Terseret "Panama Papers", Ini Tanggapan HSBC dan Credit Suisse

Ruben Setiawan

Selasa, 05 April 2016 | 15:48 WIB
Terseret "Panama Papers", Ini Tanggapan HSBC dan Credit Suisse
Kantor HSBC di Kuwait City, Kuwait. (Reuters)

Suara.com - Credit Suisse dan HSBC, dua dari bank terbesar di dunia, membantah tudingan bahwa mereka secara aktif memanfaatkan perusahaan-perusahaan offshore untuk membantu klien mereka mengemplang pajak.

Sebagai informasi, nama kedua bank tersebut tercantum dalam dokumen Panama Papers yang dianalisis oleh Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ). Hasil investigasi yang melibatkan 107 media dari 70 negara itu menyebut, HSBC dan afiliasinya membuat lebih dari 2.300 perusahaan offshore yang kemudian diregistrasikan kepada firma hukum Mossack Fonseca, demikian seperti dikutip dari laman panamapapers.icij.org.

Bantahan dari kedua bank tersebut disampaikan sehari setelah bocornya dokumen firma hukum Mossack Fonseca, dikenal dengan nama "Panama Papers". Mossack Fonseca sendiri berperan mengalirkan dana kliennya ke perusahaan-perusahaan offshore yang berdiri di negara-negara surga pajak, yang memberlakukan pajak amat rendah.

CEO Credit Suisse Tidjane Thiam mengklaim bahwa banknya hanya menerima aset-aset yang legal.

"Kami sebagai perusahaan, sebagai sebuah bank hanya menerima penggunaan perusahaan-perusahaan (offshore) jika ada tujuan ekonomi yang sah," kata Thiam, yang baru saja menjadi CEO bank asal Swiss itu tahun lalu seperti dikutip Reuters.

Thiam mengakui, pihaknya menggunakan perusahaan offshore, namun hanya untuk nasabah-nasabahnya yang sangat kaya dengan aset yang berada di berbagai yurisdiksi. Thiam menegaskan, Credit Suisse tidak mendukung pengemplangan pajak dan tidak pula menyembunyikan identitas para nasabahnya.

Sebagai informasi, Credit Suisse pernah terlibat kasus pengemplangan pajak. Pada Mei 2014, mereka diharuskan membayar denda sebesar 2,5 miliar Dolar kepada Pemerintah AS karena membantu sejumlah konglomerat AS menghindar dari kewajiban pajaknya.

Sementara itu, di tempat terpisah, HSBC mengatakan bahwa model bisnis yang mereka jalankan sudah mengalami perubahan, bila dibandingkan dengan apa yang tercantum dalam dokumen tersebut.

"Tuduhan ini historis, di mana beberapa kasus sudah berumur 20 tahunan, berbeda dengan reformasi signifikan dan dipublikasikan dengan baik dalam beberapa tahun terakhir," kata juru bicara HSBC, Gareth Hewett di Hongkong.

HSBC pun pernah berurusan dengan hukum. Mereka terkena denda sebsar 1,92 miliar Dolar AS kepada Pemerintah AS karena membantu pencucian uang haram penjualan narkoba keluar dari Meksiko.

Dalam Panama Papers disebutkan, HSBC dan Credit Suisse membantu klien membuatkan perusahaan-perusahaan yang mempersulit pemungut pajak dan penyelidik melakukan pelacakan aliran uang, dari satu tempat ke tempat lainnya.

HSBC dan Credit Suisse hanyalah dua dari lebih dari 500 bank, beserta anak perusahaan dan cabangnya, yang terungkap dalam dokumen tersebut. Mereka telah mendaftarkan hampir 15.600 perusahaan offshore di Mossack Fonseca. Sebagian besar perusahaan offshore tersebut berdiri sejak era tahun 1990an.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Reksa Dana Syariah Berbasis Saham Tambang Emas Global Bisa Jadi Investasi Masa Depan

Reksa Dana Syariah Berbasis Saham Tambang Emas Global Bisa Jadi Investasi Masa Depan

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 09:25 WIB

HSBC Indonesia Nilai Akses Pembiayaan Modal Kerja Penting Buat UMKM

HSBC Indonesia Nilai Akses Pembiayaan Modal Kerja Penting Buat UMKM

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:36 WIB

10 Tim Berburu Tiket Kejuaraan Asia Pasifik di HSBC 2026

10 Tim Berburu Tiket Kejuaraan Asia Pasifik di HSBC 2026

Sport | Senin, 11 Mei 2026 | 13:25 WIB

Rupiah di Level Kritis Rp17.300, Pakar Sarankan Ini Buat Pemerintahan Prabowo

Rupiah di Level Kritis Rp17.300, Pakar Sarankan Ini Buat Pemerintahan Prabowo

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 07:59 WIB

HSBC Siap PHK Massal hingga 20.000 Karyawan

HSBC Siap PHK Massal hingga 20.000 Karyawan

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:20 WIB

HSBC Indonesia Perluas Wilayah Wealth Center untuk Nasabah Kelas Atas

HSBC Indonesia Perluas Wilayah Wealth Center untuk Nasabah Kelas Atas

Bisnis | Jum'at, 30 Januari 2026 | 07:57 WIB

HSBC Indonesia Bidik Penggunaan Kartu Kredit Bakal Melonjak di 2026

HSBC Indonesia Bidik Penggunaan Kartu Kredit Bakal Melonjak di 2026

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 09:21 WIB

Lebih Rendah, Ekonomi Indonesia Diramal Mentok 5,2 Persen di 2026

Lebih Rendah, Ekonomi Indonesia Diramal Mentok 5,2 Persen di 2026

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 08:36 WIB

HSBC Catat 92 Persen Perusahaan Indonesia Mau Perluas Bisnis di ASEAN

HSBC Catat 92 Persen Perusahaan Indonesia Mau Perluas Bisnis di ASEAN

Bisnis | Rabu, 10 Desember 2025 | 09:03 WIB

Setelah Berkiprah di HSBC, Herani Hermawan Kembali ke Citi Pimpin Bisnis Services Indonesia

Setelah Berkiprah di HSBC, Herani Hermawan Kembali ke Citi Pimpin Bisnis Services Indonesia

Bisnis | Selasa, 09 Desember 2025 | 16:12 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×