Sulit Menyisihkan Uang Investasi? Coba Ikut Autodebet Reksa Dana

Angelina Donna | Suara.com

Jum'at, 06 Mei 2016 | 12:00 WIB
Sulit Menyisihkan Uang Investasi? Coba Ikut Autodebet Reksa Dana
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - Kesadaran menyisihkan uang untuk berinvestasi, bagi sebagian orang terkadang masih terasa sangat sulit. Karena biasanya orang suka menunda-nunda untuk melakukan investasi. Padahal dengan berinvestasi secara rutin, kita dapat mempersiapkan segala macam kebutuhan mulai dari kebutuhan jangka pendek hingga panjang. 

Namun sebenarnya, kini telah tersedia fasilitas autodebet untuk membantu kita menyisihkan uang secara otomatis dari rekening tabungan kita untuk investasi.

Nah, fasilitas autodebet ini juga sudah tersedia untuk investasi reksa dana. Fasilitas ini banyak ditawarkan tiap perusahaan manajer investasi atau pun agen penjual dengan memotong dana di tabungan secara otomatis tiap bulannya untuk diinvestasikan pada reksa dana.

Besarnya nominal dana yang akan dipotong tiap bulannya ditentukan oleh investor itu sendiri, namun biasanya dengan minimal Rp100 ribu sudah bisa mengikuti program ini. Dengan adanya fasilitas ini, investor tidak perlu repot-repot mentransfer secara manual tiap bulannya untuk melakukan penambahan (top up) investasi reksa dana.

Fasilitas ini juga membantu investor untuk mendisiplinkan diri dalam investasi reksa dana secara rutin tiap bulan, yang memiliki kesulitan menyisihkan pendapatannya. Dengan adanya autodebet, investor tidak perlu pusing memikirkan harus menyisihkan dana untuk investasi, karena akan secara otomatis terpotong pada tanggal yang telah dipilihnya.

“Saya ikut program autodebet reksa dana karena ingin mendisiplinkan diri untuk berinvestasi. Setiap hari pergerakan Nilai Aktiva Bersih (NAB) juga bisa naik dan turun. Dengan penambahan investasi dengan sistem autodebet, return (keuntungan) yang dihasilkan juga dapat dirata-ratakan di akhir periode,” ujar Niko Antonio Susanto, salah satu investor reksa dana online di Marketplace Investasi Bareksa.

Namun, fasilitas ini (autodebet) biasanya dikenakan biaya bank (bank fee). Besarnya biaya bank ini berbeda, tapi jika melakukan autodebet melalui Bareksa, hanya akan dikenakan biaya bank sebesar Rp3.000-5.000 per bulannya.

Yang perlu diperhatikan oleh investor adalah transaksi autodebet pada reksa dana berbeda dengan autodebet pada asuransi. Jika suatu saat rekening tabungan Anda tidak cukup untuk melakukan autodebet, maka transaksi top up reksa dana pada bulan tersebut batal. Investor pun tidak akan dikenakan denda atau pun pengurangan saldo investasi.

Berinvestasi di reksa dana secara konsisten dengan fasilitas autodebet, kita bisa mencapai tujuan investasi yang terarah dan memiliki kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Jadi, sekarang sudah tidak ada alasan lagi untuk sulit menyisihkan uang dan menunda berinvestasi.

Ayo, menabung reksa dana!


Published by

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran

DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:41 WIB

Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta

Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:29 WIB

Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana

Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:51 WIB

Jadwal Operasional BRI Pasca Libur Lebaran 2026

Jadwal Operasional BRI Pasca Libur Lebaran 2026

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:29 WIB

Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel

Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:24 WIB

Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup

Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:21 WIB

Biang Macet Saat Mudik Terungkap! 21 Ribu Kehabisan Saldo E-Toll

Biang Macet Saat Mudik Terungkap! 21 Ribu Kehabisan Saldo E-Toll

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:01 WIB

Jangan Lupa! Besok Pasar Saham RI Kembali Dibuka, IHSG Diproyeksi Anjlok

Jangan Lupa! Besok Pasar Saham RI Kembali Dibuka, IHSG Diproyeksi Anjlok

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:48 WIB

Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000

Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:31 WIB

BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional

BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:26 WIB