Produksi AS Melambat, Harga Minyak Dunia Melonjak

Ririn Indriani | Suara.com

Sabtu, 09 April 2016 | 07:09 WIB
Produksi AS Melambat, Harga Minyak Dunia Melonjak
Ilustrasi kilang minyak.

Suara.com - Harga minyak dunia melonjak pada Jumat (Sabtu pagi WIB), menutup perdagangan seminggu dengan keuntungan, dibantu indikator-indikator pelambatan produksi AS dan harapan pembekuan pada pertemuan produsen di Doha.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, naik 2,46 dolar AS menjadi menetap di 39,72 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak mentah Brent North Sea, patokan Eropa, untuk penyerahan Juni, naik 2,51 dolars AS menjadi ditutup pada 41,94 dolar AS per barel di perdagangan London.

Kedua kontrak naik delapan persen atau lebih selama seminggu, karena penurunan stok dan produksi AS yang lebih lemah membantu sentimen pasar.

Pada Jumat gambaran pelambatan berkepanjangan dalam produksi minyak di Amerika Utara terangkat oleh penurunan lagi dalam jumlah rig pengeboran yang aktif di Amerika Serikat dan Kanada.

Jumlah rig AS turun delapan rig pada pekan lalu ke tingkat terendah multi-dekade 354 rig, menurut penghitungan mingguan Baker Hughes, dibandingkan dengan 760 rig setahun lalu.

Awal pekan ini pemerintah AS melaporkan penurunan lagi dalam produksi minyak mentah domestik ke hampir di atas sembilan juta barel per hari setelah mencapai puncaknya pada sekitar 9,7 juta barel per hari setahun lalu.

Selain itu, persediaan minyak mentah komersial AS secara tak terduga merosot dalam pekan yang berakhir 1 April.

Bersama-sama mereka mendukung aksi beli di pasar yang kelaparan untuk tanda-tanda penguatan.

Para pedagang, sementara itu, mengatur perhatian mereka pada pertemuan 17 April, dipimpin oleh Rusia dan Arab Saudi, untuk membahas langkah-langkah guna menstabilkan harga, termasuk pembekuan produksi di tingkat Januari.

Pekan ini terus membawa sinyal-sinyal yang saling bertentangan tentang bagaimana pertemuan mungkin berjalan.

Harga minyak jatuh pada pekan lalu setelah Wakil Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman mengatakan negaranya akan membatasi produksi, hanya jika sesama produser Iran melakukan hal yang sama.

"Minyak dilanda aksi jual tajam setelah komentar oleh Arab Saudi menyatakan bahwa tidak akan ada kesepakatan tanpa Iran, dan kemudian melihat sebuah lambungan setelah Kuwait keluar dan menyatakan bahwa kesepakatan bisa terus berjalan tanpa Iran," kata analis IG, Angus Nicholson.

"Pemosisian oleh sisi-sisi yang berbeda dalam menuju pertemuan kemungkinan akan mempertahankan harga sangat volatil," tambah Nicholson.

Namun, ada keraguan tentang prospek untuk kesepakatan pembatasan produksi di Doha.

"Sayangnya, sejarah menentang apa pun bisa keluar dari pertemuan Doha," analis David Lennox dari Fat Prophets di Sydney mengatakan kepada AFP.

"Tapi banyak negara-negara OPEC yang sedang merasakan ekonominya sakit besar, mungkin memberi mereka dorongan untuk mengambil beberapa tindakan positif dalam pemotongan produksi," ia memperingatkan.

James Williams dari WTRG Economics mengatakan pasar minyak mungkin akan diperdagangkan secara bergelombang menjelang pertemuan itu.

"Antara sekarang dan pertemuan Doha, kita akan melihat pasar naik dan turun banyak bergantung pada apa yang dikatakan anggota OPEC," tambahnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Minyak Dunia Jatuh Akibat Aksi Ambil Untung

Harga Minyak Dunia Jatuh Akibat Aksi Ambil Untung

Bisnis | Jum'at, 08 April 2016 | 06:22 WIB

Minyak Dunia Anjlok Lagi Pagi Ini

Minyak Dunia Anjlok Lagi Pagi Ini

Bisnis | Selasa, 05 April 2016 | 07:17 WIB

Chevron Indonesia PHK 700 Karyawan di Indonesia

Chevron Indonesia PHK 700 Karyawan di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 01 April 2016 | 15:35 WIB

PLN Kembali Turunkan Tarif Listrik Mulai 1 April

PLN Kembali Turunkan Tarif Listrik Mulai 1 April

Bisnis | Jum'at, 01 April 2016 | 14:21 WIB

Terkini

Ini 8 Rest Area Tol Cipali yang Bisa Dipakai Saat Arus Balik Lebaran 2026

Ini 8 Rest Area Tol Cipali yang Bisa Dipakai Saat Arus Balik Lebaran 2026

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 10:55 WIB

Penumpang Kereta Api Membludak, Okupansi Tembus 150,7%

Penumpang Kereta Api Membludak, Okupansi Tembus 150,7%

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 10:16 WIB

Penjualan Turun, IKEA Pangkas 800 Karyawan

Penjualan Turun, IKEA Pangkas 800 Karyawan

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 09:20 WIB

Daftar Harga BBM di Tengah Konflik Global, Stabil saat Arus Balik Lebaran 2026

Daftar Harga BBM di Tengah Konflik Global, Stabil saat Arus Balik Lebaran 2026

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 09:02 WIB

Emas Antam Masih Murah Meriah, Harganya Cuma Rp 2,8 Juta/Gram

Emas Antam Masih Murah Meriah, Harganya Cuma Rp 2,8 Juta/Gram

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 09:00 WIB

Banyak Pemudik saat Lebaran Bikin Kinerja Industri Asuransi Perjalanan Melonjak

Banyak Pemudik saat Lebaran Bikin Kinerja Industri Asuransi Perjalanan Melonjak

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 08:52 WIB

Naik Whoosh Saat Lebaran, Bisa Dapat Diskon Hotel hingga Wisata Gratis

Naik Whoosh Saat Lebaran, Bisa Dapat Diskon Hotel hingga Wisata Gratis

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 08:48 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Membludak, Menhub Sarankan Mudik Balik Lebih Awal

Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Membludak, Menhub Sarankan Mudik Balik Lebih Awal

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 08:45 WIB

Perhatian Pemudik! Jangan Pulang dari Kampung Tanggal 24-28-29 Jika Tak Mau Macet

Perhatian Pemudik! Jangan Pulang dari Kampung Tanggal 24-28-29 Jika Tak Mau Macet

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 08:29 WIB

Harga Minyak Dunia Makin Terbang Imbas Iran Mau Tutup Selat Hormuz Tanpa Batas Waktu

Harga Minyak Dunia Makin Terbang Imbas Iran Mau Tutup Selat Hormuz Tanpa Batas Waktu

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 08:16 WIB