BKPM: RI Ingin Bangun Konektivitas ke 140 Pengusaha Cina

Adhitya Himawan | Suara.com

Senin, 27 Juni 2016 | 18:49 WIB
BKPM: RI Ingin Bangun Konektivitas ke 140 Pengusaha Cina
Gedung Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Jalan Jenderal Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Selasa (7/6/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyampaikan kesamaan visi program Tol Laut Presiden Joko Widodo dengan program One Belt One Road yang disampaikan Presiden Republik Rakyat Cina Xi Jinping kepada 140 pengusaha dalam delegasi Cina yang diterima di BKPM, akhir pekan lalu, Jumat (24/6/2016).

Franky Sibarani menyampaikan bahwa salah satu kunci penting dalam visi Presiden Jokowi dan Presiden RRT tersebut adalah membangun konektivitas. ”Saat ini pemerintah gencar melakukan pembangunan terutama dalam sarana transportasi seperti pelabuhan, bandara, rute tol laut dan jalan tol,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Senin (27/6).

Menurut Franky, langkah konkret untuk membangun berbagai sarana infrastruktur serta moda transportasi tersebut dilakukan untuk mempermudah perpindahan arus barang dan arus modal di berbagai daerah di Indonesia. ”Dengan tersambungnya jaringan transportasi di Indonesia, investor yang menanamkan modalnya di satu daerah di Indonesia dapat secara optimal memanfaatkan dan mendistribusikan produknya ke seluruh Indonesia,” jelasnya. 

Franky menjelaskan bahwa adanya latar belakang hubungan bisnis yang kuat antara RRC dengan Indonesia sejak dahulu melalui jalur sutra. Kesamaan program saat ini dapat menjalin kerja sama yang saling menguntungkan untuk mencapai salah satu visi Presiden RI, yaitu menjadikan Indonesia sebagai poros utama maritim dunia. ”Dari sisi investasi konektivitas Cina dan Indonesia dapat berkontribusi positif pada meningkatnya investasi dari Cina ke Indonesia,” paparnya.

Franky menambahkan bahwa pembangunan Indonesia ditekankan pada rencana pembangunan sepanjang 2015-2019, pembangunan di bidang energi dan infrastruktur serta memiliki visi untuk menjadi poros maritim dunia. Potensi yang dimiliki Indonesia terus dikembangkan sebagai penguat peluang bisnis. Letak yang strategis bagi perdagangan dunia, sumber daya alam yang melimpah, ekonomi digital yang berkembang pesat, GDP yang stabil, serta tujuan investasi dunia. Oleh karena itu, sangat luas peluang untuk berinvestasi di Indonesia.

”Selain program pembangunan yang ditekankan pada sektor energi dan infrastruktur, dan program di bidang maritim. Kita didukung oleh berbagai potensi alam dan laiinya, sehingga peluang berbisnis bagi para investor sangat luas. Optimis melalui kerja sama antara Indonesia dan RRC ini dapat meningkatkan nilai investasi dan pembangunan terutama tol laut dapat tercapai, karena saat ini juga sudah mulai dibangun,” lanjutnya.

Dari upaya pemerintah membangun di bidang sarana transportasi terlihat dalam rencana 150 pelabuhan baru yang akan dibangun sejak 2015, 100 kapal yang dibuat, 86 jalur laut yang berjalan mulai 2015, 19 bandara baru, 132 bandara yang direhabilitasi, 27 perluasan bandara, rencana pembangunan 1.000 kilometer jalan tol yang akan selesai pada 2019, 2.650 kilometer pembangunan jalan baru, 46.770 km jalan direhabilitasi, 2.159 kilometer jalur kereta api antarkota yang akan selesai pada 2019

Dari data yang dimiliki oleh BKPM untuk periode 2010-2015, tercatat sudah US$ 52,3 miliar komitmen investasi asal Cina terdaftar di BKPM. Untuk periode triwulan pertama tahun 2016, realisasi dari RRC mencapai 464 juta Dolar AS terdiri dari 339 proyek dan menyerap tenaga kerja 10.167 tenaga kerja. Posisi Cina tersebut berada di peringkat keempat setelah Singapura, Jepang dan Hong Kong (RRT). 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hari Ini Kepala BKPM Awali Roadshow Pemasaran Investasi di AS

Hari Ini Kepala BKPM Awali Roadshow Pemasaran Investasi di AS

Bisnis | Senin, 27 Juni 2016 | 12:09 WIB

BKPM Anggap Brexit Jadi Peluang Tingkatkan Investasi Inggris

BKPM Anggap Brexit Jadi Peluang Tingkatkan Investasi Inggris

Bisnis | Minggu, 26 Juni 2016 | 14:33 WIB

BKPM: Investor Korsel akan Investasi Transportasi Laut

BKPM: Investor Korsel akan Investasi Transportasi Laut

Bisnis | Minggu, 26 Juni 2016 | 13:56 WIB

BKPM: Investasi Melalui Layanan Klik Capai Rp63,3 Triliun

BKPM: Investasi Melalui Layanan Klik Capai Rp63,3 Triliun

Bisnis | Kamis, 23 Juni 2016 | 14:32 WIB

BKPM: Investor Jepang akan Masuk di Jasa Pengurusan Transportasi

BKPM: Investor Jepang akan Masuk di Jasa Pengurusan Transportasi

Bisnis | Kamis, 23 Juni 2016 | 08:45 WIB

Sepanjang 2015, BKPM Mencabut 12.892 Izin Prinsip Investasi

Sepanjang 2015, BKPM Mencabut 12.892 Izin Prinsip Investasi

Bisnis | Rabu, 22 Juni 2016 | 10:16 WIB

Respons Positif DNI Baru, Restoran Singapura Siap Masuk Jakarta

Respons Positif DNI Baru, Restoran Singapura Siap Masuk Jakarta

Bisnis | Selasa, 21 Juni 2016 | 15:11 WIB

BKPM: Fasilitas Kemudahan Investasi Bagi Diaspora Dimatangkan

BKPM: Fasilitas Kemudahan Investasi Bagi Diaspora Dimatangkan

Bisnis | Selasa, 21 Juni 2016 | 13:56 WIB

BKPM: Investor Jepang dan Cina Tertarik Kembangkan Angkot Laut

BKPM: Investor Jepang dan Cina Tertarik Kembangkan Angkot Laut

Bisnis | Senin, 20 Juni 2016 | 14:12 WIB

BKPM: Ada Benang Merah Program Tol Laut dan One Belt One Road

BKPM: Ada Benang Merah Program Tol Laut dan One Belt One Road

Bisnis | Sabtu, 18 Juni 2016 | 12:16 WIB

Terkini

KPPU Sanksi 97 Pinjol Rp 755 Miliar, Asosiasi Ngotot Ajukan Banding

KPPU Sanksi 97 Pinjol Rp 755 Miliar, Asosiasi Ngotot Ajukan Banding

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:11 WIB

Penjelasan Kemenkeu soal Lapor SPT Purbaya Kurang Bayar Rp 50 Juta di Coretax

Penjelasan Kemenkeu soal Lapor SPT Purbaya Kurang Bayar Rp 50 Juta di Coretax

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:52 WIB

Purbaya Klaim Bos Danantara Sepakat PNM Dialihkan ke Kemenkeu

Purbaya Klaim Bos Danantara Sepakat PNM Dialihkan ke Kemenkeu

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:42 WIB

Moodys Beri Sinyal Waspada, PERBANAS Klaim Fundamental Bank Himbara Tangguh

Moodys Beri Sinyal Waspada, PERBANAS Klaim Fundamental Bank Himbara Tangguh

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:41 WIB

EV Kian Diminati, Transaksi SPKLU PLN Tembus Rekor Tertinggi 18.088 Kali pada H+2 Idulfitri 1447 H

EV Kian Diminati, Transaksi SPKLU PLN Tembus Rekor Tertinggi 18.088 Kali pada H+2 Idulfitri 1447 H

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:28 WIB

BRI KPR Solusi Hadirkan Kemudahan Beli Properti dari Lelang Bank dengan Proses Praktis

BRI KPR Solusi Hadirkan Kemudahan Beli Properti dari Lelang Bank dengan Proses Praktis

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:25 WIB

Purbaya Buka Opsi Suntik Dana SAL Milik Pemerintah ke Bank Swasta

Purbaya Buka Opsi Suntik Dana SAL Milik Pemerintah ke Bank Swasta

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:24 WIB

Maksimalkan Sisa THR, Investasikan Jadi Emas Lewat BRImo Lebih Menguntungkan

Maksimalkan Sisa THR, Investasikan Jadi Emas Lewat BRImo Lebih Menguntungkan

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:17 WIB

Purbaya Diam-diam Tambah Dana SAL Rp 100 T ke Perbankan, Sisa Kas Pemerintah Rp 400 T

Purbaya Diam-diam Tambah Dana SAL Rp 100 T ke Perbankan, Sisa Kas Pemerintah Rp 400 T

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:14 WIB

Pemerintah Minta Masyarakat Jangan Beli Bahan Pokok Berlebihan

Pemerintah Minta Masyarakat Jangan Beli Bahan Pokok Berlebihan

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:55 WIB