Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.765.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.137

Menkeu Pastikan Pemerintah Segera Ajukan RAPBN-P 2016

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Rabu, 17 Februari 2016 | 18:32 WIB
Menkeu Pastikan Pemerintah Segera Ajukan RAPBN-P 2016
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (tengah). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro memastikan pemerintah akan segera mengajukan RAPBN-P 2016 untuk dilakukan pembahasan dengan DPR, karena sejumlah asumsi sudah tidak sesuai dengan perkembangan ekonomi terkini.

"Melihat perkembangan APBN 2016, bisa kami sampaikan saat ini bahwa pemerintah akan mengajukan APBN-P," kata Bambang, saat rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Rabu (17/2/2016).

Bambang menjelaskan, salah satu alasan pengajuan RAPBN-P 2016 adalah karena harga ICP minyak diperkirakan sepanjang tahun berada pada kisaran 30-40 dolar AS, lebih rendah dari asumsi APBN sebesar 50 dolar AS per barel.

"Kondisi hari ini sudah fluktuatif, kadang-kadang 30 dolar atau 35 dolar. Maka kami harus buat asumsi baru untuk harga minyak. Perkiraan kami, rata-rata per tahun 30-40 dolar per barel," ucapnya.

 
Penyesuaian asumsi makro tersebut, tambah Bambang, bisa membuat adanya penurunan penerimaan PNBP maupun PPh dari sektor migas dan komoditas hingga Rp90 triliun, dengan asumsi harga ICP minyak sebesar 30 dolar AS per barel.

Selain itu, ada penyesuaian target penerimaan pajak di APBN 2016 sebesar Rp1.360,1 triliun, karena pemerintah siap menerapkan kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) yang berpotensi menambah pendapatan negara.

"Tentunya pengajuan APBN-P akan disinkronkan dengan timing UU Pengampunan Pajak. UU ini harus disetujui dulu oleh pemerintah dan DPR. Kami ingin lebih realistis, karena berlakunya pengampunan pajak akan mempengaruhi penerimaan," ujar Bambang.

Bambang menambahkan, adanya perubahan asumsi nilai tukar yang diperkirakan sepanjang tahun berada di bawah asumsi APBN Rp13.900 per dolar AS dan tambahan Silpa tahun 2015 sebanyak Rp18-20 triliun yang belum masuk dalam APBN.

"Kemungkinan terbaik rata-rata kurs di bawah itu. Sekarang membaik Rp13.500, tapi apakah akan lebih dari itu atau tidak? Kemudian, ada Silpa yang bisa kami pakai di APBN-P untuk mengurangi utang dan kalau defisit naik," tuturnya.

Pemerintah, kata Bambang lagi, juga ingin menambah dana untuk persiapan Asian Games 2018, yang pada APBN baru dianggarkan sebesar Rp1,5 triliun, serta menambah dana untuk belanja program prioritas lainnya.

Namun, Bambang memastikan belum ada perubahan asumsi pertumbuhan ekonomi yang dalam APBN ditetapkan sebesar 5,3 persen, karena angka tersebut masih dalam kisaran proyeksi akhir tahun 2016 sebesar 5,2 hingga 5,5 persen.

Sejumlah asumsi makro dalam APBN 2016 adalah pertumbuhan ekonomi 5,3 persen, inflasi 4,7 persen, tingkat bunga SPN 3 bulan 5,5 persen, kurs Rp13.900 per dolar AS, harga minyak 50 dolar AS per barel, lifting minyak 830 ribu barel per hari, dan lifting gas 1.155 ribu barel per hari setara minyak.

Dari asumsi tersebut, pendapatan negara ditetapkan sebesar Rp1.822,5 triliun yang terdiri atas penerimaan perpajakan sebesar Rp1.546,7 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak sebanyak (PNBP) Rp273,8 triliun. Sementara belanja negara ditetapkan sebesar Rp2.095,7 triliun, yang terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.325,6 triliun, serta transfer ke daerah dan dana desa sebanyak Rp770,2 triliun. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menkeu Cabut Aturan Pelanggaran Pajak Retribusi Daerah

Menkeu Cabut Aturan Pelanggaran Pajak Retribusi Daerah

Bisnis | Rabu, 17 Februari 2016 | 14:32 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok, APBN 2016 Siap untuk Direvisi

Harga Minyak Dunia Anjlok, APBN 2016 Siap untuk Direvisi

Bisnis | Rabu, 17 Februari 2016 | 14:05 WIB

Menkeu: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lebih Baik dari Negara Lain

Menkeu: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lebih Baik dari Negara Lain

Bisnis | Rabu, 17 Februari 2016 | 12:27 WIB

Penerimaan Bea Cukai Nasional per Januari 2016 Rp3,9 Triliun

Penerimaan Bea Cukai Nasional per Januari 2016 Rp3,9 Triliun

Bisnis | Kamis, 04 Februari 2016 | 23:46 WIB

Terkini

5 Langkah Praktis Top Up Token Listrik di Blibli

5 Langkah Praktis Top Up Token Listrik di Blibli

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:32 WIB

Impor Minyak Rusia Mulai Dieksekusi Bulan Ini

Impor Minyak Rusia Mulai Dieksekusi Bulan Ini

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:29 WIB

Mengapa Prabowo Membeli Minyak Rusia?

Mengapa Prabowo Membeli Minyak Rusia?

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:18 WIB

Kerja Sama Energi RIRusia Makin Kuat, Pasokan Minyak dan Investasi Kilang Segera Masuk

Kerja Sama Energi RIRusia Makin Kuat, Pasokan Minyak dan Investasi Kilang Segera Masuk

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:15 WIB

Harga Plastik Melonjak, Industri Mulai Beralih ke Kemasan Daur Ulang

Harga Plastik Melonjak, Industri Mulai Beralih ke Kemasan Daur Ulang

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:12 WIB

Nasabah Pinjol Ganti Nomer Kontak, Bakal Masuk Daftar Hitam SLIK

Nasabah Pinjol Ganti Nomer Kontak, Bakal Masuk Daftar Hitam SLIK

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 13:49 WIB

IHSG Tancap Gas Terus Menguat di Sesi I, Deretan Saham yang Cuan

IHSG Tancap Gas Terus Menguat di Sesi I, Deretan Saham yang Cuan

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 13:29 WIB

Dunia Usaha RI Mulai Loyo, Tanda-tandanya Sudah Muncul

Dunia Usaha RI Mulai Loyo, Tanda-tandanya Sudah Muncul

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 13:05 WIB

Karbon Kehutanan RI Resmi Dijual, Begini Mekanismenya

Karbon Kehutanan RI Resmi Dijual, Begini Mekanismenya

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 12:58 WIB

Inflasi Medis RI Tembus 17,8 Persen

Inflasi Medis RI Tembus 17,8 Persen

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 12:49 WIB