Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Bank Dunia Naikkan Proyeksi Harga Minyak 2016

Ririn Indriani

Rabu, 27 April 2016 | 08:02 WIB
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Harga Minyak 2016
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Suara.com - Bank Dunia pada Selasa menaikkan perkiraan untuk harga minyak mentah pada 2016 menjadi 41 dolar AS per barel, mengatakan bahwa kelebihan pasokan di pasar diperkirakan akan surut.

Dalam laporan terbaru "Commodity Markets Outlook", pemberi pinjaman global yang berbasis Washington itu menaikkan perkiraan harga minyak mentah tahun ini menjadi 41 dolar AS per barel dari proyeksi Januari di 37 dolar AS per barel.

Peningkatan proyeksi harga minyak tersebut mencerminkan perbaikan sentimen pasar dan melemahnya dolar, serta Bank Dunia juga memperkirakan kelebihan pasokan akan menjadi berkurang.

"Kami perkirakan harga sedikit lebih tinggi untuk komoditas energi selama tahun ini karena penyeimbangan kembali pasar setelah periode kelebihan pasokan," kata John Baffes, penulis utama laporan tersebut.

"Namun, harga energi bisa jatuh lebih jauh jika OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) meningkatkan produksi secara signifikan dan produksi non-OPEC tidak jatuh secepat yang diperkirakan."

Harga minyak pulih dari serendah 25 dolar AS per barel pada pertengahan Januari menjadi 40 dolar AS per barel pada April, menyusul gangguan produksi di Irak dan Nigeria serta penurunan produksi non-OPEC, terutama produksi minyak serpih di Amerika Serikat.

Meskipun harga dinaikkan, Bank Dunia memperkirakan harga minyak akan tetap lebih rendah dari tahun lalu. Harga energi, termasuk minyak, gas alam dan batu bara, diperkirakan turun 19,3 persen tahun ini dari tahun sebelumnya, kata Bank Dunia. Penurunan diperkirakan jauh lebih kecil dari perkiraannya pada Januari jatuh 24,7 persen.

Persediaan yang terus-menerus meningkat dan prospek pertumbuhan yang lemah di negara-negara emerging market dan berkembang adalah alasan utama yang mempertahankan harga energi lebih rendah dari tahun lalu, kata Bank Dunia.

Bank Dunia merevisi turun perkiraan untuk harga-harga pertanian, karena memproyeksikan 2016 akan menjadi tahun panen menguntungkan lagi bagi sebagian besar komoditas biji-bijian dan minyak biji-bijian. Bank memperkirakan harga-harga pertanian turun 4,0 persen tahun ini.

Harga-harga logam diproyeksikan menurun 8,2 persen tahun ini, lebih rendah dari proyeksi Januari untuk penurunan 10,2 persen. Peningkatan ini mencerminkan ekspektasi pertumbuhan permintaan kuat dari Cina, kata Bank Dunia.(Antara/Xinhua)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Saudi Akan Selesaikan Ekspansi Ladang Minyak, Minyak Dunia Jatuh

Saudi Akan Selesaikan Ekspansi Ladang Minyak, Minyak Dunia Jatuh

Bisnis | Selasa, 26 April 2016 | 08:26 WIB

Negara Kaya Minyak Tak Temui Kesepakatan Pembekuan Produksi

Negara Kaya Minyak Tak Temui Kesepakatan Pembekuan Produksi

Bisnis | Senin, 18 April 2016 | 08:15 WIB

Harga Minyak Dunia Jatuh Jelang Pertemuan Doha

Harga Minyak Dunia Jatuh Jelang Pertemuan Doha

Bisnis | Sabtu, 16 April 2016 | 07:33 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak Dorong Penguatan Rupiah

Harga Minyak Dunia Melonjak Dorong Penguatan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 15 April 2016 | 10:50 WIB

Terkini

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:06 WIB

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:52 WIB

Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen

Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:42 WIB

Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya

Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:34 WIB

Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan

Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:17 WIB

Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang

Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:17 WIB

Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia

Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:59 WIB

Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri

Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:46 WIB