Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

CPP Gundih Pertamina EP Potensi Menambah DBH Kabupaten Blora

Adhitya Himawan

Jum'at, 22 Juli 2016 | 19:59 WIB
CPP Gundih Pertamina EP Potensi Menambah DBH Kabupaten Blora
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto. [suara.com/Oke Atmaja]

Central Processing Plant (CPP) area gundih Asset 4 PT Pertamina EP berkesempatan ditinjau oleh Dirut Pertamina - Dwi Sutjipto pada hari Jum'at (22- Juli). Kehadiran Direktur Utama PT Pertamina (Persero) disertai President Director PT Pertamina EP Rony Gunawan yang didampingi oleh BOD, BOC, dan beberapa manajemen PT Pertamina EP. Turut hadir dalam peninjauan ini unsur Muspika Kec Kradenan Blora.

Dalam pembangunan CPP, yang dilakukan sejak tanggal 1 Juli 2011, merupakan proyek pengembangan lapangan gas blok gundih yang berasal dari struktur kedungtuban, randublatung dan kedunglusi di blora jawa tengah.

"Desain CPP telah mengacu pada konsep ramah lingkungan (green plan) melalui efisiensi bahan bakar, pengurangan emisi dan zero discharge", ujar Rony Gunawan President Director PT Pertamina EP dalam keterangan resmi, Jumat (22/7/2016).

Lebih lanjut, Rony menjelaskan bahwa pasokan gas dari CPP Gundih kurang lebih sebesar 50 MMSCFD selama 12 tahun akan dialirkan untuk PLTGU Tambaklorok.

"Dengan penyaluran gas ke PLTGU Tambak Lorok berdampak pada potensi efisiensi energi sekitar Rp. 21,4 triliun. Selain itu Konversi bahan bakar HSD ke gas juga dapat mereduksi CO2 sebesar 800 ton per hari", tambah Rony.

Sementara itu, Dwi Sutjipto ditemui ditempat yang sama menjelaskan bahwa CPP Gundih dalam operasional saat ini menyerap 100 % tenaga kerja lokal, yang diharapkan mampu meningkatkan taraf perekonomian kabupaten Blora, dan memberikan hasil kontribusi bagi Kabupaten Blora.

"Direksi dan Manajemen PT Pertamina (Persero) mendorong percepatan project - project di sektor hulu salah satunya CPP Gundih yang dilaksanakan oleh PT Pertamina EP agar dapat segera memasuki tahapan komersialisasi, sehingga dapat menambah pemasukan negara di sektor migas, dan tentunya diharapkan dampak bagi daerah penghasil yaitu bertambahnya Dana Perimbangan Bagi Hasil Migas serta terciptanya Multiplier Effect atas aktifitas operasi migas di daerah tersebut", ujar Dwi Sutjipto.

Terkait dengan kondisi harga minyak mentah dunia saat ini, lanjut Dwi, tentu akan mempengaruhi terhadap perolehan Negara. Bila dibandingkan antara tahun 2014 kisaran harga minyak mentah dunia di angka 100 Dolar Amerika Serikat (AS) per barel, dengan tahun 2015 di kisaran 40 Dolar AS per barel. Maka realisasi Dana Bagi Hasil minyak dan Gas bagi daerah penghasil tentu akan terpengaruh juga. 

"Sebagai contoh di Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah, pada Tahun 2014 realisasi Dana Bagi Hasil untuk Minyak mencapai sekitar Rp8,073,915,390 dan Gas mencapai sekitar Rp109, 842,820. Sementara di Tahun  2015, Dana Bagi Hasil untuk  Minyak mencapai Rp1,943,880,400 dan Gas mencapai Rp47,063,100. Ini merupakan dampak global yang turut mempengaruhi kinerja perusahaan. Namun demikian Pertamina tetap berkomitmen memberikan upaya terbaik untuk memenuhi ketahanan energi Indonesia dan diharapkan kondisi ke depan harga minyak semakin stabil", jelas Dwi Sutjipto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pertamina EP Agresif Tingkatkan Pencarian Cadangan Baru di Tuban

Pertamina EP Agresif Tingkatkan Pencarian Cadangan Baru di Tuban

Bisnis | Jum'at, 22 Juli 2016 | 19:51 WIB

Pertamina Proyeksikan Produksi Migas 656 ribu boepd Pada 2016

Pertamina Proyeksikan Produksi Migas 656 ribu boepd Pada 2016

Bisnis | Jum'at, 22 Juli 2016 | 19:46 WIB

Pertamina & Polisi Tangkap 7 Pelaku Pencuri Minyak di Prabumulih

Pertamina & Polisi Tangkap 7 Pelaku Pencuri Minyak di Prabumulih

Bisnis | Senin, 18 Juli 2016 | 13:53 WIB

Pertamina Butuh Investasi 40 Miliar Dolar AS untuk Bangun Kilang

Pertamina Butuh Investasi 40 Miliar Dolar AS untuk Bangun Kilang

Bisnis | Rabu, 13 Juli 2016 | 14:26 WIB

Penyaluran Pertamax & Pertalite Sudah 30 Persen Pangsa Pasar

Penyaluran Pertamax & Pertalite Sudah 30 Persen Pangsa Pasar

Bisnis | Selasa, 12 Juli 2016 | 13:06 WIB

Komisi VII: Kilang Blok Masela Seharusnya Dibangun Pertamina

Komisi VII: Kilang Blok Masela Seharusnya Dibangun Pertamina

Bisnis | Selasa, 12 Juli 2016 | 12:12 WIB

Konsumsi Pertamax dan Pertalite Saat Arus Balik  di Atas Proyeksi

Konsumsi Pertamax dan Pertalite Saat Arus Balik di Atas Proyeksi

Bisnis | Senin, 11 Juli 2016 | 07:47 WIB

Ini Langkah Menteri ESDM Pastikan Stok BBM Aman Saat Lebaran

Ini Langkah Menteri ESDM Pastikan Stok BBM Aman Saat Lebaran

Bisnis | Senin, 04 Juli 2016 | 10:28 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×