- Biaya sekolah naik 10-15% per tahun; orang tua butuh rencana finansial jangka panjang.
- Siapkan mental dan rutinitas anak, bukan hanya perlengkapan fisik sekolah.
- Proteksi asuransi jiwa syariah penting untuk menjamin keberlanjutan pendidikan anak.
Suara.com - Genderang tahun ajaran baru 2026/2027 segera bertalu. Bagi para ibu, momen ini identik dengan kesibukan ekstra: berburu seragam, melengkapi buku tulis, hingga memastikan dokumen pendaftaran tak ada yang tercecer. Namun, di balik keriuhan checklist perlengkapan sekolah, ada ancaman nyata yang sering luput dari perhatian: inflasi biaya pendidikan yang terus meroket.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi alarm keras bagi para orang tua. Pasalnya, uang pangkal sekolah rata-rata naik 10–15 persen per tahun. Artinya, biaya masuk SD hari ini bisa melonjak dua kali lipat saat anak menginjak bangku SMA atau universitas. Mengandalkan tabungan konvensional saja terbukti sering kali "napasnya" tidak sampai hingga garis finis pendidikan tinggi.
Supaya persiapan tahun ajaran baru kali ini tidak sekadar soal tas dan sepatu baru, berikut 5 hal krusial yang wajib masuk dalam radar orang tua:
- Administrasi Tanpa Drama: Pastikan akta kelahiran, KK, hingga rapor siap lebih awal agar pendaftaran lancar.
- Kembalikan Ritme Harian: Jangan tunggu hari H. Kembalikan jam tidur dan pola makan anak 1-2 minggu sebelum sekolah dimulai.
- Kesiapan Mental Anak: Pindah sekolah atau naik kelas bisa memicu kecemasan. Dukungan emosional jauh lebih berharga dari sekadar nasihat.
- Disiplin Pos Dana Pendidikan: Pisahkan dana sekolah dari tabungan harian agar tidak "bocor" untuk kebutuhan konsumtif.
- Proteksi Jangka Panjang: Ini yang paling sering terlupakan. Pastikan ada rencana cadangan agar pendidikan anak tetap berlanjut meski terjadi risiko pada pencari nafkah.
Menanggapi fenomena ini, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama menekankan pentingnya perencanaan finansial yang terstruktur agar tidak menjadi beban di kemudian hari.
"Sebagai ibu, kita ingin yang terbaik. Namun sering kali kesiapan finansial jangka panjang jadi urutan terakhir di tengah kesibukan tahun ajaran baru. Padahal, memiliki perencanaan yang tidak membebani pengeluaran bulanan sangat penting agar kita tenang hari ini tanpa khawatir soal besok," ujar Vivin.
Ia menambahkan, perencanaan ideal tidak cukup hanya dengan menabung, tapi juga harus dilengkapi dengan proteksi seperti asuransi jiwa. Dalam konsep syariah, hal ini diperkuat dengan prinsip tolong-menolong melalui dana tabarru’.
"Jangan hanya checklist seragam dan buku. Checklist juga masa depannya," tegas Vivin, menutup penjelasannya tentang komitmen Prudential Syariah dalam mengawal impian buah hati keluarga Indonesia.