BKPM Optimistis dengan Dampak Paket Kebijakan Ekonomi IV

Arsito Hidayatullah

Minggu, 18 Oktober 2015 | 12:20 WIB
BKPM Optimistis dengan Dampak Paket Kebijakan Ekonomi IV
Pertumbuhan Ekonomi 2015

Suara.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani optimistis paket kebijakan ekonomi jilid IV dapat meningkatkan investasi sektor padat karya pada masa mendatang.

Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu, Franky mengatakan paket yang berisi di antaranya pemberlakuan formula kenaikan upah buruh yang berlaku lima tahun dapat memberikan kepastian bagi investor dalam menghitung komponen upah buruh di biaya produksi.

"Dalam berbagai pertemuan 'one on one', investor khususnya dari sektor padat karya selalu menyatakan perhatiannya terhadap ketidakpastian formula kenaikan upah buruh di Indonesia karena cukup menyulitkan investor dalam memproyeksikan biaya investasi. Dengan kebijakan terbaru yang diumumkan pemerintah tentang pemberlakuan formula upah buruh selama lima tahun, tentu dapat menghilangkan keraguan untuk memutuskan berinvestasi di Indonesia," katanya.

Dia menambahkan kebijakan pengupahan dalam paket ekonomi jilid IV itu memperkuat paket kebijakan sebelumnya yang juga memberikan kemudahan atau insentif bagi investasi sektor padat karya. Franky merujuk pada paket jilid III yang memberikan kemudahan investor padat karya berupa diskon tarif hingga 30 persen untuk pemakaian listrik mulai tengah malam hingga pagi hari (23:00 - 08:00), yaitu pada saat beban sistem ketenagalistrikan rendah.

Kemudahan lain yaitu terkait penundaan pembayaran tagihan rekening listrik hingga 40 persen dari tagihan listrik enam atau 10 bulan pertama, dan melunasinya secara berangsur, khusus untuk industri padat karya serta industri berdaya saing lemah.

"Selain investor eksisting yang sudah beroperasi, kebijakan diskon tarif listrik juga dapat menjadi daya tarik bagi investor padat karya untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Kebijakan terbaru yang dikeluarkan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing kita dalam menarik investor padat karya, khususnya untuk bersaing dengan Vietnam," katanya.

Vietnam sendiri merupakan pesaing terberat Indonesia di ASEAN untuk menarik investasi padat karya.

Lebih jauh Franky menjelaskan, minat investasi sektor padat karya di Indonesia masih cukup tinggi. Dalam catatan BKPM, pengajuan izin prinsip di sektor padat karya sepanjang Januari-Juni 2015 naik 19,74 persen sebesar Rp34,25 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp28,6 triliun. Selain itu, BKPM juga mengidentifikasi adanya minat investasi di sektor padat karya sebesar 0,96 miliar dolar AS.

Sementara dari sisi laju realisasi, investasi sektor padat karya sepanjang Semester I 2015 belum selevel dengan sektor prioritas BKPM lainnya, terutama infrastruktur serta pariwisata dan kawasan. Realisasi investasi sektor padat karya Semester I 2015 sebesar Rp28,57 triliun, turun 20 persen dibandingkan Semester I 2014 sebesar Rp35,86 triliun. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Paket Ekonomi Jilid IV Dinilai Belum Sentuh Sektor Informal

Paket Ekonomi Jilid IV Dinilai Belum Sentuh Sektor Informal

News | Sabtu, 17 Oktober 2015 | 23:58 WIB

Ini Kritik Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah dari INDEF

Ini Kritik Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah dari INDEF

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2015 | 01:30 WIB

Australia Masih Keluhkan Berinvestasi di Indonesia

Australia Masih Keluhkan Berinvestasi di Indonesia

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2015 | 22:03 WIB

Kebijakan Ekonomi Jilid Empat Atasi Masalah Ketenagakerjaan

Kebijakan Ekonomi Jilid Empat Atasi Masalah Ketenagakerjaan

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2015 | 01:32 WIB

Terkini

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 20:10 WIB

×