Akhirnya Maskapai Indonesia Boleh Terbang ke Amerika Serikat

Adhitya Himawan

Senin, 15 Agustus 2016 | 13:45 WIB
Akhirnya Maskapai Indonesia Boleh Terbang ke Amerika Serikat
Pesawat milik maskapai Garuda Indonesia terparkir di Terminal 2F, Bandara internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. (Antara/Lucky R)

Indonesia resmi dapat menerbangkan kembali maskapai nasionalnya ke Amerika Serikat seiring dengan naiknya peringkat keselamatan penerbangan oleh Otoritas Penerbangan Sipil Amerika Serikat Federal Aviation Administration (FAA) dari kategori 2 ke 1.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (15/8/2016), mengatakan pihaknya telah menerima surat pernyataan dari Kuasa Usaha dan Interim Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Brian McFeeters kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub terkait pencapaian tersebut.

"Kita patut bersyukur berkat kerja keras dan bantuan teknis dari Otoritas Penerbangan Sipil Amerika Serikat melalui FAA, kita bisa meraih semua ini dan pencapaian ini akan menjadi hadiah bagi HUT Kemerdekaan RI ke-71," katanya.

Dengan demikian, Suprasetyo menyatakan seluruh maskapai nasional yang teregistrasi PK, bisa terbang ke Negeri Paman Sam tersebut.

"Untuk itu, kami mengimbau kepada maskapai untuk mempersiapkan diri apabila akan terbang ke Amerika Serikat," katanya.

Suprasetyo menjelaskan audit FAA dimulai awal 2015 dengan mempertimbangkan tiga aspek penilaian (annexes) utama, yaitu regulasi, operasional dan kelaikudaraan.

"Dari segi regulasi sudah memenuhi standar internasional, termasuk pelaksanaan dan pengawasan, sehingga semua memenuhi," katanya.

Dia menambahkan pihaknya juga telah membenahi sumber daya manusia (SDM), kelaikan pesawat udara, operasi pesawat udara, memenuhi dokumen-dokumen yang disarankan penerbangan sipil internasional.

"Auditor juga memeriksa langsung maskapai-maskapai besar," katanya.

Dalam kesempatan sama, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub Mohammad Alwi mengatakan dengan naiknya peringkat FAA dari ketegori 2 ke 1, bisa meningkatkan kepercayaan dalam menjalin kerja sama, baik di bidang maupun di luar penerbangan.

"Baik dari manufaktur, penyedia sewa pesawat, asuransi dan akan berdampak positif bagi Indonesia," katanya.

Alwi mengaku pencapaian tersebut merupakan penantian panjang selama delapan tahun sejak April 2007 saat Indonesia tidak diperbolehkan terbang ke Amerika karena peringkat FAA turun dari 2 ke 1.

"Ini lah dokumen yang kita tunggu-tunggu, akhirnya standar keselamatan kita memenuhi kategori 1 FAA," katanya.

Untuk itu, dia menegaskan baik regulator maupun operator harus konsisten dalam menerapkan standar keselamatan penerbangan agar pencapaian tersebut tidak menurun.

Dalam surat pernyataan, Associate Administrator for Aviation Safety FAA Margaret Gilligan menuturkan pada 23-24 Mei 2016, pihaknya membahas langkah-langkah perbaikan dengan Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub yang sebelumnya telah memenuhi penilaian keamanan penerbangan internasional (IASA) pada 29 Februari sampai 4 Maret 2016.

"Dengan senang hati, kami memberitahukan bahwa kerja keras yang telah dilakukan oleh regulator dalam hal sistem keselamatan penerbangan telah mencapai hasil yang positif, yaitu naiknya ke Kategori 1 FAA," katanya.

Gilligan mengapresiasi kinerja serta komitmen Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub dan berharap dapat menjalin kerja sama untuk mempertahankan perubahan yang sangat penting tersebut. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Garuda Indonesia Buka Rute Terbang Jayapura-Surabaya

Garuda Indonesia Buka Rute Terbang Jayapura-Surabaya

Bisnis | Rabu, 10 Agustus 2016 | 16:55 WIB

Pengoperasian Terminal 3  Soetta Dinilai Terlalu Dipaksakan

Pengoperasian Terminal 3 Soetta Dinilai Terlalu Dipaksakan

News | Rabu, 10 Agustus 2016 | 09:16 WIB

Laba Singapore Airlines Naik 73,9 Persen di Kuartal II 2016

Laba Singapore Airlines Naik 73,9 Persen di Kuartal II 2016

Bisnis | Jum'at, 05 Agustus 2016 | 00:13 WIB

Garuda akan Dongkrak Pendapatan Usaha Lewat E-Commerce

Garuda akan Dongkrak Pendapatan Usaha Lewat E-Commerce

Bisnis | Selasa, 02 Agustus 2016 | 00:11 WIB

Garuda Indonesia Rugi 63,2 Juta Dolar AS di Semester I 2016

Garuda Indonesia Rugi 63,2 Juta Dolar AS di Semester I 2016

Bisnis | Selasa, 02 Agustus 2016 | 00:06 WIB

Siangapore Airlines akan Terbang Non Stop Singapura-Manchester

Siangapore Airlines akan Terbang Non Stop Singapura-Manchester

Bisnis | Kamis, 21 Juli 2016 | 21:02 WIB

Inaca: Penerbangan Pesawat di Jalur Selatan Jawa Harus Diatur

Inaca: Penerbangan Pesawat di Jalur Selatan Jawa Harus Diatur

Bisnis | Kamis, 21 Juli 2016 | 20:57 WIB

Jelang Lebaran, Kemenhub Inspeksi Terminal 2F Bandara Soetta

Jelang Lebaran, Kemenhub Inspeksi Terminal 2F Bandara Soetta

Ramadan1437h | Rabu, 22 Juni 2016 | 12:45 WIB

Batik Air Buka Rute Terbang ke Kendari dari Jakarta & Surabaya

Batik Air Buka Rute Terbang ke Kendari dari Jakarta & Surabaya

Bisnis | Jum'at, 17 Juni 2016 | 14:02 WIB

Malaysia Cabut Izin Operasi Maskapai Syariah Rayani Air, Kenapa?

Malaysia Cabut Izin Operasi Maskapai Syariah Rayani Air, Kenapa?

News | Selasa, 14 Juni 2016 | 20:41 WIB

Terkini

Sulap Kontrakan Jadi Sarang Prostitusi, Perempuan 53 Tahun di Baturaja Diciduk Polisi

Sulap Kontrakan Jadi Sarang Prostitusi, Perempuan 53 Tahun di Baturaja Diciduk Polisi

Sumsel | Sabtu, 07 November 2026 | 19:10 WIB

Melawan Trauma Body Shaming dalam Novel The Boy I Knew From YouTube

Melawan Trauma Body Shaming dalam Novel The Boy I Knew From YouTube

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:05 WIB

Sulap Sampah Plastik Menjadi Kostum Jutaan Rupiah, Kisah Gotong Royong Kampung Pancasila Gunungsari

Sulap Sampah Plastik Menjadi Kostum Jutaan Rupiah, Kisah Gotong Royong Kampung Pancasila Gunungsari

Jatim | Sabtu, 07 November 2026 | 19:02 WIB

Kemiskinan Struktural Punya Dampak ke Anak dan Pendapatan Keluarga

Kemiskinan Struktural Punya Dampak ke Anak dan Pendapatan Keluarga

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:00 WIB

Kenapa Polo Indonesia Murah? Ini 5 Hal yang Membedakan dari Ralph Lauren

Kenapa Polo Indonesia Murah? Ini 5 Hal yang Membedakan dari Ralph Lauren

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 18:59 WIB

Rosiade Padel Tournament 2026 Sabet Dua Rekor MURI, Erick Thohir: Menpora Saja Susah Dapat

Rosiade Padel Tournament 2026 Sabet Dua Rekor MURI, Erick Thohir: Menpora Saja Susah Dapat

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 18:59 WIB

Rosiade Padel Tournament Seri 3, Tetap Gratis Demi Lahirkan Atlet Berprestasi

Rosiade Padel Tournament Seri 3, Tetap Gratis Demi Lahirkan Atlet Berprestasi

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 18:54 WIB

Hyundai Siapkan Lebih Banyak Model Hybrid Manfaatkan Insentif Pemerintah

Hyundai Siapkan Lebih Banyak Model Hybrid Manfaatkan Insentif Pemerintah

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 18:50 WIB

Peran Satwa Surili Jawa pada Ekologis Lingkungan dari Ancaman Deforestasi

Peran Satwa Surili Jawa pada Ekologis Lingkungan dari Ancaman Deforestasi

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 18:45 WIB

Menakar Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres: Peta Koalisi dan Tantangan Politiknya

Menakar Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres: Peta Koalisi dan Tantangan Politiknya

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 18:40 WIB

×