir semua indikator kesejahteraan menurun dan adanya ketimpangan pembangunan.

"Jadi kalau kita lihat jumlah kemiskinan di Indonesia meningkat sekitar satu juta orang. Tingkat kemiskinannya juga naik dari 10,96 persen menjadi 11,22 persen. Selain itu pembangunan masih terpusat di Jawa. Padahal, angka kemiskinan terbesar itu kan di daerah karena ketimpangan pembangunan. Makanya saya sangsi kalau Jokowi-JK ini bisa memperbaiki cacat ini," katanya.

Itu sebabnya, dia mengimbau pemerintah lebih serius membantu daerah di luar Pulau Jawa agar terjadi pemerataan.

Selain itu pemerintah juga harus membuat kebijakan, baik fiskal maupun moneter, yang pro rakyat kecil.

"Selama ini kan belum. Makanya kita harus arahkan pemerintah agar pembangunan bisa merata. Kalau pembangunan merata ini secara tidak langsung akan membatu mengurangi ketimpangan," katanya.

BERITA MENARIK LAINNYA:

VIDEO: Kepergok Pungli oleh Warga, Polisi Yogya Syok

Mahasiswa Jember Ciptakan Powerbank Tanpa Listrik

Keluar dari Islam, Jono Kembali Peluk Agama Kristen

Terancam Direshuffle, Jaksa Agung Pasrah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

SBY Umpamakan Posisi Demokrat dengan Gerakan Non Blok

SBY Umpamakan Posisi Demokrat dengan Gerakan Non Blok

News | Rabu, 09 September 2015 | 14:05 WIB

Dulu, SBY Klaim Utamakan Kepentingan Rakyat daripada Partai

Dulu, SBY Klaim Utamakan Kepentingan Rakyat daripada Partai

News | Selasa, 08 September 2015 | 15:41 WIB

SBY Beri Kuliah Umum di Lemhanas

SBY Beri Kuliah Umum di Lemhanas

News | Selasa, 08 September 2015 | 11:34 WIB

Terkini

Percepat KPR, BTN Integrasikan Proses Lewat Satu Sistem Terpusat

Percepat KPR, BTN Integrasikan Proses Lewat Satu Sistem Terpusat

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 15:36 WIB

Shell Indonesia Tunjuk Andri Pratiwa Jadi Presiden Direktur Baru di Tengah Kelangkaan BBM

Shell Indonesia Tunjuk Andri Pratiwa Jadi Presiden Direktur Baru di Tengah Kelangkaan BBM

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 15:23 WIB

Langkah Kecil Berdampak Besar: Ibu Dewi, Kartini Masa Kini yang Menebar Manfaat untuk Lingkungan

Langkah Kecil Berdampak Besar: Ibu Dewi, Kartini Masa Kini yang Menebar Manfaat untuk Lingkungan

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 15:22 WIB

Pengumuman Penting BCA

Pengumuman Penting BCA

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 14:57 WIB

Misteri Hilangnya Minyakita di Pasar: Stok Gaib, Harga Bisa Tembus Rp40 Ribu!

Misteri Hilangnya Minyakita di Pasar: Stok Gaib, Harga Bisa Tembus Rp40 Ribu!

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 14:41 WIB

Memalukan! Malapetaka IGRS Komdigi Bikin Developer Game Rugi Miliaran Rupiah

Memalukan! Malapetaka IGRS Komdigi Bikin Developer Game Rugi Miliaran Rupiah

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 14:23 WIB

26 Ide Jualan di Bazar Modal Kecil yang Pasti Laris dan Menguntungkan

26 Ide Jualan di Bazar Modal Kecil yang Pasti Laris dan Menguntungkan

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 14:10 WIB

Fondasi Ekonomi Warga RI Mulai Retak, Tanda-tandanya Mulai Muncul

Fondasi Ekonomi Warga RI Mulai Retak, Tanda-tandanya Mulai Muncul

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 13:55 WIB

Bukan Sekadar Tabungan, Inilah 10 Tanda Keuangan Anda Aman dan Stabil

Bukan Sekadar Tabungan, Inilah 10 Tanda Keuangan Anda Aman dan Stabil

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 13:41 WIB

IHSG Terus Lari Kencang 2% di Sesi I, 537 Saham Menghijau

IHSG Terus Lari Kencang 2% di Sesi I, 537 Saham Menghijau

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 13:15 WIB