Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Pertamina Diminta Bangun Blok Masela, Pemerintah: Butuh Waktu

Siswanto | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Jum'at, 11 Maret 2016 | 14:34 WIB
Pertamina Diminta Bangun Blok Masela, Pemerintah: Butuh Waktu
Ilustrasi kilang minyak. (Shutterstock)

Suara.com - Beberapa pengamat mengusulkan PT. Pertamina (Persero) membangun Floating Liquefied Natural Gas di Blok Masela agar blok tersebut nanti bisa dikuasai pemerintah. Menanggapi hal tersebut, tenaga ahli Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Haposan Napitilu mengatakan butuh waktu lama jika Pertamina diminta untuk membangun teknologi tersebut.

"Tidak mungkin Pertamina bisa membangun FLNG yang disamakan dengan keberhasilan Petronas. Pertamina belum memiliki pengalaman dalam membangun FLNG," kata Haposan saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakata Pusat, Jumat (11/3/2016).

Ia menjelaskan jika Pertamina ingin sukses membangun FLNG, Pertamina membutuhkan waktu lama dan melakukan riset lebih terperinci. Pasalnya, Petronas pun melakukan riset memakan waktu yang panjang.

"Pertamina butuh banyak waktu, karena banyaj yang harus dilakukan. Pertama dia harus riset dulu, terus diteliti, hanya banyak belajar dulu dengan yang sukses. Pertamina ini belum mampu mengembangkan teknologinya. Terus kan Blok Masela ini masuk ke skala yang lebih besar. Pertamina akan kesulitan nantinya," katanya.

Selain itu, lanjut dia, Pertamina akan kesulitan untuk masuk ke Blok Masela lantaran kilang yang berada di Blok Masela bukan dibangun oleh Indonesia.

"Itu kilang kan yang bangun Shell, mana mungkin Pertamina masuk begitu saja. Beda dengan Petronas, itu kan kilang yang mereka bangun sendiri," katanya.

Sebelumnya, anggota Komisi VII DPR Inas Nasrullah Zubir meminta pemerintah untuk menugaskan Pertamina membangun kilang FLNG di Blok Masela.

Inas mengatakan Malaysia melalui Petronas berhasil menjadi negara pertama yang membangun fasilitas terapung gas alam cair yang diberi nama Petronas FLNG SATU.

Tak mau kalah dengan Malaysia, ia memberikan masukkan kepada pemerintah untuk menunjuk Pertamina membangun kilang terapung di Blok Masela, Maluku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemenko Maritim Bantah Polemik Blok Masela Sarat Kepentingan

Kemenko Maritim Bantah Polemik Blok Masela Sarat Kepentingan

Bisnis | Jum'at, 11 Maret 2016 | 13:37 WIB

Blok Masela, Menteri ESDM: Tunggu Keputusan Presiden Saja

Blok Masela, Menteri ESDM: Tunggu Keputusan Presiden Saja

Bisnis | Kamis, 10 Maret 2016 | 19:00 WIB

Ditanya Blok Masela, Menteri ESDM: Saya Nggak Mau Jawab!

Ditanya Blok Masela, Menteri ESDM: Saya Nggak Mau Jawab!

Bisnis | Selasa, 08 Maret 2016 | 21:52 WIB

DPD Curiga Pemerintah Diam-diam Bangun Kapal Buat Blok Masela

DPD Curiga Pemerintah Diam-diam Bangun Kapal Buat Blok Masela

Bisnis | Senin, 07 Maret 2016 | 17:06 WIB

Terkini

Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri

Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:31 WIB

Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi

Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:15 WIB

Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya

Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:13 WIB

Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia

Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:50 WIB

Pertamina - Badan Gizi Nasional Bersinergi Menjadikan Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Pesawat

Pertamina - Badan Gizi Nasional Bersinergi Menjadikan Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Pesawat

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:38 WIB

Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan EOG Resources untuk Dorong Peningkatan Produksi Migas

Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan EOG Resources untuk Dorong Peningkatan Produksi Migas

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:31 WIB

BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Bukti Laba dan Fundamental Tetap Kuat

BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Bukti Laba dan Fundamental Tetap Kuat

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:22 WIB

Siasat di Balik Dubai Baru di Bali, Surga Pajak Buat Para Orang Super Kaya

Siasat di Balik Dubai Baru di Bali, Surga Pajak Buat Para Orang Super Kaya

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:21 WIB

Purbaya Ungkap Sumber Dana Bond Stabilization Fund Demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Purbaya Ungkap Sumber Dana Bond Stabilization Fund Demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:13 WIB

Tembus Rp75 Triliun, Ini Rincian Setoran Freeport ke Negara

Tembus Rp75 Triliun, Ini Rincian Setoran Freeport ke Negara

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:01 WIB