Ini Tiga Cara Menjadi Pembeli Cerdas

Angelina Donna

Kamis, 30 Juni 2016 | 19:00 WIB
Ini Tiga Cara Menjadi Pembeli Cerdas
Ilustrasi (freedigitalnetphoto)

Suara.com - Saat ini ada dua jenis toko yang berkembang dalam bisnis jual beli di Indonesia, yaitu toko online dan toko offline. Toko konvensional yang sudah sering ada adalah toko offline. Untuk toko online berupa toko yang menggunakan fasilitas internet agar terhubung dengan konsumen untuk jual beli produknya.

Beragam produk dengan kemudahan melakukan transaksi membuat orang mudah sekali “melepaskan” uang yang mereka miliki baik di toko online maupun toko offline.

Di era digitalisme ini, banyak hal yang menjadi fasilitas untuk memudahkan seseorang ketika  berbelanja. Berbelanja barang yang diinginkan atau yang dibutuhkan cukup dengan membuka handphone atau laptop yang terkoneksi internet.

Di sana sudah cukup banyak sekali informasi  penawaran-penawaran yang menggiurkan dari bermacam-macam toko online tersebut, misalnya penawaran diskon, kupon, bonus dan penawaran lainnya.

Penawaran yang menggiurkan tersebut adalah kecerdasan penjual dalam mempermainkan mindset konsumen. Untuk menghadapi kenyataan ini, seorang konsumen sebagai pembeli hendaknya bisa lebih cerdas dalam menyikapi fakta yang ada. Cerdas yang dimaksud di sini adalah kecerdasan dalam menentukan segala sesuatu yang harus dibeli dan menyikapi siasat pemasaran yang dilakukan para penjualnya. Berikut ini ulasan strateginya:

1. Memperhitungkan Risiko

Benda apa pun yang akan dibeli hendaknya telah dirinci sebelumnya masuk ke dalam kriteria kebutuhan. Produk-produk kebutuhan akan lebih banyak memberikan manfaat maksimal kepada pemiliknya, dari pada yang hanya sekedar melihat dan akhirnya membeli apa yang menjadi keinginan saja.

Risikonya adalah barang yang terlanjur dibeli mungkin saja tidak begitu digunakan semestinya akhir lebih kepada hal yang mubazir. Membuat suatu penilaian ketika memilih banyak produk sangat dibutuhkan untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang keuntungan atau manfaat yang bisa didapatkan.

Sebagai contoh ketika ingin membeli rumah sebagai tempat tinggal harus mempertimbangkan kekuatan, kekokohan, kenyamanan, dan kemudahan dalam perawatannya, serta disesuaikan dengan perkiraan dana yang ada dan lokasi yang diinginkan. Fakta di lapangan banyak pengembang perumahan menawarkan rumah murah dan kredit mudah tapi berisiko menguras anggaran untuk pembiayaan renovasi.

2. Melihat Pelayanan

Pelayanan terhadap setiap keluhan dari produk yang dibeli menjadi pertimbangan yang besar pengaruhnya agar uang yang dikeluarkan saat membeli produk atau investasi tidak terbuang percuma begitu saja. Sebagai konsumen berhak menyampaikan keluhan permasalahan dari apa yang dibeli kepada pihak penjual atau produsen. Contohnya saat membeli smartphone harus benar-benar tahu layanan garansinya dan harus tahu kemana harus menghubungi layanan servisnya, jika sewaktu-waktu mengalami kerusakan.

3. Tidak Mudah Percaya

Promosi produk sangat banyak dan beragam caranya, untuk menarik hati calon konsumen agar mau membeli apa saja yang ditawarkan dari produsen. Dalam mengambil keputusan untuk membeli suatu produk, hendaknya tidak terpengaruh apa kata orang. Sebaiknya keputusan tersebut didapatkan dari analisa pribadi dari produk maupun dari orang yang mempromosikan atau yang merekomendasikan produk yang ditawarkan.

 Jadilah Pembeli yang Pintar

Uang yang didapatkan dari penghasilan didapatkan dengan usaha atau bekerja dengan tenaga yang cukup keras. Alangkah baiknya, menghargai pencapaian prestasi kerja dalam bentuk uang ini dengan menggunakannya secara maksimal dan penuh tanggung jawab. Meskipun memang seseorang juga berhak merayakan atau memanjakan dirinya sendiri dengan membeli produk atau barang yang diinginkan dan menjadi kesenangannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gara-gara Bosan, Uang Anda Bisa Habis? Ini Solusinya

Gara-gara Bosan, Uang Anda Bisa Habis? Ini Solusinya

Bisnis | Rabu, 15 Juni 2016 | 10:01 WIB

Inspirasi Buka Usaha dengan Manajemen Simpel

Inspirasi Buka Usaha dengan Manajemen Simpel

Bisnis | Selasa, 14 Juni 2016 | 09:01 WIB

Terkini

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 20:18 WIB

Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei

Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei

Riau | Sabtu, 12 September 2026 | 20:17 WIB

Tati Purwanti Buktikan Mantan PMI Bisa Sukses, Bubur Cirebon Kini Hadir di Taipei

Tati Purwanti Buktikan Mantan PMI Bisa Sukses, Bubur Cirebon Kini Hadir di Taipei

Bogor | Sabtu, 12 September 2026 | 20:14 WIB

×