Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ekonomi Syariah Diminta Lebih Berkontribusi Pada Pembangunan

Adhitya Himawan | Suara.com

Kamis, 03 Maret 2016 | 14:13 WIB
Ekonomi Syariah Diminta Lebih Berkontribusi Pada Pembangunan
Ketua Umum IAEI Bambang Brodjonegoro. [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) akan mendorong potensi sektor ekonomi syariah di Indonesia agar bisa memberikan manfaat nyata kepada masyarakat dan berkontribusi untuk pembangunan secara berkesinambungan.

"Kami ingin ekonomi syariah berkontribusi terhadap ekonomi nasional, jangan sampai kita asyik pada ilmu dan profesi sendiri sehingga lupa kewajiban kepada masyarakat," kata Ketua Umum IAEI Bambang Brodjonegoro dalam pembukaan seminar syariah di Jakarta, Kamis (3/3/2016).

Bambang mengatakan salah satu upaya penguatan kiprah ekonomi syariah adalah dengan melibatkan akademisi dan membuat kurikulum syariah di perguruan tinggi yang selaras dengan kondisi riil masyarakat.

Menurut dia, pendekatan melalui dunia pendidikan ini dibutuhkan untuk menciptakan sumber daya manusia ekonomi Islam yang berkualitas, siap bersaing di dunia kerja, serta memiliki kompetensi di tingkat internasional.

"Kami mengharapkan bagi yang mendalami atau penggiat ekonomi syariah, baik keilmuan atau praktiknya, bukan lagi lulusan yang mencoba belajar syariah, namun sudah mempelajari sejak awal dan memahami filosofi keilmuan keuangan syariah," ujar Bambang.

Bambang menambahkan IAEI siap menjembatani para lulusan bidang ekonomi syariah dengan dunia kerja, agar ilmu yang telah diperoleh bermanfaat, untuk pengembangan ekonomi Islam di sektor keuangan, sektor riil maupun zakat dan wakaf.

Selain itu, pemerintah juga menegaskan niat untuk memajukan ekonomi syariah dengan menerbitkan berbagai instrumen keuangan syariah dalam pembiayaan keuangan negara seperti sukuk global, sukuk negara, sukuk dana haji dan suku ritel yang menjangkau berbagai kalangan.

"Kami juga mendorong sukuk proyek untuk infrastruktur. Dengan banyak instrumen ini, kami mengharapkan, ketika ditanya 'negara mana yang paling bisa memanfaatkan instrumen syariah untuk kepentingan negara', semua langsung menjawab Indonesia," kata Bambang.

Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Keuangan pada 2016 telah menunjuk delapan bank syariah yang menjadi mitra dalam pengelolaan rekening milik Kementerian Negara/Lembaga/Satuan Kerja.

Bambang juga menyambut baik rencana pembiayaan dan investasi syariah untuk pengadaan rumah yang dilakukan oleh BTN Syariah serta PT Sarana Multigriya Finansial, sebagai institusi yang berpengalaman dalam bidang properti.

"Masyarakat kita akan lebih senang kalau bisa mengakses pembiayaan dengan berlandaskan syariah. Tinggal bagaimana kita membuat KPR syariah bisa berjalan dengan baik dan dipahami masyarakat secara umum," kata Bambang yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan ini.

Meskipun Indonesia merupakan salah satu negara muslim modern terbesar di dunia, namun jumlah investor saham syariah di pasar modal masih sedikit atau kisaran 462.628 investor saham per Februari 2016 dengan jumlah efek syariah yang diperjualkan masih terbatas.

Untuk itu, IAEI ingin meningkatkan pertumbuhan pasar modal syariah di Indonesia, baik dari sisi pengembangan efek syariah maupun jumlah investor syariah, melalui kerja sama dengan pemangku kepentingan di industri tersebut. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.100 Triliun, OJK: Bisa Bantu Ekonomi Indonesia

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.100 Triliun, OJK: Bisa Bantu Ekonomi Indonesia

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 11:09 WIB

Ekonomi Syariah RI Melesat, Aset Permata Bank Meningkat

Ekonomi Syariah RI Melesat, Aset Permata Bank Meningkat

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:33 WIB

Kuasai 60 Persen Populasi, Gen Z dan Milenial Jadi 'Kunci' Masa Depan Asuransi Syariah

Kuasai 60 Persen Populasi, Gen Z dan Milenial Jadi 'Kunci' Masa Depan Asuransi Syariah

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 13:26 WIB

Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif

Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif

Bisnis | Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:40 WIB

Ma'ruf Amin: Jujur, Ekonomi Syariah Belum Jadi Budaya

Ma'ruf Amin: Jujur, Ekonomi Syariah Belum Jadi Budaya

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 18:16 WIB

Garap Potensi Ekonomi Ramadan dengan Memperluas Akses Ekonomi Syariah

Garap Potensi Ekonomi Ramadan dengan Memperluas Akses Ekonomi Syariah

Bisnis | Sabtu, 21 Februari 2026 | 10:25 WIB

Tak Boleh Ketergantungan Impor, Indonesia Harusnya Naik Kelas Jadi Produsen Halal Dunia

Tak Boleh Ketergantungan Impor, Indonesia Harusnya Naik Kelas Jadi Produsen Halal Dunia

Bisnis | Selasa, 17 Februari 2026 | 14:37 WIB

Purbaya Prihatin 99% Busana Muslim RI Produk Impor China, Siap Kasih Insentif Pengusaha Lokal

Purbaya Prihatin 99% Busana Muslim RI Produk Impor China, Siap Kasih Insentif Pengusaha Lokal

Bisnis | Selasa, 17 Februari 2026 | 13:14 WIB

Purbaya Sentil Bank Muamalat: Bank Syariah Pertama di RI Tapi Hampir Bangkrut

Purbaya Sentil Bank Muamalat: Bank Syariah Pertama di RI Tapi Hampir Bangkrut

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 15:13 WIB

Purbaya Sebut Ekonomi Syariah Sukses di Jerman, Kritik Indonesia yang Pilih Ikuti Barat

Purbaya Sebut Ekonomi Syariah Sukses di Jerman, Kritik Indonesia yang Pilih Ikuti Barat

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 14:41 WIB

Terkini

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:03 WIB

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB