Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.941,066
LQ45 588,991
Srikehati 289,797
JII 354,441
USD/IDR 17.926

Persentase Pekerja Industri Jasa di Indonesia Masih Kecil

Adhitya Himawan

Selasa, 12 April 2016 | 17:17 WIB
Persentase Pekerja Industri Jasa di Indonesia Masih Kecil
Mantan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di Gedung The Plaza, Jakarta, Selasa (8/3/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Dengan adanya kelesuan ekonomi global, maka berbagai negara mencari sumber pertumbuhan ekonomi yang baru. Salah satu sumber yang diharapkan adalah sektor jasa. Di Indonesia, proporsi sektor jasa dalam GDP meningkat dari 45 persen di 2010 menjadi 56 persen di 2014.

Selain itu, antara tahun 1984 dan 2008, penelitian mengindikasikan bahwa 80 persen dari orang miskin di pedesaan dan 86 persen orang miskin di perkotaan dapat keluar dari status miskin karena pekerjaan atau pendapatan yang diperoleh dari sektor jasa.

Sektor jasa juga merupakan sumber pekerjaan yang penting bagi perempuan. Pada tahun 1986, 35 persen pekerja sektor jasa adalah perempuan; pada tahun 2013, lebih dari setengah (52 persen) adalah perempuan. “Terutama bagi Indonesia yang baru saja menikmati ‘natural resources boom’, sektor jasa memiliki potensi besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan,” kata Profesor Mari Elka Pangestu, guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia dalam keterangan resmi, Selasa (12/4/2016).

Namun demikian, walapun ada tren meningkat di Indonesia namun secara rata-rata prestasi sektor jasa di Indonesia masih tertinggal dibandingkan rata-rata negara-negara lain di ASEAN.  Jumlah orang yang berkerja di sektor jasa di Indonesia juga proporsinya relatif rendah dibandingkan negara-negara ASEAN; rata-rata di tahun 2010-13 sekitar 43 persen. “ ujar wanita yang juga Anggota Board of Directors, Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia tersebut.

Ada berbagai hal menarik lainnya tentang sektor jasa, antara lain, berkembangnya sektor ini cukup bergantung pada keputusan rumah tangga, perusahaan maupun institusi lainnya untuk melakukan ‘outsourcing’, yaitu membayar pihak lain untuk menjalankan fungsi-fungsi tertentu yang sebelumnya dilakukan sendiri. Pada tingkat rumah tangga, misalnya, tidak memasak sendiri namun membeli makanan di restoran. “Pada tingkat perusahaan, mengkontrak antar-jemput barang kepada pihak lain (sementara sebelumnya dilakukan dengan memiliki armada alat angkut dan pengemudi sendiri),” kata Christopher Findlay, Executive Dean pada Faculty of the Professions, The University of Adelaide dalam kesempatan yang sama.

Kedua, dua pertiga orang yang bekerja di sektor jasa, bekerja secara informal. Artinya, mereka tidak menikmati kepastian kerja serta fasilitas kesehatan dan lainnya yang umumnya tersedia bagi pekerja formal.

Ketiga, perdagangan dalam sektor jasa merupakan dimensi yang menarik. Indonesia mengalami defisit dalam hal ini, dan tingkat transaksinya sebagai proporsi dari GDP rendah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya (Peraga 3). “Artinya, Indonesia relatif tertutup bagi perdagangan internasional di sektor ini,” jelas Christopher.

Acara International Service Summit yang digelar hari ini di Jakarta, Selasa (12/4/2016) merupakan yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia. Summit telah dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Perkonomian Indonesia, Bapak Darmin Nasution, PhD dan Menteri Perhubungan Indonesia Bapak Ignasius Jonan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Australia Dikabarkan Tidak Ikut Serta dalam Ajang FIFA ASEAN Cup 2026

Australia Dikabarkan Tidak Ikut Serta dalam Ajang FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Rabu, 03 Juni 2026 | 10:48 WIB

Qurban Era Digital: Bagaimana Teknologi Mengubah Tradisi Idul Adha di ASEAN

Qurban Era Digital: Bagaimana Teknologi Mengubah Tradisi Idul Adha di ASEAN

Lifestyle | Sabtu, 30 Mei 2026 | 22:09 WIB

Konsumsi Daging Orang RI Ternyata Masih Rendah

Konsumsi Daging Orang RI Ternyata Masih Rendah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:05 WIB

7 Zodiak yang Isinya Orang Kaya di ASEAN, Taurus dan Aries Paling Dominan

7 Zodiak yang Isinya Orang Kaya di ASEAN, Taurus dan Aries Paling Dominan

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:09 WIB

Sandy Walsh Cetak Sejarah! Buriram United Juara ASEAN Club Championship

Sandy Walsh Cetak Sejarah! Buriram United Juara ASEAN Club Championship

Bola | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:40 WIB

Jambret WNA Coreng Jakarta Kota Teraman ke-2 ASEAN, Gubernur Pramono: Hukum Seberat-beratnya!

Jambret WNA Coreng Jakarta Kota Teraman ke-2 ASEAN, Gubernur Pramono: Hukum Seberat-beratnya!

News | Senin, 18 Mei 2026 | 08:25 WIB

DPR RI Terima Dubes Thailand, Bahas Dampak Perang hingga Nasib Myanmar yang Di-blacklist ASEAN

DPR RI Terima Dubes Thailand, Bahas Dampak Perang hingga Nasib Myanmar yang Di-blacklist ASEAN

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:14 WIB

I.League Upayakan Persija ke ASEAN Club Championship meski Gagal Finis Dua Besar Super League

I.League Upayakan Persija ke ASEAN Club Championship meski Gagal Finis Dua Besar Super League

Bola | Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:09 WIB

Indonesia Disebut Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, PSSI Buka Suara

Indonesia Disebut Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, PSSI Buka Suara

Bola | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:57 WIB

Greenpeace Desak ASEAN Segera Atasi Krisis Plastik dan Bahan Bakar Fosil

Greenpeace Desak ASEAN Segera Atasi Krisis Plastik dan Bahan Bakar Fosil

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

Terkini

Wujud Swasembada Energi, Komisaris Pertamina Apresiasi Program TJSL Uma Palak Lestari di Denpasar

Wujud Swasembada Energi, Komisaris Pertamina Apresiasi Program TJSL Uma Palak Lestari di Denpasar

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 10:28 WIB

3 Cara Cek Kurs Rupiah ke Dolar, Bisa Dipantau Setiap Hari dari HP

3 Cara Cek Kurs Rupiah ke Dolar, Bisa Dipantau Setiap Hari dari HP

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 10:15 WIB

Komitmen Pengurangan Emisi, BTN Perluas Program Bayar Angsuraanmu dengan Sampahmu hingga ke Kudus

Komitmen Pengurangan Emisi, BTN Perluas Program Bayar Angsuraanmu dengan Sampahmu hingga ke Kudus

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 10:14 WIB

Sentimen Damai Timur Tengah dan Pembatasan Wewenang Trump Redam Harga Minyak

Sentimen Damai Timur Tengah dan Pembatasan Wewenang Trump Redam Harga Minyak

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 10:06 WIB

Kabar Baik untuk Emak-Emak! Harga Cabai dan Bawang Merah Turun, Ini Daftar Lengkapnya

Kabar Baik untuk Emak-Emak! Harga Cabai dan Bawang Merah Turun, Ini Daftar Lengkapnya

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:53 WIB

Rupiah Resmi Masuk Jurang ke Level Rp18.010 per Dolar AS, Pasar Menanti Langkah Bank Indonesia

Rupiah Resmi Masuk Jurang ke Level Rp18.010 per Dolar AS, Pasar Menanti Langkah Bank Indonesia

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:46 WIB

IHSG Lanjutkan Pelemahan ke Level 5.800-an pada Kamis Pagi, Simak Saham-saham Ini

IHSG Lanjutkan Pelemahan ke Level 5.800-an pada Kamis Pagi, Simak Saham-saham Ini

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:17 WIB

Rupiah Jeblok Rp18.000 per Dolar AS, Ekonomi 200 Juta WNI Dipertaruhkan

Rupiah Jeblok Rp18.000 per Dolar AS, Ekonomi 200 Juta WNI Dipertaruhkan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:58 WIB

Harga Emas Antam Lagi Murah Dibanderol Rp 2,75 Juta per Gram

Harga Emas Antam Lagi Murah Dibanderol Rp 2,75 Juta per Gram

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:50 WIB

Rupiah Akhirnya Jebol ke Rp18.000, Purbaya Tak Mau Disalahkan

Rupiah Akhirnya Jebol ke Rp18.000, Purbaya Tak Mau Disalahkan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:43 WIB