Rasio Sukses Pengeboran Migas Pertamina Capai 80 Persen

Adhitya Himawan

Minggu, 14 Agustus 2016 | 11:46 WIB
Rasio Sukses Pengeboran Migas Pertamina Capai 80 Persen
Kilang RU (Unit Pengolahan) V Balikpapan milik Pertamina, di Kalimantan Timur, Kamis (14/4). [Antara]

Rasio sukses kegiatan eksplorasi migas PT Pertamina saat ini mencapai 70-80 persen, di atas rata-rata industri migas di Tanah Air yang sekitar 50-60 persen.

"Eksplorasi itu harus bekerja dengan 'success ratio'. Jadi jika kita lakukan 10 pemboran, jarang untuk sukses semuanya. Success ratio Pertamina overall antara 70-80 persen," ujar Senior Vice President Exploration Pertamina, Doddy Priambodo di Jakarta, Minggu (14/8/2016).

Menurut Doddy, ke depan target rasio keberhasilan kegiatan eksplorasi Pertamina akan diturunkan menjadi sekitar 60-65 persen agar perusahaan memiliki potensi yang lebih besar dalam menemukan cadangan-cadangan besar. Hal ini sesuai dengan arahan manajemen Pertamina bahwa kegiatan eksplorasi Pertamina dituntut untuk meningkatkan risiko agar bisa meraih peluang untuk mendapatkan sumber-sumber migas besar.

"Direktur Hulu Pertamina Pak Syamsu Alam sudah memberikan arahan, risikonya diperbesar lagi karena perusahaan migas lain mencatatkan succes ratio 50-60 persen, tapi temuannya besar," katanya.

Angka penemuan cadangan minyak di Tanah Air masih menyedihkan. Bila dibandingkan dengan negara Asia-Pasifik, Indonesia tertinggal oleh Australia dan Malaysia dengan torehan rasio pengembalian cadangan 0,5. Artinya, setiap produksi 1 barel, cadangan yang ditemukan hanya 0,5 barel.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat aktivitas penemuan cadangan minyak dan gas oleh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) tahun ini masih jauh dari harapan.

Kondisi tersebut diduga akibat pelemahan harga minyak dunia yang terjadi sejak akhir 2014. Hingga semester I 2016, aktivitas survei seismik baru mencakup dua kegiatan. Padahal dalam dokumen rencana kerja dan anggaran (work plan and budget) KKKS, survei ditargetkan mencapai 33 kegiatan. Survei non-seismik juga terpuruk dari rencana sebesar 13 kegiatan, realisasinya hanya empat kegiatan.

Doddy menjelaskan eksplorasi merupakan cara untuk mengetahui lokasi-lokasi yang dinilai berpotensi memiliki cadangan migas. Setelah lokasi tersebut diketahui, baru kemudian dilakukan pengeboran untuk membuktikan potensi cadangan migas yang terkandung di dalamnya.

"Kalau pemburu, harimau itu kan ditembak. Kalau eksplorasi tidak, maksimum yang kita dapat kandangnya. Yang membuktikan hanya satu, pemboran," kata dia.

Doddy mengungkapkan tidak hanya memanfaatkan teknologi terkini, Pertamina juga menggunakan teknologi yang sudah ada dalam melakukan eksplorasi. "Eksplorasi itu kan full teknologi, teknologi terkini maupun teknologi yang sudah ada kita kembangkan atau kita mengembangkan sendiri," kata dia.

Pertamina, lanjut dia, selalu mendapatkan teknologi mutakhir untuk pemrosesan maupun interpretasi. Namun tidak hanya itu, Pertamina juga mencoba untuk menerapkan teknologi lama yang kalau digunakan dengan bagus dan tepat itu juga bisa mendukung eksplorasi. Hal ini telah dicoba dilakukan melalui yang namanya "profegravity" dan "magnetic".

"Kami coba di Selat Kalimantan, luasnya 16 ribu km2. Kami terbang di ketinggian 150-200 ribu meter, kita ukur gravity dan magnetic bumi. Dan hasilnya luar biasa," ungkap dia.

Doddy mengatakan melalui teknologi lama tersebut bisa mengidentifikasi besar cekungan jauh lebih presisi dan struktur geologi yang lain, patahan, lipatan, bisa mendapatkan dengan bagus.

"Ternyata tidak harus teknologi yang kita anggap lama itu dibuang. Di Kalimantan itu cekungannya demikian dalam sehingga seismik sendiri makin ke bawah makin hilang. Itulah yang fungsinya digantikan oleh gravity dan magnetic," kata dia.

Dewan Penasihat Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Rovicky Dwi Putrohari mengatakan tingginya sukses rasio dari jumlah pengeboran memang menunjukkan kepiawaian ahli geologinya. Namun kalau dilihat besarnya temuan yang relatif kecil tentunya tidak menolong banyak dalam memberikan cadangan pengganti.

Memang cadangan besar biasanya juga di tempat yang risikonya tinggi sehingga perlu dilihat dimana saja pengeboran itu dilakukan untuk melihat efektivitas dari kegiatan eksplorasi. "Di tempat yang risiko tinggi dengan hasil besar itu yang sering dipakai sebagai 'uji nyali' dalam melakukan eksplorasi," kata Rovicky.

Menurut dia, potensi migas di Indonesia masih belum sepenuhnya dieksplorasi secara intens, termasuk di Indonesia bagian barat. Sebagai perusahaan yang 100 persen dimiliki negara, sudah semestinya pemerintah tidak hanya mendukung Pertamina dalam mengambil blok yang habis masa produksinya, tetapi juga dalam kegiatan eksplorasi di tempat lain. Misalnya Indonesia Timur, maupun target-target dalam (deeper target) di Indonesia Barat. "Sebagai perusahaan yang dimiliki oleh negara, Pertamina juga perlu menjadi pionir eksplorasi di Indonesia," tegas dia.

Rovicky mengatakan sesuai dengan visi misi Pertamina menjadi energy company, Pertamina akan memprioritaskan migas dalam operasinya. Khususnya untuk hulu, kegiatan eksplorasi, dari blok yang dikelola saat ini sekitar 65 blok, ada 30 blok yang merupakan blok sudah berproduksi.

"Kalau kita pukul rata rasio sukses migas itu 10 persen saja, jumlah blok eksplorasinya harus ditambah karena tidak akan mencukupi resources replacement-nya," ungkap dia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rini Soemarno Perintahkan PLN Akuisisi 50 Persen Saham PGE

Rini Soemarno Perintahkan PLN Akuisisi 50 Persen Saham PGE

Bisnis | Jum'at, 12 Agustus 2016 | 18:02 WIB

Bangun Kilang Minyak di Bontang, Investor Oman Gandeng Pertamina

Bangun Kilang Minyak di Bontang, Investor Oman Gandeng Pertamina

Bisnis | Jum'at, 12 Agustus 2016 | 14:21 WIB

Rini Soermarno Ngaku Belum Tahu Rencana PLN akan Caplok PGE

Rini Soermarno Ngaku Belum Tahu Rencana PLN akan Caplok PGE

Bisnis | Kamis, 11 Agustus 2016 | 15:31 WIB

Jika PGE Diakuisisi PLN, Potensi Geotermal Capai 28.000 MW

Jika PGE Diakuisisi PLN, Potensi Geotermal Capai 28.000 MW

Bisnis | Kamis, 11 Agustus 2016 | 11:38 WIB

Pertamina Akan Garap Ladang Minyak di Iran

Pertamina Akan Garap Ladang Minyak di Iran

Bisnis | Selasa, 09 Agustus 2016 | 05:02 WIB

Pertamina Luncurkan Bright Gas 5,5 Kilogram di Makassar

Pertamina Luncurkan Bright Gas 5,5 Kilogram di Makassar

Bisnis | Minggu, 07 Agustus 2016 | 14:58 WIB

SP Pertamina Tolak Pengalihan Aset PGE ke PLN

SP Pertamina Tolak Pengalihan Aset PGE ke PLN

Bisnis | Kamis, 04 Agustus 2016 | 18:23 WIB

Pertamina Akuisisi 24,53 Persen Saham Maurel & Prom

Pertamina Akuisisi 24,53 Persen Saham Maurel & Prom

Bisnis | Rabu, 03 Agustus 2016 | 04:27 WIB

Mulai Malam Ini, Pertamina Turunkan Harga Dexlite Rp300 perLiter

Mulai Malam Ini, Pertamina Turunkan Harga Dexlite Rp300 perLiter

Bisnis | Minggu, 31 Juli 2016 | 23:11 WIB

Pertamina Luncurkan Pertamax Turbo di Belgia

Pertamina Luncurkan Pertamax Turbo di Belgia

Bisnis | Minggu, 31 Juli 2016 | 23:06 WIB

Terkini

Awas! Perampok di Deli Serdang Pancing Korban Lewat Aplikasi Kencan Online

Awas! Perampok di Deli Serdang Pancing Korban Lewat Aplikasi Kencan Online

Sumut | Jum'at, 18 September 2026 | 22:14 WIB

Zulhas: PAN Akan Terus Bersama Bapak Prabowo

Zulhas: PAN Akan Terus Bersama Bapak Prabowo

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:14 WIB

Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi

Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:11 WIB

Di Depan Prabowo, Zulhas Pamer Rp8 Miliar Hasil Potong Gaji Anggota DPR PAN untuk Rakyat

Di Depan Prabowo, Zulhas Pamer Rp8 Miliar Hasil Potong Gaji Anggota DPR PAN untuk Rakyat

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:06 WIB

Asing Mulai Serbu RI, Arus Modal Tembus Rp 141,6 T di Q3 2026

Asing Mulai Serbu RI, Arus Modal Tembus Rp 141,6 T di Q3 2026

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 22:03 WIB

Ketika Hijab Harus Mengikuti Gerak Perempuan Modern

Ketika Hijab Harus Mengikuti Gerak Perempuan Modern

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 21:56 WIB

Inilah Pemenang Anugerah Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan 2026

Inilah Pemenang Anugerah Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan 2026

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 21:47 WIB

Ricky Soebagdja Puji Mentalitas Student-Athlete di Campus League, BINUS Juara Regional Bandung

Ricky Soebagdja Puji Mentalitas Student-Athlete di Campus League, BINUS Juara Regional Bandung

Sport | Jum'at, 18 September 2026 | 21:27 WIB

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah, Ringankan Beban Masyarakat Desa Kedundung Sampang Saat Kemarau

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah, Ringankan Beban Masyarakat Desa Kedundung Sampang Saat Kemarau

Jatim | Jum'at, 18 September 2026 | 21:21 WIB

Pidato Zulhas di HUT PAN: Warna Partai Tak Boleh Lebih Besar dari Merah Putih

Pidato Zulhas di HUT PAN: Warna Partai Tak Boleh Lebih Besar dari Merah Putih

News | Jum'at, 18 September 2026 | 21:12 WIB

×