Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Jokowi: BUMN Harus Jadi Lokomotif Roda Perekonomian Nasional

Adhitya Himawan

Jum'at, 12 Agustus 2016 | 17:10 WIB
Jokowi: BUMN Harus Jadi Lokomotif Roda Perekonomian Nasional
Presiden Joko Widodo memberikan arahan pada Satgas 115 Ilegal Fishing di Istana Negara, Jakarta, Rabu (29/6/2016). [Suara.com/Erick Tanjung]

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan "holdingisasi" ditujukan untuk memperkuat peran BUMN dalam persaingan, terutama persaingan global.

"Penggabungan BUMN ini untuk memperkuat peran BUMN dalam persaingan, terutama persaingan global," kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat kabinet terbatas (ratas) membahas "holdingisasi" BUMN di Kantor Presiden Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (12/8/2016).

Ratas membahas rencana holdingisasi BUMN tersebut, merupakan rapat lanjutan yang pernah digelar pada Februari 2016. 

Presiden Jokowi mengingatkan agar BUMN dapat mengambil peran sebagai lokomotif penggerak roda perekonomian nasional. Menurut dia, Indonesia harus segera mempunyai peta jalan yang jelas untuk mewujudkan BUMN yang besar, kuat, lincah.

"Setiap tahap mulai persiapan hingga korporasi harus dikalkuasi dengan baik," ujarnya.

Menurut Jokowi, holdingisasi bukan semata-mata strategi pengurangan pemberian suntikan atau PMN ke BUMN atau mekanisme pengalihan saham negara kepada BUMN yang ditunjuk sebagai induk perusahaan, tapi harus dipahami penggabungan BUMN ini untuk memperkuat peran BUMN dalam persaingan global.

"Juga saya tegaskan penggabungan bukan untuk menghilangkan BUMN, holdingisasi juga bukan privatisasi, ini berbeda," tuturnya.

Presiden menyebutkan holdingisasi tidak menghilangkan status BUMN pada perseroan yang menjadi anak perusahaan. "Juga tidak mengurangi porofolio saham negara secara absolut," katanya.

Menurut dia, pemisahaan kekayaan negara bukanlah pengalihan hak dari negara kepada BUMN sehingga kekayaan negara yang dipisahkan masih tetap milik negara.

"Pembentukan holding BUMN justru untuk menjadikan BUMN keluar kandang jadi perusahaan kelas dunia," imbuhnya.

Ia berharap pengelolaan BUMN dijalankan berdasar paradigma yang menempatkan BUMN sebagai sebuah korporasi bisnis.

Presiden juga menyebutkan dirinya sudah bicara dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas mengenai pembiayaan non-APBN.

"Kita harapkan pembiayaan non-APBN ini bisa mempercepat pengerjaan proyek-proyek yang ada, tadi sudah dirinci proyek bidang apa saja," katanya.

Menurut dia, pemerintah akan memisahkan proyek-proyek pembiayaan dengan APBN atau investasi pemerintah yang dikerjakan oleh Menkeu sebagai "chief financial officer" dan investasi non-APBN di mana "chief investment"-nya dari Bappenas.

"Kalau kita identifikasi proyek infrastruktur senilai Rp430 triliun dari lima BUMN dan proyek revitalisasi industri lainya oleh swasta bekerja sama dengan BUMN, bisa dilakukan pola kerja sama itu," papar Jokowi.

Ia menyebutkan dengan pola-pola pembiayaan tersebut diharapkan kebutuhan pembiayaan investasi infrastruktur dan industri bisa dipenuhi.

Menurut dia, pola tersebut juga dapat menampung pembiayaan dari amnesti pajak dan dana pensiun.

"Kecepatan pengerjaan proyek infrastruktur dan industri ini bisa dikjar kalau pembiayaan non-APBN ini dilaksanakan dengan baik," kata Presiden. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:28 WIB

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55 WIB

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:14 WIB

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:07 WIB

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB