- OJK melaporkan kinerja industri keuangan non-bank di Indonesia tumbuh positif hingga Maret 2026 dengan berbagai catatan kenaikan signifikan.
- Sektor pinjaman online mencatatkan pembiayaan Rp101,03 triliun, sementara layanan BNPL melonjak tajam sebesar 55,85 persen secara tahunan.
- Industri pergadaian mencatatkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan tertinggi mencapai 60,27 persen dengan total nilai sebesar Rp153,49 triliun.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kinerja pertumbuhan yang solid pada sektor industri keuangan non-bank hingga periode Maret 2026.
Termasuk penggunaan pada pinjaman online (pinjol). Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, mengungkapkan bahwa berbagai lini bisnis seperti pinjaman daring, perusahaan pembiayaan, hingga sektor pergadaian menunjukkan tren yang positif di tengah dinamika ekonomi nasional.
Industri pinjaman online atau fintech lending mencatatkan pertumbuhan outstanding pembiayaan yang signifikan hingga Maret 2026.
"Berdasarkan data terbaru OJK, nilai pembiayaan tumbuh sebesar 26,25 persen secara tahunan (year on year/yoy) dengan nominal mencapai Rp101,03 triliun," katamya dalam RDK dikutip dari akun Youtube OJK, Rabu (6/5/2026).
Angka ini meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Februari 2026 yang sebesar 25,75 persen.
Meski penyaluran dana melonjak, tingkat risiko kredit macet atau TWP90 tetap terjaga stabil di posisi 4,52 persen, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 4,54 persen.
![Ilustrasi OJK. [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/05/26/61815-ilustrasi-ojk.jpg)
Sedangkan, di sektor perusahaan pembiayaan (PP), piutang pembiayaan tercatat tumbuh sebesar 0,61 persen yoy menjadi Rp514,09 triliun, didorong oleh peningkatan pembiayaan modal kerja.
Menariknya, tren penggunaan Buy Now Pay Later atau BNPL terus meroket tajam.
"Tren penggunaan Buy Now Pay Later atau BNPL terus meroket tajam, pertumbuhan sebesar 55,85 persen yoy atau menyentuh nilai Rp12,81 triliun," katanya.
OJK pun memastikam lrofil risiko industri BNPL dinilai masih sangat aman, tercermin dari rasio Non Performing Financing (NPF) gross sebesar 2,51 persen dan gearing ratio yang hanya 2,17 kali. Angka ini jauh di bawah batas maksimum 10 kali.
Sedangkan, pada sektor modal ventura, industri ini mengalami sedikit tekanan pada Maret 2026 dengan kontraksi sebesar 0,95 persen yoy.
Nilai pembiayaan modal ventura tercatat sebesar Rp16,57 triliun, menurun tipis jika dibandingkan dengan capaian Februari 2026 yang sempat tumbuh sebesar 0,78 persen yoy.
Pertumbuhan yang paling mencolok terjadi pada sektor pergadaian, di mana penyaluran pembiayaan hingga Maret 2026 melesat hingga 60,27 persen yoy dengan total nilai Rp153,49 triliun.
Produk gadai konvensional masih mendominasi dengan kontribusi mencapai 83,33 persen dari keseluruhan total pembiayaan.
"Dengan pencapaian ini, OJK terus berkomitmen memperkuat pengawasan agar stabilitas industri keuangan non-bank tetap terjaga demi mendukung inklusi keuangan masyarakat di masa depan," tandasnya.