Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.370,679
LQ45 634,821
Srikehati 316,336
JII 410,153
USD/IDR 17.714

Jokowi Gusar Dwelling Time Pelabuhan Belawan Lebih dari Seminggu

Adhitya Himawan | Erick Tanjung | Suara.com

Selasa, 13 September 2016 | 14:17 WIB
Jokowi Gusar Dwelling Time Pelabuhan Belawan Lebih dari Seminggu
Presiden Jokowi meresmikan pengoperasian Terminal Peti Kemas Kalibaru di Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (13/9/2016). [Biro Pers Istana]
Presiden Joko Widodo mengungkapkan, di Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara waktu bongkar muat atau Dwelling Time lebih dari seminggu. Hal itu disebabkan masih banyak petugas, orang dalam pengelola p[elabuhan yang bermain-main untuk pungutan liar.
 
"Seperti yang saya kemukakan tadi, di Pelabuhan Belawan masih tujuh hari lebih, ini karena ada yang main-main‎," kata Jokowi usai meresmikan pengoperasian Terminal Peti Kemas Kalibaru di Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (13/9/2016).
 
‎Maka dari itu dia memerintahkan Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut dugaan pungutan liar dan tindak pidana korupsi dalam pelayanan Dwelling Time di Pelabuhan Belawan tersebut.
 
"Tadi sudah saya perintahkan kepada Kapolri untuk pelaku-pelaku pungli ditangkap, nggak ada toleransi lagi, kalau tidak akan seperti ini terus. Tangkap saja kalau ada yang masih main-main seperti itu, tidak ada perintah lain," ujar dia.
 
‎Jokowi menargetkan untuk semua pelabuhan peti kemas di seluruh Indonesia pelayanan dwelling time menjadi dua hari. 
 
"Secepatnya (target dua hari dwelling time), karena saya sudah ngomong dua tahun yang lalu. Di sini (Pelabuhan Tanjung Priok) sudah cukup baik, tapi masih perlu diperbaiki lagi hingga mencapai angka dua sekian. Semua juga harus menuju ke angka itu," tutur dia.
 
Menurut dia, jika pelayanan dwelling time lebih cepat dan tidak ada pungli di pelabuhan peti kemas, biaya logistik akan lebih murah. Sehingga harga-harga barang lebih murah dan memicu pertumbuhan ekonomi.
 
"Artinya kalau ada kecepatan pelayanan, tidak ada ruang untuk pungli artinya biaya bisa terkurangi. Kalau ada fasilitas seperti ini berarti ada kecepatan, cost akan berkurang," kata dia.
 
"Permintaan dwelling time dua hari tidak hanya berlaku di Tanjung Priok, tapi untuk semua pelabuhan, baik Tanjung Perak, Tanjung Emas, Belawan, Makassar.‎ Laporan yang saya terima yang sudah cukup baik dari Priok dan Makassar, yang lain masih belum".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Minta Dwelling Time Pelabuhan se-Indonesia 2 Hari

Jokowi Minta Dwelling Time Pelabuhan se-Indonesia 2 Hari

Bisnis | Selasa, 13 September 2016 | 12:40 WIB

Dukung New Priok, Pelindo II Luncurkan Inaportnet

Dukung New Priok, Pelindo II Luncurkan Inaportnet

Bisnis | Selasa, 13 September 2016 | 09:23 WIB

Tahun Ini Jokowi Rayakan Idul Adha di Serang Banten

Tahun Ini Jokowi Rayakan Idul Adha di Serang Banten

News | Senin, 12 September 2016 | 10:28 WIB

Kirim Sapi Lokal Seberat 1,5 Ton, Jokowi Titip Pesan Pada Dunia

Kirim Sapi Lokal Seberat 1,5 Ton, Jokowi Titip Pesan Pada Dunia

News | Senin, 12 September 2016 | 09:12 WIB

Terkini

SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit

SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 19:18 WIB

Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara

Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:57 WIB

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:53 WIB

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:48 WIB

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:31 WIB

BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan

BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:25 WIB

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:23 WIB

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:59 WIB

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:45 WIB

Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya

Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:30 WIB