Jokowi: BUMN Harus Jadi Lokomotif Roda Perekonomian Nasional

Adhitya Himawan

Jum'at, 12 Agustus 2016 | 17:10 WIB
Jokowi: BUMN Harus Jadi Lokomotif Roda Perekonomian Nasional
Presiden Joko Widodo memberikan arahan pada Satgas 115 Ilegal Fishing di Istana Negara, Jakarta, Rabu (29/6/2016). [Suara.com/Erick Tanjung]

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan "holdingisasi" ditujukan untuk memperkuat peran BUMN dalam persaingan, terutama persaingan global.

"Penggabungan BUMN ini untuk memperkuat peran BUMN dalam persaingan, terutama persaingan global," kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat kabinet terbatas (ratas) membahas "holdingisasi" BUMN di Kantor Presiden Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (12/8/2016).

Ratas membahas rencana holdingisasi BUMN tersebut, merupakan rapat lanjutan yang pernah digelar pada Februari 2016. 

Presiden Jokowi mengingatkan agar BUMN dapat mengambil peran sebagai lokomotif penggerak roda perekonomian nasional. Menurut dia, Indonesia harus segera mempunyai peta jalan yang jelas untuk mewujudkan BUMN yang besar, kuat, lincah.

"Setiap tahap mulai persiapan hingga korporasi harus dikalkuasi dengan baik," ujarnya.

Menurut Jokowi, holdingisasi bukan semata-mata strategi pengurangan pemberian suntikan atau PMN ke BUMN atau mekanisme pengalihan saham negara kepada BUMN yang ditunjuk sebagai induk perusahaan, tapi harus dipahami penggabungan BUMN ini untuk memperkuat peran BUMN dalam persaingan global.

"Juga saya tegaskan penggabungan bukan untuk menghilangkan BUMN, holdingisasi juga bukan privatisasi, ini berbeda," tuturnya.

Presiden menyebutkan holdingisasi tidak menghilangkan status BUMN pada perseroan yang menjadi anak perusahaan. "Juga tidak mengurangi porofolio saham negara secara absolut," katanya.

Menurut dia, pemisahaan kekayaan negara bukanlah pengalihan hak dari negara kepada BUMN sehingga kekayaan negara yang dipisahkan masih tetap milik negara.

"Pembentukan holding BUMN justru untuk menjadikan BUMN keluar kandang jadi perusahaan kelas dunia," imbuhnya.

Ia berharap pengelolaan BUMN dijalankan berdasar paradigma yang menempatkan BUMN sebagai sebuah korporasi bisnis.

Presiden juga menyebutkan dirinya sudah bicara dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas mengenai pembiayaan non-APBN.

"Kita harapkan pembiayaan non-APBN ini bisa mempercepat pengerjaan proyek-proyek yang ada, tadi sudah dirinci proyek bidang apa saja," katanya.

Menurut dia, pemerintah akan memisahkan proyek-proyek pembiayaan dengan APBN atau investasi pemerintah yang dikerjakan oleh Menkeu sebagai "chief financial officer" dan investasi non-APBN di mana "chief investment"-nya dari Bappenas.

"Kalau kita identifikasi proyek infrastruktur senilai Rp430 triliun dari lima BUMN dan proyek revitalisasi industri lainya oleh swasta bekerja sama dengan BUMN, bisa dilakukan pola kerja sama itu," papar Jokowi.

Ia menyebutkan dengan pola-pola pembiayaan tersebut diharapkan kebutuhan pembiayaan investasi infrastruktur dan industri bisa dipenuhi.

Menurut dia, pola tersebut juga dapat menampung pembiayaan dari amnesti pajak dan dana pensiun.

"Kecepatan pengerjaan proyek infrastruktur dan industri ini bisa dikjar kalau pembiayaan non-APBN ini dilaksanakan dengan baik," kata Presiden. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Rupiah Menguat ke Level Rp18.115/USD Rabu Pagi, Ini Pemicunya

Rupiah Menguat ke Level Rp18.115/USD Rabu Pagi, Ini Pemicunya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:42 WIB

Jangan Main Tarik Ulur! Prabowo Didesak Ungkap Aktor di Balik Kasus Penyadapan

Jangan Main Tarik Ulur! Prabowo Didesak Ungkap Aktor di Balik Kasus Penyadapan

News | Rabu, 04 November 2026 | 09:36 WIB

Australia Belum Menyerah Kejar Mathew Baker, Regulasi FIFA Buka Peluang Tinggalkan Timnas Indonesia

Australia Belum Menyerah Kejar Mathew Baker, Regulasi FIFA Buka Peluang Tinggalkan Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 09:36 WIB

Uang Pajak Kita ke Mana? Transparansi yang Masih Bikin Bingung

Uang Pajak Kita ke Mana? Transparansi yang Masih Bikin Bingung

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 09:36 WIB

7 Cara Mengatasi Memori Internal HP Penuh karena File WhatsApp Menumpuk

7 Cara Mengatasi Memori Internal HP Penuh karena File WhatsApp Menumpuk

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 09:32 WIB

Nasib 7 Masyarakat Adat Sulawesi Tengah di Ujung Verifikasi

Nasib 7 Masyarakat Adat Sulawesi Tengah di Ujung Verifikasi

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 09:32 WIB

Batu Bara RI Rp75 T, CORE Indonesia: Cuan Dagangnya Diduga Nyangkut di Singapura

Batu Bara RI Rp75 T, CORE Indonesia: Cuan Dagangnya Diduga Nyangkut di Singapura

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:28 WIB

IHSG Semakin Terpuruk Rabu Pagi ke Level 4.800

IHSG Semakin Terpuruk Rabu Pagi ke Level 4.800

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:20 WIB

Profil Ahrie Sonta dan Eko Hadi Santoso, Dua Jenderal Polisi yang Ikut Ditahan Bersama Listyo Sigit

Profil Ahrie Sonta dan Eko Hadi Santoso, Dua Jenderal Polisi yang Ikut Ditahan Bersama Listyo Sigit

News | Rabu, 04 November 2026 | 09:18 WIB

BI Sebut Intervensi Pasar Terus Berlanjut, Ini Rincian Strateginya

BI Sebut Intervensi Pasar Terus Berlanjut, Ini Rincian Strateginya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:14 WIB

×