Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kemenpar: Jangan Luluskan Siswa SMK Tak Berkualitas

Siswanto, Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 30 Maret 2016 | 23:05 WIB
Kemenpar: Jangan Luluskan Siswa SMK Tak Berkualitas
Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Rapat Koordinasi Nasional Sekolah Menengah Kejuruan Pariwisata se-Indonesia [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan, Kementerian Pariwisata, Ahman Sya, mengharapkan para pendidik jangan meluluskan murid Sekolah Menengah Kejuruan Pariwisata apabila tidak memiliki kualitas untuk bersaing.

"Jangan meluluskan tenaga-tenaga terdidik di SMK kalau kualitasnya tidak baik, citra ini bikin malu," ujar Ahman saat memberikan kata sambutan di pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Sekolah Menengah Kejuruan Pariwisata se-Indonesia di Hotel Harmoni One Center, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (30/3/2016) malam.

Ahman mengatakan pendidik harus dapat mencetak lulusan profesional dan memiliki daya saing.

"Kita punya tiga kelemahan, satu penguasaan bahasa asing kita lemah, dua penguasan IT kita lemah, yang ketiga penguasaan manajerial lemah. Tiga itu yang mengalahkan kita," kata dia.

"Oleh karena itu saya mengharapkan lulusan kita dapat menguasai bahasa asing khususnya bahasa Inggris, IT, dan manajerial," Ahman menambahkan.

Jika hal itu diterapkan, pemerintah memiliki SDM yang baik di sektor pariwisata.

"Tapi kita harus meyakinkan ke para terdidik kita, kalau anda harus menjadi SDM-SDM yang profesional, dengan itulah kita punya harga diri, punya daya saing, dan punya posisi untuk bersaing dengan negara lain," kata dia.

Pada tahun 2015 daya saing SDM pariwisata Indonesia di tingkat ASEAN masih berada diranking lima di bawah Singapura, Thailand, Malaysia, dan Filipina. Sedangkan untuk di tingkat dunia berada dirangking 53 dari 141 negara atau jauh tertinggal dari Singapura diranking 3 dan Filipina diranking 42 dunia.

Rakornas diharapkan dapat menjadi komitmen bersama antara pemerintah dan stakeholder khususnya bidang pendidikan untuk mendukung program penciptaan SDM pariwisata berkualitas agar dapat memenangkan persaingan. Tenaga kerja pariwisata Indonesia diharapkan mudah mengisi peluang kerja di sektor pariwisata khususnya untuk 38 job titles yang telah disepakati bersama dalam Mutual Recognation Arrangement Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Saat ini, pemerintah telah menetapkan sektor pariwisata sebagai leading sector karena industri jasa ini menghasilkan devisa dan menciptakan lapangan kerja yang besar.

Tahun ini target pariwisata mendatangkan 12 juta wisatawan mancanegara dan 260 juta pergerakan wisatawan nusantara. Jika hal itu tercapai maka akan menghasilkan devisa sebesar Rp172,8 triliun dan menyerapkan 11,7 juta tenaga kerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hadapi MEA Kemenpar Tingkatkan Kualitas SMK Pariwisata

Hadapi MEA Kemenpar Tingkatkan Kualitas SMK Pariwisata

Bisnis | Rabu, 30 Maret 2016 | 20:47 WIB

Terkini

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:02 WIB

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:34 WIB

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:57 WIB

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:36 WIB

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:51 WIB

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:25 WIB

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:55 WIB

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:07 WIB

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:51 WIB

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:39 WIB

×