Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Inggris Condong Tetap di Eropa, Bursa Saham AS dan Eropa Menguat

Adhitya Himawan | Suara.com

Selasa, 21 Juni 2016 | 07:54 WIB
Inggris Condong Tetap di Eropa, Bursa Saham AS dan Eropa Menguat
Ilustrasi pialang pada bursa saham (Shutterstock).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin (20/6/2016) ditutup naik sebesar 28 poin atau 0,59 persen ke level 4.863 setelah bergerak di antara 4.828 - 4.863. Sebanyak 156 saham naik, 123 saham turun, 94 saham tidak bergerak. Investor bertransaksi Rp 5.089 triliun. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi jual bersih (net sell) Rp 28 miliar.

Penjelasan tersebut tertuang dalam keterangan resmi Managing Partner PT Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe, Selasa (21/6/2016).

"IHSG berhasil menguat 28 point membentuk candle dengan body naik kecil dan shadow di bawah indikasi perlawanan atas pelemahan. IHSG berpeluang konsolidasi menguat dengan target penguatan ke level 4888 sampai 4940 dan support di level 4828 sampai 4789," kata Kiswoyo.

Sementara itu, pasar saham Amerika Serikat ditutup positif seiring indikasi bahwa warga Inggris pekan ini akan memilih untuk tetap berada di dalam Uni Eropa dan di tengah kenaikan harga minyak mentah. Inggris akan menggelar referendum keanggotaannya di dalam Uni Eropa pada hari Kamis (23/6/2016). Sejumlah hasil jajak pendapat yang dirilis pada akhir pekan menunjukkan bertambahnya dukungan untuk bertahan di dalam Uni Eropa, yang mana unggul tipis dari yang menginginkan untuk keluar. "Dow Jones ditutup naik 0.74 persen, Nasdaq naik 0.59 persen dan S&P Indek naik 0.59 persen," ujar Kiswoyo.

Pasar saham kawasan Eropa ditutup naik signifikan seiring penurunan peluang Brexit. Kenaikan saham-saham perbankan dan properti bantu indeks-indeks utama Eropa menguat. Kenaikan harga minyak mentah ke dekat level 50 Dolar Amerika Serikat (AS) per barel menam-bahkan sentimen positif dalam perdagangan saham seiring penguatan saham-saham energi. Meski menguat, masih ada kewaspadaan beberapa pelaku pasar seiring ketidakpastian terkait referendum.

Beberapa jajak pendapat yang dipublikasikan pada akhir pekan menunjukkan dukungan beralih ke kelompok bertahan. Hasil jajak pendapat YouGov untuk Sunday Times yang dilakukan tanggal 12-13 Juni menunjukkan dukungan Brexit (Leave) masih lebih tinggi 7 persen. Namun jajak pendapat yang dil-akukan 16-17 Juni menunjukkan dukungan berbalik menjadi lebih tinggi 1 persen untuk Inggris bertahan di Uni Eropa atau Bremain (Remain). "FTSE di Inggris ditutup naik 3.04 persen, DAX Jerman naik 3.43 persen dan CAC Prancis naik 3.50 persen.

Di Indonesia, pemerintah sedang menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) mengenai penyelesaian sengketa penanaman modal antara pemerintah dan para investor un-tuk memperkuat kepastian hukum dalam berusaha di Indonesia. Menko Bidang Perekonomian perlu aturan ini untuk kepastian hukum yang diperlukan. Ini urusan keadilan, baik bagi pemerintah maupun penanam modal. RPP tersebut merupakan aturan pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang penanaman modal dan akan mengatur penyelesaian sengketa dalam investasi, baik bagi investor dalam negeri maupun dari luar negeri.

"Penyelesaian sengketa diutamakan untuk selesai melalui mekanisme musyawarah mufakat melalui konsultasi dan nego-siasi serta dibatasi dalam jangka waktu tertentu," tutup Kiswoyo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KASIHAN Thomas Tuchel Kabarnya Dipaksa Keluar Inggris Setelah Dipecat Chelsea

KASIHAN Thomas Tuchel Kabarnya Dipaksa Keluar Inggris Setelah Dipecat Chelsea

Bola | Jum'at, 23 September 2022 | 17:07 WIB

Terkini

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB