- Pemerintah menyatakan cakupan layanan seluler berpopulasi Indonesia mencapai 98,9 persen pada 12 September 2026.
- Dirjen Infrastruktur Digital Komdigi Wayan Toni Supriyanto menyebut pemerintah berfokus menghilangkan wilayah blank spot.
- IndoTelko Group menyelenggarakan Turnamen Mini Soccer Menkomdigi CUP 2026 di Jakarta untuk mempererat kolaborasi industri telekomunikasi.
Suara.com - Pemerintah mengklaim cakupan layanan seluler di wilayah berpopulasi Indonesia telah mencapai 98,9 persen. Setelah mengejar perluasan konektivitas, pekerjaan berikutnya adalah menutup wilayah yang masih menjadi blank spot sekaligus meningkatkan kualitas layanan.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Wayan Toni Supriyanto, mengatakan perluasan konektivitas menjadi bagian penting dalam pembangunan infrastruktur digital Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Wayan saat membuka Turnamen Mini Soccer Menkomdigi CUP 2026 yang digelar IndoTelko Group di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/9/2026), dalam rangkaian Hari Bhakti Postel ke-81.
Menurut Wayan, cakupan jaringan seluler di wilayah berpopulasi kini telah mencapai 98,9 persen. Namun, angka tersebut belum menandai berakhirnya pekerjaan pemerintah dalam menyediakan konektivitas.
Masih terdapat wilayah yang belum terjangkau jaringan seluler. Pemerintah pun terus mencari cara untuk menghilangkan blank spot, termasuk melalui pemanfaatan infrastruktur dan teknologi yang sesuai dengan kondisi wilayah.
Wayan menyebut, upaya tersebut dilakukan melalui BLU Bakti maupun teknologi seperti satelit. Setelah cakupan diperluas, tantangan berikutnya adalah memastikan kualitas layanan yang diterima masyarakat semakin baik.
Konektivitas tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk pelaku UMKM, untuk mendorong aktivitas ekonomi melalui akses jaringan 4G dan 5G.
Konektivitas Butuh Kolaborasi
Wayan mengatakan, pembangunan sektor telekomunikasi dan digital tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Pemerintah, operator, vendor, akademisi hingga masyarakat perlu berkolaborasi agar layanan yang tersedia benar-benar memberikan manfaat.
Pesan kolaborasi itu juga menjadi tema dalam Turnamen Mini Soccer Menkomdigi CUP 2026 yang mempertemukan 12 tim dari perusahaan telekomunikasi, regulator, asosiasi, jurnalis, dan ekosistem industri digital.
“Hari Bhakti Postel mengingatkan kita kepada para pejuang-pejuang postel kita, dan hari ini berlangsung turnamen mini soccer untuk memeriahkan peringatan tersebut. Kami mendukung sekali, yang terpenting junjung sportivitas," ungkap Wayan Toni usai membuka turnamen.
Menurutnya, olahraga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarpelaku industri. Semangat yang sama dibutuhkan dalam membangun infrastruktur telekomunikasi dan digital.
"Kalau di pertemuan-pertemuan kita biasanya membahas spektrum, disini diganti dulu menjadi ruang gerak, jaringan menjadi operan, kualitas layanan menjadi kualitas permainan dan target pembangunan untuk sementara menjadi target mencetak gol. Tapi ada satu hal yang sama, tidak ada hasil besar yang lahir dari kerja sendirian," tegasnya.
18 Tahun Tradisi Hari Bhakti Postel
Turnamen Mini Soccer Menkomdigi CUP 2026 menjadi bagian dari tradisi olahraga dalam rangka memperingati Hari Bhakti Postel yang telah berlangsung selama 18 tahun.