Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

BI Minta Perbankan Waspadai Kenaikan Kredit Macet

Adhitya Himawan | Suara.com

Jum'at, 30 Oktober 2015 | 16:18 WIB
BI Minta Perbankan Waspadai Kenaikan Kredit Macet
Suku Bunga Acuan Bank Indonesia

Suara.com - Bank Indonesia mengimbau industri perbankan untuk mewaspadai potensi peningkatan kredit bermasalah (non performing loan/NPL) seiring dengan pernyataan Bank Sentral AS The Fed yang membuka kemungkinan kenaikan suku bunga acuan akhir tahun ini.

"Saya lihat bahwa NPL (gross) masih jauh di bawah 5 persen. Tapi perlu diwaspadai kondisi di luar negeri, apalagi jika Fed Fund Rate naik," kata Gubernur BI Agus Martowardojo saat ditemui di Kantor Pusat BI, Jakarta, Jumat.

Menurut Agus, kenaikan suku bunga acuan AS dapat berdampak menguatnya dolar terhadap mata uang lain di seluruh dunia dan kemudian bisa memengaruhi kinerja perusahaan-perusahaan yang memiliki pinjaman valas dalam dolar.

"Dolar menguat itu bisa berdampak ke perusahaan kita yang punya pinjaman di luar negeri saat jatuh tempo. Kalau mau perpanjang pinjamannya akan ada risiko kesulitan untuk dapat pinjaman perpanjangan. Hal-hal seperti ini musti kita antisipasi pada kredit bermasalah," ujar Agus.

Stabilitas sistem keuangan domestik sendiri tetap solid, ditopang oleh ketahanan sistem perbankan dan relatif terjaganya kinerja pasar keuangan. Bank sentral menilai, ketahanan industri perbankan tetap kuat dengan risiko-risiko kredit, likuiditas dan pasar yang cukup terjaga.

Pada Agustus 2015, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) masih kuat, jauh di atas ketentuan minimum 8 persen, yaitu sebesar 20,5 persen. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tetap rendah dan berada di kisaran 2,8 persen (gross) atau 1,4 persen (net).

Dari sisi fungsi intermediasi, pertumbuhan kredit tercatat sebesar 10,9 persen (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan pada bulan sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan DPK pada Agustus 2015 tercatat sebesar 13,2 persen (yoy).

Ke depan, sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan dampak pelonggaran kebijakan makroprudensial oleh Bank Indonesia, pertumbuhan kredit diperkirakan akan terus meningkat. "Oke, kita tetap harus waspada, tapi yang paling utama kalau pertumbuhan ekonomi meningkat 4,85 persen (triwulan III) atau yang kami yakini 4,7-5,1 persen, itu bagus bagi pergerakan ekonomi, usaha, dan membuat ekspansi kredit menjadi baik, dan potensi NPL bisa dikendalikan," kata Agus. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bank Sentral AS Pertahankan Suku Bunga

Bank Sentral AS Pertahankan Suku Bunga

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2015 | 10:17 WIB

Ini Alasan Bank Sentral AS Tunda Kenaikan Suku Bunga Versi Menkeu

Ini Alasan Bank Sentral AS Tunda Kenaikan Suku Bunga Versi Menkeu

Bisnis | Jum'at, 18 September 2015 | 13:23 WIB

The Fed Tak Naikkan Suku Bunga, Kabar Baik Untuk Rupiah

The Fed Tak Naikkan Suku Bunga, Kabar Baik Untuk Rupiah

Bisnis | Jum'at, 18 September 2015 | 04:30 WIB

Pengusaha Properti Desak Perbankan Turunkan Suku Bunga Kredit

Pengusaha Properti Desak Perbankan Turunkan Suku Bunga Kredit

Bisnis | Kamis, 02 April 2015 | 10:27 WIB

"BI Rate" Turun, Pasar Properti Kembali Bergairah

"BI Rate" Turun, Pasar Properti Kembali Bergairah

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2015 | 15:06 WIB

Kendalikan Defisit Transaksi, "BI Rate" Tetap 7,75 Persen

Kendalikan Defisit Transaksi, "BI Rate" Tetap 7,75 Persen

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2015 | 18:48 WIB

BI Tetap Pertahankan Suku Bunga Acuan 7,5 Persen

BI Tetap Pertahankan Suku Bunga Acuan 7,5 Persen

Bisnis | Kamis, 13 November 2014 | 16:32 WIB

Suku Bunga Acuan BI Tetap 7,5 Persen

Suku Bunga Acuan BI Tetap 7,5 Persen

Bisnis | Selasa, 08 April 2014 | 15:49 WIB

BI Diminta Turunkan Suku Bunga Acuan

BI Diminta Turunkan Suku Bunga Acuan

Bisnis | Selasa, 08 April 2014 | 08:37 WIB

Tiga Hambatan BI Terapkan Suku Bunga Rendah

Tiga Hambatan BI Terapkan Suku Bunga Rendah

Bisnis | Rabu, 02 April 2014 | 19:42 WIB

Terkini

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:48 WIB

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:22 WIB

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:10 WIB

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 20:52 WIB

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:29 WIB

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:11 WIB

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 18:23 WIB

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:28 WIB

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:21 WIB

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB