Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Forextime: Pasar Terus Khawatir Inggris akan Out dari Uni Eropa

Adhitya Himawan

Jum'at, 17 Juni 2016 | 13:15 WIB
Forextime: Pasar Terus Khawatir Inggris akan Out dari Uni Eropa
Bursa saham Wall Street di New York, Amerika Serikat [Shutterstock]

Research Analyst Forextime Lukman Otunuga menyatakan bahwa Bank Indonesia (BI) memangkas BI rate menjadi 6,5 persen untuk keempat kalinya di tahun 2016 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Pemotongan suku bunga ini ditujukan untuk menciptakan stabilitas mengingat pertumbuhan domestik melambat dan inflasi statis.

"Sebagian besar pasar saham utama dunia kembali memasuki teritori merah, demikian pula saham Indonesia yang berpotensi melemah karena ketidakpastian global mendorong investor untuk menjauhi aset berisiko," kata Lukman dalam keterangan resmi, Jumat (17/6/2016).

GBP sangat tertekan pada perdagangan hari Kamis (16/6/2016) karena semakin meningkatnya kegelisahan menjelang Brexit sungguh mengurangi ketertarikan investor terhadap mata uang ini. Sebagian besar pasangan mata uang GBP sudah begitu tertekan dan dapat merosot ke level terendah apabila referendum pekan depan memutuskan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa. Trader penjual mendapat peluang untuk melaksanakan aksi jual besar-besaran dengan peningkatan ketidakpastian ini.

Fokus investor terpusat pada pengumuman kebijakan Bank of England yang secara umum diprediksi tidak akan meningkatkan suku bunga Inggris. Ini sama sekali tidak mengejutkan karena isu Brexit dan data domestik yang tidak menggembirakan tidak memberi peluang untuk BoE mengambil langkah kebijakan. Pasar terus mengkhawatirkan potensi resesi teknikal yang dapat terjadi apabila Inggris keluar dari Uni Eropa dan ini menciptakan spekulasi pemotongan suku bunga di masa mendatang sehingga GBP pun semakin tertekan.

Referendum akan digelar dalam beberapa hari lagi. Ketidakpastian dan kegelisahan akan semakin meningkat sehingga volatilitas GBP pun semakin hebat. Sepertinya potensi Brexit belum sepenuhnya dicerminkan dalam harga saat ini karena short spekulatif kecil sekali pun dapat menyebabkan penurunan besar. GBPUSD tetap bearish pada rentang waktu harian. "Apabila harga bergerak turun di bawah 1.1400 maka akan terbuka jalan menuju 1.4000," ujar Lukman.

Selain itu, Lukman melihat pasar global tidak tergerak pada perdagangan hari Rabu (15/6/2016) karena pernyataan FOMC yang ambivalen dan tidak menyebutkan peningkatan suku bunga AS. Ini sudah dapat diduga mengingat angka ketenagakerjaan non pertanian bulan Mei yang mengecewakan dan mencegah upaya bank sentral ini untuk membuat kebijakan. Walaupun tidak ada perubahan signifikan yang dimuat dalam pernyataan ini, revisi dot plot yang diproyeksikan lebih rendah cukup menarik perhatian.

Janet Yellen memang telah berulang kali mengatakan bahwa suku bunga mungkin ditingkatkan di bulan Juli, namun hal ini tampaknya tak mungkin terjadi mengingat ketidakstabilan dan ketidakpastian global. Apabila data AS terus mengikuti tren positif dan situasi ketenagakerjaan membaik, maka suku bunga berpeluang ditingkatkan di bulan September dengan syarat ekonomi global pun membaik.

Ekspektasi peningkatan suku bunga AS berulang kali ditunda dan Dolar Amerika Serikat (AS) berada dalam posisi yang rentan. Ini tergambar dalam Indeks Dolar yang anjlok mendekati 94.00. Investor yang bullish terhadap Indeks Dolar mungkin dapat merebut kembali posisinya di atas 95.00 apabila Indeks Harga Konsumen AS menguat dan melampaui ekspektasi di atas 0.3%. Dari sudut pandang teknikal, dapat terjadi breakout di atas 95.00 atau breakdown di bawah 94.00 tergantung hasil rilis IHK mendatang.

Adapun Harga minyak mentah WTI terus melemah di pekan ini karena masalah oversuplai semakin memburuk dan data mingguan jumlah sumur minyak AS semakin meningkat. Harga tetap bearish secara fundamental dan dapat semakin melemah apabila kekhawatiran tentang penurunan permintaan global memberi motivasi bagi investor bearish untuk menjalankan aksi jual besar-besaran. Hampir tidak ada harapan bahwa OPEC akan dapat mencapai kesepakatan. Sementara itu, Iran semakin menggenjot produksi untuk merebut pangsa pasar sehingga harga minyak sepertinya masih akan terus rendah. Dari sudut pandang teknikal, harga WTI diperdagangkan di bawah 20 SMA harian dan penurunan di bawah 47 Dolar AS akan membuka jalan menuju level 4,.50 Dolar AS.

Sementara, harga emas mengalami reli hebat dan harga melonjak ke level tertinggi 1313 Dolar AS karena ekspektasi peningkatan suku bunga AS di triwulan 2 semakin menipis. Pernyataan FOMC di hari Rabu (15/6/2016) yang bernada agak dovish ditambah penghindaran risiko terkait Brexit membuat pesona logam mulia ini sangat meningkat sehingga memberi peluang bagi pembeli. Emas menjadi bullish pada rentang waktu harian dan lemahnya USD memberi momentum bagi harga Emas untuk mendekati 1315 Dolar AS atau bahkan lebih tinggi lagi. "Dari sudut pandang teknikal level resistance sebelumnya sekitar $1300 dapat menjadi support dinamis untuk lonjakan menuju 1315 Dolar AS," tutup Lukman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KASIHAN Thomas Tuchel Kabarnya Dipaksa Keluar Inggris Setelah Dipecat Chelsea

KASIHAN Thomas Tuchel Kabarnya Dipaksa Keluar Inggris Setelah Dipecat Chelsea

Bola | Jum'at, 23 September 2022 | 17:07 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×