Menperin Himbau IKM Tenun Gunakan Bahan Baku Secara Swadaya

Adhitya Himawan

Selasa, 09 Agustus 2016 | 14:59 WIB
Menperin Himbau IKM Tenun Gunakan Bahan Baku Secara Swadaya
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto membuka “Pameran Wastra Tenun Nusantara” di Plasa Pameran Industri, Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (9/8/2016). [Dok Kementerian Perindustrian]

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengimbau para perajin industri kecil dan menengah (IKM) tenun untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya alam sekitar baik yang di dapat dari kebun maupun pekarangan rumah. Tidak hanya digunakan sebagai bahan pendukung produksi, bahan di sekitar perajin dapat juga dikembangkan menjadi bahan baku utama, mulai dari kapas hingga bahan pewarna alami.

“Upaya tersebut yang akan kami arahkan, penggunaan bahan baku produksi tenun secara swadaya,” tegas Menperin pada pembukaan “Pameran Wastra Tenun Nusantara” di Plasa Pameran Industri, Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (9/8/2016). Pameran yang diselenggarakan oleh Kemenperin bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dekranas Mufidah Jusuf Kalla dengan dihadiri Pengurus Dekranas dan Ibu-ibuOASE Kabinet Kerja.

Di samping itu, Kemenperin fokus mendorong pertumbuhan dan pengembangan IKM tenun di dalam negeri melalui berbagai pembinaan mulai dari bimbingan teknis, bantuan start-up mesin peralatan, pemberian dampingan tenaga ahli hingga pemasaran.

“Kami juga menyarankan kepada perajin IKM tenun agar memanfaatkan peran Balai Besar Kemenperin untuk mencari solusi permasalahan pada produksi maupun dalam meningkatkan produktivitas melalui kegiatan penelitian dan pengembangan,” paparnya.

Berbicara mengenai produk kerajinan wastra atau kain, di Indonesia terdapat dua produk unggulan yang dikenal hingga ke mancanegara, yaitu batik dan tenun. ”Kedua produk tersebut memiliki corak eksotik yang dapat memikat mata setiap orang,” ujar Airlangga.

Selain batik, produk tenun juga memberikan kontribusi cukup signifikan terhadap kinerja industri fesyen nasional. Pada tahun 2015, produk fesyen Indonesia telah berhasil memperoleh pangsa pasar yang besar di skala global dengan nilai ekspor mencapai 7,28 miliar Dolar Amerika Serikat (AS). “Seiring teknologi pembuatan tenun yang sudah semakin baik, peluang pasar produknya akan kita dorong untuk bisa masuk ke pasar internasional,” lanjutnya.

Menperin menjelaskan, tenun secara garis besar diciptakan dalam berbagai warna, corak dan ragam hias yang memiliki keterkaitan erat dengan kepercayaan, lingkungan alam serta menjadi bagian penting yang merepresentasikan budaya dan nilai sosial yang berkembang saat ini. ”Dalam segi fungsi, tenun memiliki beragam kegunaan antara lain, sebagai busana upacara adat, sebagai mahar dalam perkawinan maupun sebagai penunjuk status sosial,” ulasnya.

Potensi tenun hingga kini telah tersebar hampir merata di seluruh wilayah di Indonesia, mulai dari kain Tenun Ulos di Sumatera Utara; Tenun Troso di Jepara, Jawa Tengah; Tenun Endek di Bali hingga Tenun Rote di Nusa Tenggara Timur.”Kreativitas para perajin tenun yang tersebar di seluruh nusantara dalam menghasilkan desain berciri khas menjadi suatu corak budaya,” kata Airlangga.

Pembinaan IKM tenun

Sementara itu, Mufidah menyampaikan, pembinaan IKM tenun bukanlah tanpa menemui kendala, adanya serbuan produk impor ilegal dan pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN menjadi tantangan bagi IKM tenun di Indonesia. “Upaya perlindungan terhadap IKM tenun akan mampu melestarikan budaya kita dan tenun merupakan produk warisan budaya yang potensial dikembangkan ke depannya. Untuk itu, harus terus diperhatikan, terutama pembinaan melalui regenerasi perajin,” ujarnya.

Sampai saat ini, Dekranas telah melakukan kerja sama dan kemitraan dengan berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk kerajinan tenun dari pelaku industri nasional melalui pengembangan kreativitas berbasis budaya dan kekayaan lokal.

Mufidah mengharapkan, penyelenggaraan Pameran Wastra Tenun Nusantara dapat memperkenalkan, mempromosikan serta mendukung produk-produk terbaik dari para perajin binaan Dekranasterutama produk kain tenun, sehingga kerajinan kain tenun di setiap daerah akan dikenal dan dilestarikan oleh masyarakat baik dalam negeri ataupun luar negeri khususnya perkembangan kreativitas dan keunikan kain tenun Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono selaku Plt. Dirjen IKMmengatakan,dukungan promosi tenun terus dijalankan oleh Kemenperin melalui penyelenggaraanSwarna Fest secara berkesinambungan. “Event ini bekerjasama dengan desainer profesional yang concern dalam pengembangan tenun, selain mengeksplorasi ragam motif yang dimulai dari NTT hingga pada belahan nusantara,” paparnya.

Kegiatan tersebut sekaligus mempromosikan bermacam variasi warna alam yang saat ini menjadi trend dalam fashion sehingga mengarahkan IKM tenun untuk menjadi industri yang ramah lingkungan, menghormati para perajin atau pekerja serta menjual dengan harga yang rasional. “Upaya itu untuk memenuhi nilai-nilai dalam pencapaian ethical industry,” ujarnya.

Pameran Wastra Tenun Nusantara diselenggarakan selama empat hari, tanggal 9-12 Agustus2016 yang dibuka untuk umum mulai pukul 09.00-17.00 WIB. Pameran ini mengikutsertakan sebanyak 40 peserta IKM binaan Dekranas dari berbagai daerah, antara lain Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, NTB, NTT dan lain-lain dengan menampilkan aneka produk kain tenun, fesyen produk penunjang seperti, aksesoris, perhiasan, dan dekorasi rumah yang sebagian didominasi oleh produk binaan dari Dekranas dan Dekranasda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi akan Resmikan Kawasan Industri Kendal 25 Agustus Nanti

Jokowi akan Resmikan Kawasan Industri Kendal 25 Agustus Nanti

Bisnis | Selasa, 09 Agustus 2016 | 14:53 WIB

SDM Industri dan Litbang Mutlak bagi Pertumbuhan Industri

SDM Industri dan Litbang Mutlak bagi Pertumbuhan Industri

Bisnis | Minggu, 07 Agustus 2016 | 06:33 WIB

Indonesia dan Aljazair Sepakati Kerjasama Sektor Industri

Indonesia dan Aljazair Sepakati Kerjasama Sektor Industri

Bisnis | Jum'at, 05 Agustus 2016 | 03:22 WIB

Menperin: Pengadaan Pemerintah Optimalkan Produk Dalam Negeri

Menperin: Pengadaan Pemerintah Optimalkan Produk Dalam Negeri

Bisnis | Jum'at, 05 Agustus 2016 | 03:13 WIB

Kawasan Industri JIPE Jadi Contoh Bagi Kawasan Industri Luar Jawa

Kawasan Industri JIPE Jadi Contoh Bagi Kawasan Industri Luar Jawa

Bisnis | Jum'at, 05 Agustus 2016 | 02:30 WIB

PT Pupuk Indonesia Revitalisasi Dua Pabrik Pupuk

PT Pupuk Indonesia Revitalisasi Dua Pabrik Pupuk

Bisnis | Jum'at, 05 Agustus 2016 | 02:22 WIB

Perdagangan Indonesia-Swiss Meningkat 124 Persen di 2015

Perdagangan Indonesia-Swiss Meningkat 124 Persen di 2015

Bisnis | Rabu, 03 Agustus 2016 | 03:03 WIB

Tidak Cuma Kompetisi, Industri Otomotif Perlu Kolaborasi

Tidak Cuma Kompetisi, Industri Otomotif Perlu Kolaborasi

Otomotif | Rabu, 03 Agustus 2016 | 01:44 WIB

Gaikindo "Ngebet" Berkenalan dengan Menperin Baru

Gaikindo "Ngebet" Berkenalan dengan Menperin Baru

Otomotif | Minggu, 31 Juli 2016 | 10:18 WIB

Airlangga: Alhamdulillah Dipercaya Jokowi

Airlangga: Alhamdulillah Dipercaya Jokowi

News | Kamis, 28 Juli 2016 | 19:57 WIB

Terkini

Melawan Trauma Body Shaming dalam Novel The Boy I Knew From YouTube

Melawan Trauma Body Shaming dalam Novel The Boy I Knew From YouTube

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:05 WIB

Sulap Sampah Plastik Menjadi Kostum Jutaan Rupiah, Kisah Gotong Royong Kampung Pancasila Gunungsari

Sulap Sampah Plastik Menjadi Kostum Jutaan Rupiah, Kisah Gotong Royong Kampung Pancasila Gunungsari

Jatim | Sabtu, 07 November 2026 | 19:02 WIB

Kemiskinan Struktural Punya Dampak ke Anak dan Pendapatan Keluarga

Kemiskinan Struktural Punya Dampak ke Anak dan Pendapatan Keluarga

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:00 WIB

Kenapa Polo Indonesia Murah? Ini 5 Hal yang Membedakan dari Ralph Lauren

Kenapa Polo Indonesia Murah? Ini 5 Hal yang Membedakan dari Ralph Lauren

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 18:59 WIB

Rosiade Padel Tournament 2026 Sabet Dua Rekor MURI, Erick Thohir: Menpora Saja Susah Dapat

Rosiade Padel Tournament 2026 Sabet Dua Rekor MURI, Erick Thohir: Menpora Saja Susah Dapat

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 18:59 WIB

Rosiade Padel Tournament Seri 3, Tetap Gratis Demi Lahirkan Atlet Berprestasi

Rosiade Padel Tournament Seri 3, Tetap Gratis Demi Lahirkan Atlet Berprestasi

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 18:54 WIB

Hyundai Siapkan Lebih Banyak Model Hybrid Manfaatkan Insentif Pemerintah

Hyundai Siapkan Lebih Banyak Model Hybrid Manfaatkan Insentif Pemerintah

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 18:50 WIB

Peran Satwa Surili Jawa pada Ekologis Lingkungan dari Ancaman Deforestasi

Peran Satwa Surili Jawa pada Ekologis Lingkungan dari Ancaman Deforestasi

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 18:45 WIB

Menakar Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres: Peta Koalisi dan Tantangan Politiknya

Menakar Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres: Peta Koalisi dan Tantangan Politiknya

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 18:40 WIB

Bulog Raih CNN Indonesia Awards 2026, Bukti Keberhasilan Stabilisasi dan Distribusi Pangan Nasional

Bulog Raih CNN Indonesia Awards 2026, Bukti Keberhasilan Stabilisasi dan Distribusi Pangan Nasional

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 18:39 WIB

×