Pembangunan Jembatan Teluk Kendari Ditargetkan Selesai Tahun 2018

Adhitya Himawan

Minggu, 21 Agustus 2016 | 08:49 WIB
Pembangunan Jembatan Teluk Kendari Ditargetkan Selesai Tahun 2018
Market Jembatan Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara. [Dok Kementerian PUPR]

Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)Taufik Widjoyono mewakili Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono meresmikan pembangunan awal  (groundbreaking) Jembatan Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (19/8/2016). Groundbreaking ditandai dengan penekanan tombol oleh Sekjen PUPR Taufik Widjoyono dan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam dan pemancangan tiang pondasi jembatan di tengah teluk kendari.

Dalam sambutannya Taufik menargetkan pembangunan jembatan teluk kendari akan selesai di akhir tahun anggaran 2018. Ia berharap dengan dibangunnya jembatan ini akan mendorong pertumbuhan kegiatan perekonomian di Kendari.

Menurutnya pembangunan jembatan Teluk Kendari nantinya merupakan bagian dari sistem jalan nasional yang ada di Kendari. “Dua kecamatan yang dihubungkan ini kan ada jalan nasional yang melingkarinya, ini akan jadi satu sistem,” ujarnya.

Ia juga berharap jembatan teluk kendari dapat menjadi icon baru Kota Kendari. “Kalau ditata kawasan kaki jembatannya bisa untuk wisata dengan dijadikan lahan publik,” ujarnya. Taufik berpesan kepada masyarakat Kendari nantinya untuk menjaga jembatan tersebut setelah selesai dibangun dan beroperasi.

Pembangunan jembatan Teluk Kendari juga diharapkan dapat meninggalkan teknologi yang bisa dikembangkan pihak perguruan tinggi di Kendari. “Kami berharap ada sesuatu yg ditinggalkan, terutama teknologinya, terlebih pembangunan ini telah melibatkan universitas sehingga bisa dilibatkan mahasiswa sebagai bentuk praktek kerja lapangan,” tuturnya.

Dalam acara tersebut juga dilakukan launching beberapa proyek strategis di Sulawesi Tenggara, salah satunya pembangunan Bendungan Ladongi. “Tahun ini juga akan dibangun bendungan Ladongi, merupakan bagian dari 49 bendungan baru yang dibangun dalam waktu 5 tahun,” ujar Taufik.

Bendungan tersebut, menurut Taufik akan dimanfaatkan untuk pencegahan banjir, sumber air baku, memberikan tambahan pasokan listrik sebesar 1,5 megawat, dan juga potensi pariwisata.

Sementara areal irigasi yang terairi juga akan bertambah seluas 1.392 ha dari luasan saat ini yakni 2.212 ha

Ia menambahkan bahwa dalam lima tahun periode kabinet kerja, Kementerian PUPR berkomitmen memfokuskan anggaran untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia wilayah timur. “Proporsi pembangunan oleh PUPR saat ini lebih dari 50 persen untuk kawasan timur Indonesia," ujarnya.

Sementara itu Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPjN) XIV Akhmad Cahyadi mengatakan Jembatan Teluk Kendari dengan total panjang 1346 m akan menggunakan teknologi cable stayed. “Dari daratan sampai jembatan akan menggunakan pra cetak,” ujar Cahyadi.  

Total panjang jembatan utama adalah 474 meter dengan bentang utama sepanjang 200 meter, lebih panjang dari Jembatan Merah Putih di Ambon dan Jembatan Soekarno di Manado. Sebagai jembatan pendekat pada sisi Kota Lama dan Poasia akan dibangun jembatan pendekat berupa gelagar pratekan dengan total panjang berkisar 300 meter.

Jembatan Teluk Kendari dibangun untuk mendukung jaringan jalan nasional dengan menghubungkan jalan nasional dengan jalan lingkar luar Kota Kendari sehingga mempersingkat jarak dan waktu tempuh Kota Lama dan daerah Poasia. Dengan terhubungnya jalan lingkar ini diharapkan pembangunan di Kota Kendari semakin meningkat. Selain itu Jembatan Teluk Kendari juga direncanakan mendukung pengembangan pelabuhan Bungkutoko dan Kendari Newport yang ke depan akan menjadi pintu masuk bagi komoditi dari dan keluar Kota Kendari maupun provinsi Sulawesi Tenggara dan menjadi penggerak perekonomian wilayah.

Kontrak Jembatan Teluk Kendari sendiri telah ditandatangani pada 29 November 2015. Melalui proses lelang dan seleksi yang ketat, penyedia jasa terpilih pada pekerjaan ini adalah dua BUMN terbesar di Indonesia yaitu PT PP dan PT NK, yang sudah berpengalaman dalam membangun jembatan sejenis. Nilai kontrak jembatan ini sebesar Rp 729 miliar dengan pembiayaan APBN murni melalui skema multi years kontrak selama 3 tahun.

Pada perjalanannya diperlukan persiapan khusus dan matang agar pembangunan jembatan berjalan sesuai target mutu. Sebagai contoh, desain jembatan ini telah didiskusikan dengan panel ahli yang tergabung dalam Komisi Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ). Panel tersebut beranggotakan para professor, praktisi dan ahli di bidang jembatan bentang panjang. Melalui komisi tersebut, desain Jembatan Teluk Kendari dikaji ulang berdasarkan peraturan pembebanan terkini serta hasil pengukuran aktual. Seluruh aspek teknis dari tahap pembangunan maupun operasional dibahas dalam komisi tersebut untuk memastikan keamanan dan keselamatan jembatan.

Sebelumnya pembangunan jembatan ini sempat terhambat karena ditemukannya ranjau, peninggalan masa perang di dasar teluk sehingga menjadi kendala utama pemasangan tiang pancang. Namun pada tanggal 20 Juni 2016 bekerjasama dengan TNI AL semua logam massif yang diduga ranjau tersebut sudah dibersihkan dari area.

Pada 2016, telah dialokasikan dana APBN sebesar Rp225 miliar yang pada perjalanannya dioptimasi menjadi Rp145 miliar. Dana tersebut akan difokuskan pada penyelesaian fondasi seluruh jembatan. Pada 2017, pekerjaan akan fokus pada pilar utama dan pada 2018 akan dikerjakan lantai jembatan utama dan jembatan pendekat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Konektivitas Indonesia Penting untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Konektivitas Indonesia Penting untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Bisnis | Kamis, 18 Agustus 2016 | 12:25 WIB

Akhir Tahun Ini, 136 Kilometer Jalan Tol Ditargetkan Beroperasi

Akhir Tahun Ini, 136 Kilometer Jalan Tol Ditargetkan Beroperasi

Bisnis | Kamis, 18 Agustus 2016 | 07:34 WIB

Pembangunan Nasional Diminta Tak Cuma Fokus ke Infrastruktur

Pembangunan Nasional Diminta Tak Cuma Fokus ke Infrastruktur

Bisnis | Rabu, 17 Agustus 2016 | 12:08 WIB

Kementerian PUPR Minta Pemda Siapkan Perda Rusunawa

Kementerian PUPR Minta Pemda Siapkan Perda Rusunawa

Bisnis | Minggu, 14 Agustus 2016 | 07:05 WIB

Angkasa Pura I Luncurkan Manado Internasional Airport

Angkasa Pura I Luncurkan Manado Internasional Airport

Bisnis | Jum'at, 12 Agustus 2016 | 13:58 WIB

Kebutuhan Dana Program Sejuta Rumah Sebesar Rp1.000 Triliun

Kebutuhan Dana Program Sejuta Rumah Sebesar Rp1.000 Triliun

Bisnis | Kamis, 11 Agustus 2016 | 18:55 WIB

Pemerintah Bangun Lima Jembatan Kereta Api di Jawa Tengah

Pemerintah Bangun Lima Jembatan Kereta Api di Jawa Tengah

Bisnis | Kamis, 11 Agustus 2016 | 15:46 WIB

Pemerintah Ingin Pelabuhan Depapre Dibangun oleh BUMN

Pemerintah Ingin Pelabuhan Depapre Dibangun oleh BUMN

Bisnis | Kamis, 11 Agustus 2016 | 15:25 WIB

Pelabuhan Depapre akan Dijadikan Jalur Tol Laut

Pelabuhan Depapre akan Dijadikan Jalur Tol Laut

Bisnis | Kamis, 11 Agustus 2016 | 15:20 WIB

Capaian Program Sejuta Rumah Baru 230.802 Unit per Agustus 2016

Capaian Program Sejuta Rumah Baru 230.802 Unit per Agustus 2016

Bisnis | Kamis, 11 Agustus 2016 | 13:33 WIB

Terkini

4 Shio yang Makin Hoki Setelah 20 September 2026, Hidup Lancar dan Sesuai Rencana

4 Shio yang Makin Hoki Setelah 20 September 2026, Hidup Lancar dan Sesuai Rencana

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 06:47 WIB

Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis

Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 06:40 WIB

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 06:00 WIB

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

×