Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Menebak IHSG di Tengah Silang Sengkarut Geopolitik Global dan Rekor Bursa Asia

M Nurhadi

Jum'at, 08 Mei 2026 | 06:59 WIB
Menebak IHSG di Tengah Silang Sengkarut Geopolitik Global dan Rekor Bursa Asia
Arsip Pergerakan IHSG [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym].
baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan berpotensi mengalami koreksi akibat aksi jual bersih investor asing pada saham perbankan besar.
  • Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran menekan Wall Street serta menyebabkan penurunan harga minyak mentah Brent.
  • Bursa Asia mencatat kenaikan signifikan saat pasar merespons potensi stabilitas regional dan optimisme pada sektor manufaktur global.

Suara.com - Pasar modal Indonesia sedang berada dalam fase yang penuh kehati-hatian. Setelah sempat mencatatkan kenaikan tipis 1,15% pada perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kini dibayangi oleh potensi koreksi.

Kabar kurang sedap datang dari investor asing yang masih melakukan aksi jual bersih (net sell) mencapai sekitar Rp360 miliar, dengan saham-saham perbankan besar seperti BMRI dan BBCA menjadi sasaran utama pelepasan aset.

Situasi ini menjadi cerminan betapa dinamisnya psikologi pasar saat ini. Di satu sisi, ada dorongan optimisme dari regional, namun di sisi lain, ketidakpastian global terkait energi dan politik internasional memaksa investor untuk tetap menginjak pedal rem.

Wall Street Tertekan Ketegangan Nuklir dan Minyak

Pelemahan IHSG hari ini tak lepas dari sentimen "merah" yang menyelimuti bursa AS, Wall Street. Indeks S&P 500 terkoreksi 0,38% disusul Dow Jones yang melemah 0,63%.

Fokus pelaku pasar tertuju pada negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas.

Gedung Putih memang dikabarkan tengah menyiapkan nota kesepahaman 14 poin untuk menghentikan konflik dan membuka kembali pembicaraan nuklir.

Namun, pihak Iran tampaknya masih enggan memberikan jawaban final. Tuntutan kompensasi perang dan penolakan pembukaan Selat Hormuz melalui skema yang dianggap ‘tidak realistis’ oleh Teheran kembali meningkatkan tensi risiko global.

Akibatnya, harga minyak mentah Brent terpangkas 1,19% ke level US$100,06 per barel, yang turut menekan saham-sektor teknologi dan semikonduktor.

baca juga

Kontras, Bursa Asia Justru Melejit Cetak Rekor

Berbanding terbalik dengan Amerika, bursa di kawasan Asia justru sedang berpesta. Indeks Nikkei 225 Jepang mencatat lonjakan luar biasa sebesar 5,58%, didorong oleh sektor bahan baku dan teknologi pasca libur panjang. Hang Seng dan Kospi pun turut menghijau.

Menariknya, kenaikan regional ini terjadi tepat setelah Presiden Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Iran terkait kesepakatan perdamaian.

Pasar Asia tampaknya lebih memilih merespons potensi stabilitas yang mungkin muncul jika kesepakatan tercapai, atau setidaknya memanfaatkan momentum teknikal dari sektor-sektor manufaktur yang sedang menguat.

IHSG: Strategi Menghadapi Potensi Koreksi

Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memproyeksikan bahwa IHSG berpotensi mengalami tekanan koreksi pada perdagangan hari ini. Secara teknikal, level Support berada di rentang 7000-7100, sementara area Resist berada di 7200-7280.

Bagi Anda yang tetap ingin aktif di pasar di tengah fluktuasi ini, beberapa ide trading harian tetap tersedia dengan pendekatan spekulatif yang disiplin (Spec Buy). Fokus hari ini tertuju pada beberapa emiten di sektor komoditas dan properti:

  • BUMI (Energi): Area beli di 228-230 dengan target dekat 234-238.
  • MEDC (Minyak & Gas): Mengingat fluktuasi harga minyak, MEDC menarik dipantau di area 1570-1585.
  • SSIA & PTRO: Menawarkan potensi menarik di sektor kawasan industri dan jasa pertambangan.
  • RATU & LSIP: Tetap masuk dalam radar pantauan untuk diversifikasi portofolio harian.

Kuncinya saat ini adalah menjaga level cutloss yang ketat. Dalam kondisi pasar yang fluktuatif akibat berita geopolitik yang berubah setiap jam, prinsip "look first, then leap" menjadi sangat relevan. Pastikan keputusan investasi Anda didasarkan pada manajemen risiko yang matang, bukan sekadar mengikuti euforia sesaat.


DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informatif dan merupakan analisis pasar berdasarkan data yang tersedia, bukan merupakan perintah beli atau jual. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga dan kerugian modal. Keputusan sepenuhnya berada di tangan investor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau

IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:49 WIB

Penuhi Free Float, Prajogo Pangestu Lego Saham CUAN Sebesar Rp 467 M

Penuhi Free Float, Prajogo Pangestu Lego Saham CUAN Sebesar Rp 467 M

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:59 WIB

Damai Timur Tengah Bikin Pasar Bergairah, IHSG Masih di Level 7.100 pada Sesi I

Damai Timur Tengah Bikin Pasar Bergairah, IHSG Masih di Level 7.100 pada Sesi I

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:00 WIB

Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi

Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:35 WIB

IHSG Lanjutkan Tren Penguatan Pagi Ini, Melesat ke Level 7.100

IHSG Lanjutkan Tren Penguatan Pagi Ini, Melesat ke Level 7.100

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:14 WIB

Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai

Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:45 WIB

Terkini

Akal-akalan Peredaran Tramadol Ilegal di Jatim, Dijual di Marketplace Jadi Sparepart

Akal-akalan Peredaran Tramadol Ilegal di Jatim, Dijual di Marketplace Jadi Sparepart

Jatim | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:38 WIB

140 Sekolah SMA/SMK di Lampung Bersolek Total Tahun Ini

140 Sekolah SMA/SMK di Lampung Bersolek Total Tahun Ini

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:35 WIB

Kanwil Imigrasi Sumut Perkuat Sinergi dengan Pemkab Simalungun

Kanwil Imigrasi Sumut Perkuat Sinergi dengan Pemkab Simalungun

Sumut | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:35 WIB

Timnas Indonesia Tersingkir di AFF! Alarm Keras Menuju Piala Asia 2027: Masih Layakkah John Herdman?

Timnas Indonesia Tersingkir di AFF! Alarm Keras Menuju Piala Asia 2027: Masih Layakkah John Herdman?

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:25 WIB

Jangan Salahkan Attitude! Ini Alasan Logis Kenapa Gen Z Susah Cari Kerja

Jangan Salahkan Attitude! Ini Alasan Logis Kenapa Gen Z Susah Cari Kerja

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:20 WIB

Stres, Cemas, atau Butuh Teman Cerita di Makassar? Ini Lokasi 'Pojok Curhat' Bisa Anda Kunjungi

Stres, Cemas, atau Butuh Teman Cerita di Makassar? Ini Lokasi 'Pojok Curhat' Bisa Anda Kunjungi

Sulsel | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:18 WIB

Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Turun Langsung ke Alor Serahkan Bantuan Pangan Perdana ke Alor

Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Turun Langsung ke Alor Serahkan Bantuan Pangan Perdana ke Alor

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:11 WIB

Aksi Penembakan Pecah di Festival Budaya Lembah Baliem Papua, 2 Orang Jadi Korban

Aksi Penembakan Pecah di Festival Budaya Lembah Baliem Papua, 2 Orang Jadi Korban

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Amran Sulaiman Semprot Pengamat Pangan: Saat Impor Diam, Swasembada Malah Teriak!

Amran Sulaiman Semprot Pengamat Pangan: Saat Impor Diam, Swasembada Malah Teriak!

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Bukan Cuma Enak, Ini Alasan Udang Sulsel Jadi Favorit Orang Jepang

Bukan Cuma Enak, Ini Alasan Udang Sulsel Jadi Favorit Orang Jepang

Sulsel | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:55 WIB

×