Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Cara Dirjen Pajak Manfaatkan Bocoran Skandal "Panama Papers"

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 05 April 2016 | 16:28 WIB
Cara Dirjen Pajak Manfaatkan Bocoran Skandal "Panama Papers"
Logo firma Mossack Fonseca di Panama City. (Reuters)

Suara.com - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan sudah punya strategi untuk menelusuri bocoran pebisnis pengemplang pajak dari data Panama Papers.

"Sebenarnya kami sudah punya unit khusus di DJP yang akan melakukan analisa soal dokumen itu. Nanti kami gali potensinya. Kan kita baru terima datanya, sekarang kita lagi pelajari, jadi belum bisa menjelaskan lebih detail," kata Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak Mekar Satria Utama kepada Suara.com, Selasa (5/4/2016).

Setelah ditemukan adanya ketidaksamaan dalam SPT yang telah dilaporkan para wajib pajak, dirjen akan mengonfirmasi ke nama-nama yang tercantum dalam dokumen Panama Papers.

"Kalau memang ada WP yang menggelar transaksi di luar negeri, kita konfirmasi ke WP-nya dulu. Kami juga minta WP memperbaiki SPT-nya. Kalau nggak mau baru masuk dalam tahap pemeriksaan," katanya.

Selain itu, dirjen juga akan menggunakan Automatic Exchane of Information. AEol merupakan sistem pendukung pertukaran informasi rekening wajib pajak antarnegara. Dengan AEol pembukaan rekening oleh wajib pajak di Negara manapun akan langsung terlacak oleh otoritas pajak negara asal.

"Tapi kami belum tahu apakah cara ini efektif afau tidak untuk menyelesaikan permasalahan tersebut karena kan mereka lewat bank Firma hukum. Tapi sekarang semua dunia sedanf berusaha menghilangkan rahasia perbankan, jadi kami berkeyakinan data informasi perbankan akan mengalir," kata dia.

Sebelumnya beredarnya data klien firma hukum Mossack Fonseca yang kemudian mencuat dengan nama skandal The Panama Papers. Di antara ribuan nama taipan maupun perusahaan yang muncul dalam tautan milik Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional, ada sejumlah pebisnis Indonesia yang namanya sudah sangat familiar.

Menurut informasi, sedikitnya 11,5 juta data Mossack Fonseca yang bocor.

Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional terdiri dari 107 media di lebih dari 70 negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dirjen Pajak Manfaatkan Bocoran "Panama Papers" Cari Pengemplang

Dirjen Pajak Manfaatkan Bocoran "Panama Papers" Cari Pengemplang

News | Selasa, 05 April 2016 | 16:22 WIB

Terseret "Panama Papers", Ini Tanggapan HSBC dan Credit Suisse

Terseret "Panama Papers", Ini Tanggapan HSBC dan Credit Suisse

Bisnis | Selasa, 05 April 2016 | 15:48 WIB

Namanya Masuk Daftar "Panama Papers," Ini Penjelasan Sandiaga Uno

Namanya Masuk Daftar "Panama Papers," Ini Penjelasan Sandiaga Uno

News | Selasa, 05 April 2016 | 15:18 WIB

Terkini

Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor

Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor

Lifestyle | Minggu, 23 Agustus 2026 | 05:00 WIB

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:00 WIB

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:14 WIB

×