Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Forextime: Kecemasan Seputar Brexit Menekan Pasar Global

Adhitya Himawan

Kamis, 23 Juni 2016 | 08:36 WIB
Forextime: Kecemasan Seputar Brexit Menekan Pasar Global
Suasana perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Research Analyst FXTM Lukman Otunuga menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan hari Selasa (21/6/2016) karena di luar dugaan kubu pro Inggris tetap bergabung di Uni Eropa atau lazim disebut Bremain memimpin sehingga memperbesar harapan kemenangan Bremain di referendum hari Kamis (23/6/2016).

Investor bullish layak dipuji atas kemampuannya memperkuat sebagian besar saham utama Indonesia, namun investor harus tetap waspada karena penghindaran risiko tetap tinggi. Sentimen terhadap ekonomi Indonesia tetap agak bearish setelah World Bank mengurangi proyeksi pertumbuhan negara ini di tahun 2016. "Hal ini dapat mendorong investor bearish untuk menyerang IHSG di jangka waktu menengah," kata Lukman dalam keterangan resmi, Rabu (22/6/2016).

Lukman mengakui bahwa pasar global tertekan pada perdagangan hari Selasa (21/6/2016) karena kegelisahan seputar dampak luar biasa Inggris akan keluar dari Uni Eropa atau Brexit terhadap ekonomi global sangat mengganggu sentimen. Walaupun pasar saham menguat karena optimisme "Bremain" pada perdagangan pekan ini, peningkatan kewaspadaan dan kegelisahan menjelang referendum Uni Eropa pada Kamis (23/6/2016) Juni dapat memicu aksi jual yang tak terduga.

"Sepertinya ekspektasi Brexit dan volatilitas harga minyak memberi dampak yang sama pada optimisme global. Spekulasi Brexit mengikis optimisme terhadap ekonomi global sehingga mendorong investor untuk menghindari aset berisiko. Investor bullish memang berhasil memperkuat sebagian besar saham utama di tengah ketidakpastian Brexit, namun investor harus tetap waspada karena lingkungan trading saat ini masih menghindari risiko," jelas Lukman.

Ancaman Brexit mempersulit langkah Fed

Pasar akan mengarahkan perhatian kepada Gubernur Fed Janet Yellen yang akan bersaksi di hadapan Senate Banking Committee di Washington DC. Harapan kenaikan suku bunga Fed di Triwulan 2 semakin tipis dan perkembangan isu Brexit menghalangi upaya bank sentral Amerika Serikat ini untuk mengambil langkah. Walaupun data dari AS sejauh ini cenderung positif, ketidakpastian global dan potensi ancaman Brexit terhadap ekonomi global memaksa Fed untuk meninjau kembali posisinya. Karena harapan kenaikan suku bunga AS semakin pudar dan kekhawatiran Brexit semakin tinggi, USD rentan melemah. Apabila Brexit benar-benar terjadi, Fed mungkin terpaksa tidak mengambil langkah dan ini akan menjadi pondasi bagi investor bearish untuk mengadakan aksi jual besar-besaran untuk Indeks Dolar.

Indeks Dolar dibuka di bawah 94.00 pada hari Senin dan dapat mendekati 93.00 apabila momentum bearish ini berkepanjangan. Dari sudut pandang teknikal, harga berada di bawah 20 SMA harian sedangkan MACD juga telah melintas ke bawah. Level support sebelumnya yaitu 94,00 dapat berubah menjadi level resistance dinamis yang dapat membuka jalan menuju 92.00.

Peringatan tentang Brexit semakin intensif

Topik Brexit terus mendominasi pasar global dan berbagai tokoh finansial penting telah berulang kali menyuarakan pandangannya tentang dampak negatif luar biasa Brexit terhadap Inggris dan ekonomi global. Volatilitas GBP mencapai tingkat sangat tinggi dan dapat semakin parah karena ketidakpastian dan kegelisahan membuat investor menumpuk posisi spekulatif. Kedua kubu Brexit dan Bremain bergantian menduduki puncak survei, dan hingga saat ini belum pasti kubu mana yang sesungguhnya memimpin. Hal ini membuat GBP semakin tak terduga. Sentimen terhadap GBP tetap bearish dan ketertarikan investor terhadap GBP semakin rendah. Kita harus mengingat bahwa peningkatan tajam GBPUSD disebabkan oleh ekspektasi "Bremain", aksi ambil untung, dan melemahnya USD. "Bremain" maupun "Brexit" belum benar-benar terefleksikan sepenuhnya dalam harga dan investor akan lebih berhati-hati. 

Sorotan Komoditas - Minyak Mentah WTI

Harga minyak mentah WTI sedikit menguat mendekati 48.40 Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari Selasa (21/6/2016) karena perkembangan Brexit dan penghindaran risiko membuat sebagian besar investor berhati-hati. Walaupun investor bullish berhasil mendorong harga minyak naik kembali ke level $48 pada perdagangan pekan lalu, harga dapat melemah karena masalah oversuplai masih terus berlanjut dan memberi motivasi bagi trader bearish untuk menyerang. Brexit dapat memicu anjloknya harga minyak karena potensi terjadinya resesi yang disebabkan oleh Brexit menimbulkan kecemasan tentang penurunan permintaan global.

"Dari sudut pandang teknikal, bears harus kembali mencapai di bawah 47.00 Dolar AS agar dapat membuka jalan ke penurunan lebih lanjut menuju 46.00 Dolar AS," tutup Lukman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Brexit Diyakini Batal, Pasar Saham AS dan Eropa Menguat

Brexit Diyakini Batal, Pasar Saham AS dan Eropa Menguat

Bisnis | Rabu, 22 Juni 2016 | 09:36 WIB

Brexit Dianggap Jadi Racun Bagi Perekonomian Eropa

Brexit Dianggap Jadi Racun Bagi Perekonomian Eropa

Bisnis | Selasa, 21 Juni 2016 | 09:12 WIB

Inggris Condong Tetap di Eropa, Bursa Saham AS dan Eropa Menguat

Inggris Condong Tetap di Eropa, Bursa Saham AS dan Eropa Menguat

Bisnis | Selasa, 21 Juni 2016 | 07:54 WIB

Isu Brexit Bikin Pasar Saham AS Ditutup Melemah

Isu Brexit Bikin Pasar Saham AS Ditutup Melemah

Bisnis | Senin, 20 Juni 2016 | 08:05 WIB

Saham Apple dan Perusahaan Teknologi Lain di Wall Street Jatuh

Saham Apple dan Perusahaan Teknologi Lain di Wall Street Jatuh

Bisnis | Sabtu, 18 Juni 2016 | 12:50 WIB

Menkeu Yakin Isu Brexit Tak Berdampak Serius ke Indonesia

Menkeu Yakin Isu Brexit Tak Berdampak Serius ke Indonesia

Bisnis | Jum'at, 17 Juni 2016 | 16:44 WIB

BI Minta Pemerintah Waspadai Kenaikan The Fed dan Isu Brexit

BI Minta Pemerintah Waspadai Kenaikan The Fed dan Isu Brexit

Bisnis | Jum'at, 17 Juni 2016 | 14:38 WIB

Forextime: Pasar Terus Khawatir Inggris akan Out dari Uni Eropa

Forextime: Pasar Terus Khawatir Inggris akan Out dari Uni Eropa

Bisnis | Jum'at, 17 Juni 2016 | 13:15 WIB

Terkini

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB