Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Forextime: Kecemasan Seputar Brexit Menekan Pasar Global

Adhitya Himawan

Kamis, 23 Juni 2016 | 08:36 WIB
Forextime: Kecemasan Seputar Brexit Menekan Pasar Global
Suasana perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Research Analyst FXTM Lukman Otunuga menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan hari Selasa (21/6/2016) karena di luar dugaan kubu pro Inggris tetap bergabung di Uni Eropa atau lazim disebut Bremain memimpin sehingga memperbesar harapan kemenangan Bremain di referendum hari Kamis (23/6/2016).

Investor bullish layak dipuji atas kemampuannya memperkuat sebagian besar saham utama Indonesia, namun investor harus tetap waspada karena penghindaran risiko tetap tinggi. Sentimen terhadap ekonomi Indonesia tetap agak bearish setelah World Bank mengurangi proyeksi pertumbuhan negara ini di tahun 2016. "Hal ini dapat mendorong investor bearish untuk menyerang IHSG di jangka waktu menengah," kata Lukman dalam keterangan resmi, Rabu (22/6/2016).

Lukman mengakui bahwa pasar global tertekan pada perdagangan hari Selasa (21/6/2016) karena kegelisahan seputar dampak luar biasa Inggris akan keluar dari Uni Eropa atau Brexit terhadap ekonomi global sangat mengganggu sentimen. Walaupun pasar saham menguat karena optimisme "Bremain" pada perdagangan pekan ini, peningkatan kewaspadaan dan kegelisahan menjelang referendum Uni Eropa pada Kamis (23/6/2016) Juni dapat memicu aksi jual yang tak terduga.

"Sepertinya ekspektasi Brexit dan volatilitas harga minyak memberi dampak yang sama pada optimisme global. Spekulasi Brexit mengikis optimisme terhadap ekonomi global sehingga mendorong investor untuk menghindari aset berisiko. Investor bullish memang berhasil memperkuat sebagian besar saham utama di tengah ketidakpastian Brexit, namun investor harus tetap waspada karena lingkungan trading saat ini masih menghindari risiko," jelas Lukman.

Ancaman Brexit mempersulit langkah Fed

Pasar akan mengarahkan perhatian kepada Gubernur Fed Janet Yellen yang akan bersaksi di hadapan Senate Banking Committee di Washington DC. Harapan kenaikan suku bunga Fed di Triwulan 2 semakin tipis dan perkembangan isu Brexit menghalangi upaya bank sentral Amerika Serikat ini untuk mengambil langkah. Walaupun data dari AS sejauh ini cenderung positif, ketidakpastian global dan potensi ancaman Brexit terhadap ekonomi global memaksa Fed untuk meninjau kembali posisinya. Karena harapan kenaikan suku bunga AS semakin pudar dan kekhawatiran Brexit semakin tinggi, USD rentan melemah. Apabila Brexit benar-benar terjadi, Fed mungkin terpaksa tidak mengambil langkah dan ini akan menjadi pondasi bagi investor bearish untuk mengadakan aksi jual besar-besaran untuk Indeks Dolar.

Indeks Dolar dibuka di bawah 94.00 pada hari Senin dan dapat mendekati 93.00 apabila momentum bearish ini berkepanjangan. Dari sudut pandang teknikal, harga berada di bawah 20 SMA harian sedangkan MACD juga telah melintas ke bawah. Level support sebelumnya yaitu 94,00 dapat berubah menjadi level resistance dinamis yang dapat membuka jalan menuju 92.00.

Peringatan tentang Brexit semakin intensif

Topik Brexit terus mendominasi pasar global dan berbagai tokoh finansial penting telah berulang kali menyuarakan pandangannya tentang dampak negatif luar biasa Brexit terhadap Inggris dan ekonomi global. Volatilitas GBP mencapai tingkat sangat tinggi dan dapat semakin parah karena ketidakpastian dan kegelisahan membuat investor menumpuk posisi spekulatif. Kedua kubu Brexit dan Bremain bergantian menduduki puncak survei, dan hingga saat ini belum pasti kubu mana yang sesungguhnya memimpin. Hal ini membuat GBP semakin tak terduga. Sentimen terhadap GBP tetap bearish dan ketertarikan investor terhadap GBP semakin rendah. Kita harus mengingat bahwa peningkatan tajam GBPUSD disebabkan oleh ekspektasi "Bremain", aksi ambil untung, dan melemahnya USD. "Bremain" maupun "Brexit" belum benar-benar terefleksikan sepenuhnya dalam harga dan investor akan lebih berhati-hati. 

Sorotan Komoditas - Minyak Mentah WTI

Harga minyak mentah WTI sedikit menguat mendekati 48.40 Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari Selasa (21/6/2016) karena perkembangan Brexit dan penghindaran risiko membuat sebagian besar investor berhati-hati. Walaupun investor bullish berhasil mendorong harga minyak naik kembali ke level $48 pada perdagangan pekan lalu, harga dapat melemah karena masalah oversuplai masih terus berlanjut dan memberi motivasi bagi trader bearish untuk menyerang. Brexit dapat memicu anjloknya harga minyak karena potensi terjadinya resesi yang disebabkan oleh Brexit menimbulkan kecemasan tentang penurunan permintaan global.

"Dari sudut pandang teknikal, bears harus kembali mencapai di bawah 47.00 Dolar AS agar dapat membuka jalan ke penurunan lebih lanjut menuju 46.00 Dolar AS," tutup Lukman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Brexit Diyakini Batal, Pasar Saham AS dan Eropa Menguat

Brexit Diyakini Batal, Pasar Saham AS dan Eropa Menguat

Bisnis | Rabu, 22 Juni 2016 | 09:36 WIB

Brexit Dianggap Jadi Racun Bagi Perekonomian Eropa

Brexit Dianggap Jadi Racun Bagi Perekonomian Eropa

Bisnis | Selasa, 21 Juni 2016 | 09:12 WIB

Inggris Condong Tetap di Eropa, Bursa Saham AS dan Eropa Menguat

Inggris Condong Tetap di Eropa, Bursa Saham AS dan Eropa Menguat

Bisnis | Selasa, 21 Juni 2016 | 07:54 WIB

Isu Brexit Bikin Pasar Saham AS Ditutup Melemah

Isu Brexit Bikin Pasar Saham AS Ditutup Melemah

Bisnis | Senin, 20 Juni 2016 | 08:05 WIB

Saham Apple dan Perusahaan Teknologi Lain di Wall Street Jatuh

Saham Apple dan Perusahaan Teknologi Lain di Wall Street Jatuh

Bisnis | Sabtu, 18 Juni 2016 | 12:50 WIB

Menkeu Yakin Isu Brexit Tak Berdampak Serius ke Indonesia

Menkeu Yakin Isu Brexit Tak Berdampak Serius ke Indonesia

Bisnis | Jum'at, 17 Juni 2016 | 16:44 WIB

BI Minta Pemerintah Waspadai Kenaikan The Fed dan Isu Brexit

BI Minta Pemerintah Waspadai Kenaikan The Fed dan Isu Brexit

Bisnis | Jum'at, 17 Juni 2016 | 14:38 WIB

Forextime: Pasar Terus Khawatir Inggris akan Out dari Uni Eropa

Forextime: Pasar Terus Khawatir Inggris akan Out dari Uni Eropa

Bisnis | Jum'at, 17 Juni 2016 | 13:15 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×