Array

Pascapembekuan Produksi, Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Adhitya Himawan Suara.Com
Rabu, 17 Februari 2016 | 06:50 WIB
Pascapembekuan Produksi, Harga Minyak Dunia Mulai Turun
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak dunia turun pada Selasa (Rabu pagi WIB 17/2/2016), setelah perjanjian bersyarat antara Arab Saudi dan Rusia serta dua produsen lainnya untuk membatasi produksi, menawarkan sedikit harapan untuk mengurangi kelebihan pasokan global.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, turun 40 sen (1,6 persen) menjadi menetap di 29,04 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman April, merosot 1,21 dolar AS (3,6 persen) menjadi berakhir di 32,18 dolar AS per barel di perdagangan London.

Dalam upaya untuk menstabilkan pasar yang kelebihan pasokan, Rusia dan anggota OPEC, Arab Saudi, Venezuela dan Qatar mengatakan mereka telah mencapai kesepakatan awal untuk membekukan produksi pada tingkat Januari, tetapi hanya jika produsen utama lainnya mengikuti.

Menteri Perminyakan Saudi Ali al-Naimi mengatakan, keputusan Selasa adalah "awal dari proses yang kita akan nilai dalam beberapa bulan ke depan dan memutuskan apakah kita perlu langkah-langkah lain untuk menstabilkan ... pasar." Michael Lynch dari konsultasi Strategic Energy and Economic Research mengatakan pengumuman itu sebuah tas bervariasi.

"Orang-orang ingin melihat beberapa jenis penurunan produksi dari OPEC dan negara-negara produsen lainnya dan mereka tidak mendapatkannya," kata Lynch kepada AFP. "Tapi Anda pergi dari penolakan untuk mendiskusikan atau mempertimbangkan pembicaraan aktual Saudi dan Rusia." Analis City Index, Fawad Razaqzada, mengatakan pengumuman itu "underdelivered" dibandingkan dengan ekspektasi.

"Berita itu benar-benar mengecewakan pasar sedikit karena beberapa orang berharap untuk melihat potongan daripada pembekuan produksi," kata Razaqzada.

Analis Citi Futures Tim Evans mengatakan kesepakatan tampaknya dirancang sebagai "jauh lebih dari sebuah pernyataan politik daripada dukungan untuk harga minyak." Dia mengatakan itu memungkinkan Arab Saudi menyalahkan kemungkinan kegagalan kesepakatan pada Iran, yang telah merencanakan untuk meningkatkan produksi minyak karena pencabutan sanksi internasional menyusul perjanjian nuklirnya dengan negara-negara besar.

Iran hampir pasti akan menolak kesepakatan karena "setuju untuk menutup ekspor sekarang sebagai bagian dari kesepakatan OPEC lebih luas pada dasarnya berarti Iran telah menerima pembatasan mengenai program nuklirnya dengan tanpa imbalan apa-apa," kata Evans.

Iran mengatakan dalam menanggapi pengumuman bahwa "ada ruang untuk pembicaraan" tapi Menteri Minyak Bijan Zanganeh menambahkan bahwa Iran "tidak akan melepaskan" pangsa pasarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI