Menperin Resmikan Pabrik Tekstil Baru di Cikarang

Adhitya Himawan | Suara.com

Rabu, 28 Oktober 2015 | 18:42 WIB
Menperin Resmikan Pabrik Tekstil Baru di Cikarang
Menteri Perindustrian, Saleh Husin (kedua dari kiri), meresmikan ekspor 30.000 Honda Beat ke Filipina di Cikarang, Jawa Barat, Selasa (26/5) [Suara.com/Deny Yuliansari].

Suara.com -  Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin meresmikan pabrik tekstil dan produk tekstil padat modal, PT Dynic Textile Prestige di Greenland International Industrial Center (GIIC) Cikarang, Jawa Barat.

"Apresiasi dan penghargaan saya sampaikan kepada PT Dynic Textile Prestige atas realisasi investasi yang dilakukan pada sektor non-woven textile, yang tentunya menambah kedalaman struktur industri Tekstil dan Produk Tekstil Nasional," kata Menperin di Cikarang, Rabu (28/10/2015).

Dalam sambutannya, Menperin mengatakan pertumbuhan industri manufaktur di Indonesia terus tumbuh meskipun terjadi perlambatan ekonomi.

Menurut dia, perekonomian nasional pada tahun 2015 ini memang tumbuh relatif lebih lambat dibandingkan periode tahun 2013 dan 2014. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi (PDB) hingga triwulan II tahun 2015 mencapai 4,67 persen dibawah pertumbuhan ekonomi tahun 2014 yang sebesar 5,11 persen. "Namun, patut kita syukuri juga bahwa pertumbuhan industri manufaktur secara kumulatif hingga triwulan II tahun 2015 mampu mencapai 5,26 persen di atas pertumbuhan ekonomi," katanya.

Sementara itu, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) sebagai salah satu sektor industri strategis, secara kumulatif mampu memberikan kontribusi sebesar 1,22 persen terhadap perekonomian nasional serta berperan terhadap perolehan devisa ekspor nonmigas sebesar 12,74 juta dolar Amerika Serikat (AS).

"Dengan statusnya sebagai salah satu industri padat karya utama, industri TPT juga berperan terhadap penyerapan tenaga kerja sebesar 10,6 persen dari total tenaga kerja industri manufaktur," kata Menperin.

Sementara itu, meskipun secara global terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi, namun investasi industri TPT cenderung naik setiap tahunnya dimana untuk tahun 2015 sampai dengan triwulan II investasi di sektor TPT telah mencapai Rp3.947,5 milyar baik PMA maupun PMDN.

Meski demikian, Menperin mengingatkan Indonesia masih harus terus melakukan upaya peningkatan investasi dan daya saing industri TPT karena peranan dan pangsa pasar industri TPT dalam negeri di dunia baru mencapai 1,8 persen. "Hal tersebut penting untuk mempertahankan kinerja baik industri TPT sebagai salah satu komponen penting perekonomian nasional yang telah memiliki kedalam struktur dari hulu ke hilir dengan diversifikasi produk yang beragam," katanya.

Pemerintah telah mengeluarkan langkah-langkah konkrit dan strategis melalui Paket Kebijakan Ekonomi yang di antaranya terkait dengan peningkatan daya saing industri, deregulasi perizinan, solusi permasalahan energi hingga penyelesaian dinamika permasalahan ketenagakerjaan. "Implementasi paket kebijakan ekonomi tersebut secara konsisten, diharapkan dapat memberikan angin segar bagi dunia industri untuk terus meningkatkan daya saing dan investasi," katanya.

Pertumbuhan industri sangat erat kaitannya dengan daya saing industri, tambahnya, oleh karena itu dalam mendorong pertumbuhan industri pihaknya sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan PT. Dynic Textile Prestige untuk berinvestasi di Indonesia pada sektor non-woven textile yang diaplikasikan untuk keperluan otomotif. Dengan demikian PT. Dynic Textile Prestige turut memperkuat struktur industri otomotif yang memberikan nilai tambah lebih besar di dalam negeri," kata Menperin.

Menperin mengatakan hal itu patut diberikan dukungan karena sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pengembangan "advanced textile" di dalam negeri. "Kami berharap semakin banyak produsen TPT dalam negeri yang dapat melakukan diversifikasi pada produknya sehingga industri TPT berbasis teknologi tinggi dapat berkembang dengan baik, mengingat semakin meningkatnya kebutuhan akan produk advanced textile baik di pasar nasional maupun pasar global," katanya.

Nilai tambah Menperin berharap dengan semakin bertambahnya investasi di sektor technical textile akan memberikan nilai tambah positif bagi industri TPT dalam negeri.

PT Dynic Textile Prestige di Indonesia memproduksi dan menyuplai kebutuhan ekspor Jepang untuk keperluan otomotif pabrik Toyota, Honda, Nissan, dan lain-lain. Selain itu pabrik juga menyuplai utuk Tata Mobile India.

Pabrik juga memproduksi kebutuhan interior mobil non woven seperti karpet, sabuk pengaman, jok mobil dan lain-lain. Pabrik adalah joint venture Antara Dynic Corporation, Jepang 51 persen, TPCORP Thailand 44 persen dan SPI lima persen (Holding company TPCORP). Tahap pertama, pabrik akan memproduksi plavon mobil atau headliners, tahap dua karpet interior dan tahap tiga aksesoris internal mobil.

Nilai investasi pabrik adalah 14 juta dolar AS dan akan mendapat tambahan 4 juta dolar AS untuk tahap dua dan tiga. Saat ini, tenaga kerja di pabrik berjumlah 11 orang termasuk dua eksekutif manajemen yakni presiden direktur dan direktur pabrik. Kapasitas pabrik mampu menyerap 50 tenaga kerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bangun Pabrik Baru, Suzuki Diharapkan Serap SDM Lokal

Bangun Pabrik Baru, Suzuki Diharapkan Serap SDM Lokal

Otomotif | Sabtu, 30 Mei 2015 | 00:08 WIB

Pabrik Baru Suzuki Akan Fokus Produksi Mobil untuk Ekspor

Pabrik Baru Suzuki Akan Fokus Produksi Mobil untuk Ekspor

News | Jum'at, 29 Mei 2015 | 17:11 WIB

Resmikan Pabrik Baru, Suzuki Jadikan Indonesia Basis Produksi

Resmikan Pabrik Baru, Suzuki Jadikan Indonesia Basis Produksi

Otomotif | Jum'at, 29 Mei 2015 | 14:55 WIB

Pembangunan Pabrik Baru Isuzu Telan Rp1,7 Triliun

Pembangunan Pabrik Baru Isuzu Telan Rp1,7 Triliun

Otomotif | Selasa, 07 April 2015 | 18:53 WIB

Pabrik Baru Isuzu Serap 1.000 Tenaga Kerja

Pabrik Baru Isuzu Serap 1.000 Tenaga Kerja

Otomotif | Selasa, 07 April 2015 | 15:55 WIB

Isuzu Buka Pabrik Baru di Karawang

Isuzu Buka Pabrik Baru di Karawang

Otomotif | Selasa, 07 April 2015 | 14:31 WIB

Pabrik Mitsubishi di Indonesia Terbesar Ketiga Dunia

Pabrik Mitsubishi di Indonesia Terbesar Ketiga Dunia

Otomotif | Selasa, 24 Maret 2015 | 19:21 WIB

Mitsubishi Resmikan Pembangunan Pabrik Mobil Baru di Cikarang

Mitsubishi Resmikan Pembangunan Pabrik Mobil Baru di Cikarang

Otomotif | Selasa, 24 Maret 2015 | 15:17 WIB

Kawasaki Buka Pabrik Terbesar Ketiga di Cikarang

Kawasaki Buka Pabrik Terbesar Ketiga di Cikarang

Bisnis | Selasa, 08 April 2014 | 12:34 WIB

Terkini

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 16:48 WIB

Kendaraan Arus Balik Mulai Ramai, Rest Area di Tol Semarang Terapkan Pola Buka-Tutup

Kendaraan Arus Balik Mulai Ramai, Rest Area di Tol Semarang Terapkan Pola Buka-Tutup

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 16:47 WIB

Bank Indonesia: Uang Beredar Tumbuh Kuat, Ini Pendorongnya

Bank Indonesia: Uang Beredar Tumbuh Kuat, Ini Pendorongnya

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 15:51 WIB

HFM dan Arsenal Umumkan Kemitraan Global Jangka Panjang

HFM dan Arsenal Umumkan Kemitraan Global Jangka Panjang

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 15:37 WIB

OJK Terbitkan Aturan Baru, Asing Bisa Akses Informasi Keuangan Indonesia

OJK Terbitkan Aturan Baru, Asing Bisa Akses Informasi Keuangan Indonesia

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 15:36 WIB

Tol Cipali Mulai Sterilisasi One Way Arus Balik Lebaran, Cek Jadwal dan Rutenya

Tol Cipali Mulai Sterilisasi One Way Arus Balik Lebaran, Cek Jadwal dan Rutenya

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 15:19 WIB

Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran

Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 13:59 WIB

Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan

Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 13:30 WIB

Kemenhub Catat Lonjakan 8,58 Persen Pemudik dengan Angkutan Umum, Kereta Masih Jadi Favorit

Kemenhub Catat Lonjakan 8,58 Persen Pemudik dengan Angkutan Umum, Kereta Masih Jadi Favorit

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:50 WIB

Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?

Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:35 WIB