Harga Beras Naik, Ini Alasan Mentan Amran Sulaiman

Siswanto

Minggu, 29 November 2015 | 18:23 WIB
Harga Beras Naik, Ini Alasan Mentan Amran Sulaiman
Aktivitas bongkar muat beras bulog di Pelabuhan Indonesia, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (22/11). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan alasan terkait harga beras naik di tengah surplus produksi padi disebabkan oleh pergeseran jenis dari medium menjadi premium (nonsubsidi).

"Karena El Nino, kan itu kering juga panas, sehingga produksi fotosintesis padi maksimal, ketika sudah kualitas maksimal maka dikategorikan beras premium, bukan medium lagi," katanya setelah menghadiri acara Karnaval Festival Bunga dan Buah Nusantara di Bogor, Jawa Barat, Minggu (29/11/2015).

Ia juga menjelaskan kondisi saat ini lebih banyak beras berkualitas premium daripada medium, sehingga harganya pun lebih banyak yang berkisar nonsubsidi.

"Walaupun banyak premium, secara kuantitas juga lebih banyak dari tahun sebelumnya, setiap hari Senin, masuk di Cipinang lima ribu ton, sebelumnya hanya tiga ribu ton," katanya.

Sedangkan sebelumnya, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Hasil Sembiring mengatakan penemuan harga beras yang masih naik karena gabah kering masih banyak disimpan oleh masyarakat dalam jumlah yang banyak.

"Kalau beras itu tidak bisa disimpan lama, nah jika gabah kering lain hal, karena mampu bertahan hingga satu tahun lebih, makanya bisa mempengaruhi distribusi," kata Hasil Sembiring.

Ia juga menjelaskan semua pemangku kepentingan memiliki informasi yang sama mengenai distribusi, menurutnya distribusi dari titik satu ke titik yang lain tidaklah lancar.

"Kami menemukan 24 ribu ton disimpan di suatu daerah, selain itu gabah kering juga disimpan, nah ini trik yang dimainkan," katanya.

Hal tersebut menjadi polemik, karena produksi padi mengalami surplus namun harga beras di beberapa daerah justru mengalami kenaikan, bahkan pemerintah justru mencanangkan impor beras.

Kementerian Pertanian mengklaim produksi padi dari Oktober 2014 sampai Oktober 2015 surplus karena tidak ada impor beras umum pada periode tersebut.

"Produksi padi berlebih, ini hasil terbaik dalam lima tahun terakhir," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dirjen Pangan: Harga Beras Naik Karena Gabah Disimpan

Dirjen Pangan: Harga Beras Naik Karena Gabah Disimpan

News | Kamis, 26 November 2015 | 22:39 WIB

Bulog Impor Beras 1,5 Juta Ton

Bulog Impor Beras 1,5 Juta Ton

Foto | Senin, 23 November 2015 | 16:33 WIB

10 Fakta Tentang Beras

10 Fakta Tentang Beras

Lifestyle | Selasa, 10 November 2015 | 17:51 WIB

Studi Ungkap Asal-muasal Budi Daya Padi

Studi Ungkap Asal-muasal Budi Daya Padi

Tekno | Minggu, 08 November 2015 | 20:47 WIB

Sepanjang Tahun 2015 Indonesia Tidak Impor Beras

Sepanjang Tahun 2015 Indonesia Tidak Impor Beras

Bisnis | Jum'at, 06 November 2015 | 14:18 WIB

Terkini

Perbedaan Sunscreen Scora Pink dan Kuning, Ketahui Sebelum Checkout

Perbedaan Sunscreen Scora Pink dan Kuning, Ketahui Sebelum Checkout

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:05 WIB

IHSG Kembali Lesu di Sesi I, Terperangkap di Level 5.200

IHSG Kembali Lesu di Sesi I, Terperangkap di Level 5.200

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Bedak Padat Marina Apakah Bagus? Intip Klaim dan Review Pembeli

Bedak Padat Marina Apakah Bagus? Intip Klaim dan Review Pembeli

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:03 WIB

Dinilai Arogan, Sikap Ajudan Gubernur Disebut Cerminkan Karakter Rudy Mas'ud

Dinilai Arogan, Sikap Ajudan Gubernur Disebut Cerminkan Karakter Rudy Mas'ud

Kaltim | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:03 WIB

Persija Dihantui Ancaman Pengurangan Poin, Nadeo Argawinata Tak Menyangka Ada Kericuhan Suporter

Persija Dihantui Ancaman Pengurangan Poin, Nadeo Argawinata Tak Menyangka Ada Kericuhan Suporter

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Darmawangsyah Muin Tidak Hadiri Peresmian Jalan, Gubernur Sulsel: Wah, Pelanggaran Ini

Darmawangsyah Muin Tidak Hadiri Peresmian Jalan, Gubernur Sulsel: Wah, Pelanggaran Ini

Sulsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Mengapa Kekayaan Alam Tak Cukup untuk Membawa Indonesia Berlayar Mandiri?

Mengapa Kekayaan Alam Tak Cukup untuk Membawa Indonesia Berlayar Mandiri?

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Pemerintah Bidik Target Devisa Sektor Pariwisata 24 Miliar Dolar AS di 2026, Setara Ekspor Sawit

Pemerintah Bidik Target Devisa Sektor Pariwisata 24 Miliar Dolar AS di 2026, Setara Ekspor Sawit

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:58 WIB

Respons 2 Tahun Prabowo-Gibran, Politisi PDIP Singgung Gelombang Protes hingga Asap Karhutla

Respons 2 Tahun Prabowo-Gibran, Politisi PDIP Singgung Gelombang Protes hingga Asap Karhutla

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:57 WIB

Hutan Terbakar, Korporasi Harus Diusut, Pemerintah Jangan Berkelit

Hutan Terbakar, Korporasi Harus Diusut, Pemerintah Jangan Berkelit

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:50 WIB

×