Garuda Indonesia Rugi 63,2 Juta Dolar AS di Semester I 2016

Adhitya Himawan

Selasa, 02 Agustus 2016 | 00:06 WIB
Garuda Indonesia Rugi 63,2 Juta Dolar AS di Semester I 2016
Garuda Indonesia parkir di terminal II Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, Jumat (12/12). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengalami kerugian sebesar 63,2 juta dolar AS atau setara dengan Rp824 miliar pada semester I 2016 atau anjlok 315,7 persen dari periode sama 2015 yang meraup laba bersih sebesar Rp392,6 miliar.

Direktur Utama Garuda Indonesia M Arif Wibowo dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (1/8/2016), mengungkapkan kerugian yang dialami oleh perseroannya karena adanya persaingan yang ketat di penerbangan domestik yang menyebabkan terjadinya perang harga.

"Kita hadapi di domestik ini penurunan 'yield' (imbal hasil) atau harga rata-rata kita hampir 10 persen dibanding tahun sebelumnya," katanya.

Meskipun pendapatan penumpang per kilometer naik Garuda Indonesia naik sebesar 9,8 persen, Citilink Indonesia naik 19 persen dan kapasitas naik 20 persen, Arif mengatakan hal itu tidak mampu menutupi besarnya kerugian perusahaan.

Sementara itu, total pendapatan Garuda sendiri turun 4,1 persen di semester I 2016, yaitu 1,76 miliar dolar AS dari 1,84 miliar dolar AS pada periode yang sama 2015.

Selain itu, Arif menambahkan gejolak perekonomian dunia yang masih belum stabil juga mempengaruhi operasional perseroan.

Kendatipun, dia mengaku optimistis karena nilai tukar rupiah sudah mulai membaik dengan adanya kebijakan baru dari pemerintah.

"Ini indikasi yang positif ke depannya dengan kebijakan pemerintah yang baru, rupiah semakin menguat, ini prospek yang baik ke depan," katanya.

Arif mengaku pihaknya sudah berusaha untuk memperbaiki kinerja perusahaan dengan mengoperasikan sembilan pesawat baru dari 17 pesawat dan memperluas bisnisnya hingga ke Eropa yang saat ini sudah bisa melalui Bandara Heathrow dan Gatwick, London, Inggris.

"Semester I ini sangat 'challenging' (menantang), kita 'deploy' (mengoperasikan) lima pesawat 'wide body' (berbadan lebar) ke Eropa dan tingkat isian di tiga bulan pertama lebih baik," katanya.

Arif mengatakan ke depannya akan menggenjot pendapatan dengan cara mengoptimalkan rute-rute yang sudah dibuka pada Semester I 2016.

"Sudah kita investasikan di Semester I 2016 ini dan harus memberikan perolehan yang positif," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Helmi Imam Satriyono menjelaskan 80 persen pendapatan dalam rupiah, sementara laporan keuangan dalam dolar AS.

"Jadi, begitu dolar menguat, 'in terms of dollar' (versi) dolar kita jadi kecil, jadi memang ada koreksi," katanya.

Helmi mengaku pada Semester II 2016, kondisi keuangan akan membaik karena adanya kegiatan penerbangan untuk umrah, haji pada November mendatang serta Lebaran akhir Juli lalu.

"Jadi, kita optimistis sekali," katanya.

Pasalnya, Lebaran lalu menyumbang pendapatan sebesar Rp250 juta dolar AS atau tertinggi dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Selain itu, Helmi mengatakan pihaknya juga bertumpu pada kargo sebagai bisnis pendukung karena setelah difokuskan dengan direktur baru, pendapatan meningkat dari 15-17 juta dolar AS per bulan menjadi 20-22 juta dolar AS per bulan.

"Ke depan kita berharap bisa 30 juta dolar AS, Lebaran ini memang kargo turun karena orang fokus ke 'traveling'," katanya.

Karena itu, pada Semester I 2016, pendapatan dari kargo naik delapan persen atau naik menjadi 107,78 juta dolar AS dari 99,8 juta dolar AS pada periode yang sama 2015.

Sedangkan, penumpang yang diangkut 16,6 juta penumpang dengan tingkat ketepatan waktu penerbangan (OTP) 91,3 persen pada Semester I 2016. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Laba Bersih PT AKR Corporindo Tbk Turun di Semester I 2016

Laba Bersih PT AKR Corporindo Tbk Turun di Semester I 2016

Bisnis | Sabtu, 30 Juli 2016 | 03:58 WIB

BCA Buka Perdagangan Saham di Bursa Efek Indonesia

BCA Buka Perdagangan Saham di Bursa Efek Indonesia

Bisnis | Sabtu, 30 Juli 2016 | 02:55 WIB

Pendapatan Logindo Turun 31 Persen di Semester I 2016

Pendapatan Logindo Turun 31 Persen di Semester I 2016

Bisnis | Sabtu, 30 Juli 2016 | 02:06 WIB

Laba Bank Bukopin Tumbuh 14,13 Persen di Semester I 2016

Laba Bank Bukopin Tumbuh 14,13 Persen di Semester I 2016

Bisnis | Sabtu, 30 Juli 2016 | 01:47 WIB

Laba Bersih Waskita Karya Melonjak 241 Persen di Semester I 2016

Laba Bersih Waskita Karya Melonjak 241 Persen di Semester I 2016

Bisnis | Jum'at, 29 Juli 2016 | 21:50 WIB

Penjualan HM Sampoerna Semester I 2016 Tumbuh 8,22 Persen

Penjualan HM Sampoerna Semester I 2016 Tumbuh 8,22 Persen

Bisnis | Kamis, 28 Juli 2016 | 09:21 WIB

Laba Bersih Bank OCBC NISP Tumbuh 24 Persen di Semester I 2016

Laba Bersih Bank OCBC NISP Tumbuh 24 Persen di Semester I 2016

Bisnis | Rabu, 27 Juli 2016 | 14:44 WIB

Kredit Macet Bank Danamon Meningkat 5 Persen Secara Tahunan

Kredit Macet Bank Danamon Meningkat 5 Persen Secara Tahunan

Bisnis | Rabu, 27 Juli 2016 | 12:04 WIB

Laba Bersih Bank Danamon Tumbuh 38 Persen di Semester I 2016

Laba Bersih Bank Danamon Tumbuh 38 Persen di Semester I 2016

Bisnis | Rabu, 27 Juli 2016 | 11:55 WIB

Bank Mandiri akan Tumbuh Anorganik di Asia Tenggara

Bank Mandiri akan Tumbuh Anorganik di Asia Tenggara

Bisnis | Rabu, 27 Juli 2016 | 11:04 WIB

Terkini

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

×