Investor Korsel Berminat Investasi Perkapalan di Indonesia

Ardi Mandiri | Suara.com

Minggu, 13 Maret 2016 | 02:19 WIB
Investor Korsel Berminat Investasi Perkapalan di Indonesia
Ilustrasi perkapalan[suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Investor asal Korea Selatan berminat untuk berinvestasi di Indonesia di sektor perkapalan dengan nilai investasi sebesar 80 juta dolar AS, kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani.

Minat investasi itu merupakan salah satu hasil tindak lanjut dari kunjungan Kepala BKPM ke Korea Selatan pekan lalu, katanya dalam siaran lpers yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Franky mengatakan bahwa minat investor Korea Selatan itu adalah dalam bidang usaha transportasi laut, terutama untuk menyediakan dua kapal transportasi gas.

Menurut dia, untuk merealisasikan minatnya, investor Korsel akan mengirimkan dua kapal pengangkut komoditas gas bumi. Selain itu, kata dia, terbuka peluang untuk pembangunan terminal gas sebagai "storage" (gudang).

Untuk itu, investor Korsel akan segera melakukan kunjungan lapangan ke Indonesia untuk mencari mitra lokal.

"Saat ini tidak hanya besarnya investasi saja yang dicari, tapi adanya nilai tambah bagi Indonesia. Melalui minat investasi tersebut, menunjukkan adanya peluang yang cukup besar dan berkelanjutan di industri transportasi laut," ujar Franky.

" Investor juga menyinggung program Presiden tentang tol laut yang akan memberikan dampak positif bagi Indonesia," lanjut dia.

Kepala BKPM menambahkan bahwa Korea Selatan merupakan salah satu negara yang aktif berinvestasi di Indonesia.

Realisasi investasi Korea Selatan selama 2015 tercatat mencapai Rp15,1 triliun yang terdiri dari 2.329 proyek. Sementara itu, untuk periode 2010-2015, investasi Korsel yang telah direalisasikan mencapai Rp79,6 triliun.

"Investasi dari Korea Selatan selama lima tahun terakhir selalu berada di peringkat lima teratas, sehingga menjadikan Korea Selatan sebagai salah satu sumber utama investasi di Indonesia," kata Franky.

Untuk komitmen investasi dari Korea Selatan sepanjang 2015, BKPM mencatat sebesar 4,8 miliar dolar AS dengan pertumbuhan mencapai 86 persen dibandingkan tahun sebelumnya (2014). (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BKPM: Korea, Salah Satu Sumber Utama Investasi di Indonesia

BKPM: Korea, Salah Satu Sumber Utama Investasi di Indonesia

Bisnis | Sabtu, 12 Maret 2016 | 19:51 WIB

Jokowi Akui Dulu Ada "Kue" Bikin Perizinan Usaha Jadi Lama

Jokowi Akui Dulu Ada "Kue" Bikin Perizinan Usaha Jadi Lama

Bisnis | Kamis, 10 Maret 2016 | 15:06 WIB

Terkini

Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!

Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 21:44 WIB

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:19 WIB

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:08 WIB

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 18:11 WIB

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:58 WIB

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:41 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:31 WIB

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:16 WIB

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:00 WIB

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 16:48 WIB