Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Tol Laut Mampu Turunkan Harga Sembako di Papua dan Papua Barat

Esti Utami

Rabu, 30 Desember 2015 | 19:51 WIB
Tol Laut Mampu Turunkan Harga Sembako di Papua dan Papua Barat
Kapal Motor KM Caraka Jaya Niaga III-32, bagian dari program tol laut. (Antara)

Suara.com - Terealisasinya program angkutan kapal tol laut di Provinsi Papua dan Papua Barat di penghujung tahun 2015 mampu menekan harga jual sembilan bahan pokok (sembako).

Beroperasinya trayek tol laut ke Papua menjadi kebijakan pemerintah Jokowi-Jk untuk menyediakan angkutan barang kebutuhan pokok dengan sasaran pelabuhan besar dan kecil di seluruh Nusantara.  Program tol laut ini bertujuan menghubungkan pelabuhan-pelabuhan besar yang ada di Tanah Air.

"Dengan adanya hubungan antarpelabuhan laut ini, dapat diciptakan kelancaran distribusi barang hingga ke pelosok," kata Bupati Biak Numfor Thomas Ondy.

Wilayah Papua dan Papua Barat, menurut Bupati Thomas Ondy, merupakan daerah kepulauan sehingga sangat srategis dan tepat pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan menyediakan trayek angkutan tol laut.

Dengan angkutan tol laut, menurut Ondy, Kabupaten Biak Numfor dapat menjadi daerah pusat distribusi barang dan jasa yang selanjutnya diharapkan memberikan kontribusi dalam menjaga kestabilan harga sembako.

"Ya, dengan adanya penyediaan angkutan tol laut yang diberikan subsidi dari pemerintah pusat sesuai dengan rute terjadwal menjadi urat nadi distribusi sembako ke wilayah Papua dan Papua Barat," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Widiarto mengakui bahwa masuknya wilayah Biak jalur tol angkutan laut memberikan dampak terhadap kestabilan harga sembilan bahan pokok serta berbagai jenis bahan bangunan.

Harga sembako (gula pasir, beras, dan minyak goreng) dan bahan bangunan (semen dan besi beton) serta beraneka ragam bahan bangunan sejak angkutan tol laut menyinggahi pelabuhan Biak, menurut Widiarto, sudah memberikan andil positif untuk menekan harga jual sembako di pasaran.

Harga tepung terigu, misalnya, sebelum adanya jalur angkutan tol laut, harganya mencapai Rp10 ribu per kilogram. Namun, saat angkutan tol laut masuk, mampu menurunkan harga jual sebesar Rp7.600,00/kg.

Beras rojolele ukuran 20 kg sebelum angkutan tol masuk ke Biak, harga jualnya sebesar Rp269 ribu/sak. Kini, setelah tol laut berjalan, harganya turun menjadi Rp238 ribu/sak.

Sedangkan harga minyak goreng semula sebesar Rp15 ribu/liter, turun menjadi Rp13 ribu/liter; harga gula pasir yang biasanya Rp15 ribu/kg sejak angkutan tol laut masuk harga jual menjadi Rp13.500,00/kg.

"Melalui rute tol laut kemaritiman ke pelabuhan Biak sudah memberikan dampak terhadap kestabilan harga bahan pokok yang langsung dirasakan masyarakat," kata Widiarto.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Turbey O. Dangeubun mengatakan mmasuknya Kabupaten Biak Numfor menjadi rute angkutan tol laut memberikan kemudahan distribusi kebutuhan sembako dan bahan bangunan ke wilayah Papua.

"Melalui pelabuhan Biak distribusi bahan pokok diangkut ke berbagai wilayah Papua dan Papua Barat sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap kebutuhan sembako," kata Turbey O. Dangeubun.

Selain menurunkan harga sembako, menurut Turbey, masuknya angkutan tol laut menjamin ketersediaan beragam kebutuhan bahan pokok dan berbagai jenis bahan bangunan yang dibutuhkan masyarakat Biak Numfor.

Ke depan dengan masuknya tol laut terjadwal secara rutin, diharapkan dapat mengurangi biaya angkut sembako ke Biak, Jayapura, Serui, Jayapura, Papua, serta wilayah Manokwari, Papua Barat.

Berdasartkan data Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, pada tahun 2015 telah menetapkan enam jaringan trayek tol laut ke berbagai pelabuhan di Nusantara, mulai dari Sabang hingga Merauke.

Pertama, Tanjung Perak (Jawa Timur)--Tual (Maluku)--Fakfak (Papua Barat)--Kaimana (Papua)--Timika (Papua)--Kaimana--Fak-Fak--Tual--Tanjung Perak.

Kedua, Tanjung Perak--Saumlaki (Maluku)--Dobo (Maluku)--Merauke (Papua)--Dobo--Saumlaki--Tanjung Perak. Ketiga, Tanjung Perak--Reo (Nusa Tenggara Timur/NTT)--Maumere (NTT)--Lewoleba (NTT)--Rote (NTT)--Sabu (NTT)--Waingapu (NTT)--Sabu--Rote--Lewoleba--Maumere--Reo--Tajung Perak.

Keempat, Tanjung Priok (DKI Jakarta)--Biak (Papua)--Serui (Papua)--Nabire (Papua)--Wasior (Papua Barat)--Manokwari (Papua Barat)--Wasior--Nabire--Serui--Biak--Tanjung Priok.

Kelima, Tanjung Priok--Ternate (Maluku Utara)--Tobelo (Maluku Utara)--Babang (Maluku Utara)--Tobelo--Ternate--Tanjung Priok Keenam, Tanjung Priok--Kijang (Kepulauan Riau)--Natuna (Kepulauan Riau)--Kijang--Tanjung Priok. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB