Menteri Basuki: Negara Sudah Hadir Membangun Infrastruktur

Adhitya Himawan

Jum'at, 16 September 2016 | 08:15 WIB
Menteri Basuki: Negara Sudah Hadir Membangun Infrastruktur
Pembangunan terowongan jalur MRT di Jakarta terus berlangsung. [Dok Kementerian PUPR]

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa negara sudah hadir dalam pembangunan infrastruktur. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Infrastruktur Nasional dengan tema "Negara Hadir Dalam Pembangunan Infrastruktur Untuk Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing Bangsa"di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, (15/9/2016).

Acara dihadiri juga oleh Rektor UGM Prof. Dwikorita Karnawati, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Nangroe Aceh Darussalam, Anggota Komisi V DPR RI Nusyirwan Soedjono, Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dan Ketua Umum Nawacita Suryo Admanto.

Negara hadir melalui pembangunan infrastruktur yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia dari Sabang-Merauke dan memberikan solusi berbagai persoalan bangsa untuk berbagai lapisan masyarakat. "Menteri Keuangan pun sudah bilang tidak akan sentuh (potong anggaran -red) infrastruktur tapi biaya-biaya operasional," tambah Menteri Basuki.

Menurut Basuki, pembangunan infrastruktur bidang PUPR menyentuh 3 program prioritas yakni konektivitas, kedaulatan pangan/ketahanan air, dan perumahan dan permukiman. Pembangunannya, lanjut Basuki diintegrasikan melalui 35 Wilayah Pengembangan Strategis yang telah disusun Kementerian PUPR.

"Sesuai Renstra, pada tahun 2019 untuk jalan tol ditargetkan bertambah 1.000 km, kemudian trans papua sepanjang 4325 km, jalan perbatasan dan 7 pintu pintu lintas batas negara di Entikong, Nanga Badau, Aruk, Motaain, Motamasin, Wini dan Skouw beserta kawasannya" jelasnya.

Sementara itu pembangunan bendungan baru sebanyak 49 bendungan baru sambil menyelesaikan 16 bendungan yang belum selesai tahun 2014 lalu. "jadi total nya 65 bendungan untuk bisa mengairi irigasi 7,3 juta ha sawah" kata Basuki.

Kementerian PUPR juga membangun 1 juta ha irigasi baru dalam rangka kedaulatan pangan dan merehabilitasi 3 juta ha irigasi yang ada sekarang yang ditargetkan selesai 2019 nanti.

Kendala yang dihadapi terutama terkait pembebasan lahan, namun menurut Basuki dengan bekerjasama intensif dimana 2 minggu sekali dilakukan rapat bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang, proses pembebasan lahan bisa diselesaikan

Saat ini progress capaian dalam tahun anggaran 2016 telah mencapai 53,65 persen (fisik) dan 46,9 persen (keuangan), capaian tersebut mengalami peningkatan dibanding capaian tahun lalu ditanggal yang sama (14 september) yaitu 40,8 persen (fisik) dan 35,46 persen (keuangan).

"Salah satunya adalah karena pelelangan dini pada tahun 2016. Untuk itu 2017 akan kami laksanakan kembali tender mulai Oktober-November," tutur Menteri Basuki.

Dalam kesempatan yang sama Anggota Komisi V DPR RI Nusyirwan Soedjono mengungkapkan bahwa dalam pembangunan infrastruktur berbasis pengembangan kawasan khusus dilakukan melalui pendekatan karakteristik wilayah yang berbeda baik dari aspek fisik, geografis, lingkungan, sosial maupun budayanya.

Selanjutnya Nusyirwan mengungkapkan bahwa untun mempercepat terwujudnya infrastruktur yang mendukung kemandirian ekonomi untuk kesejahteraan rakyat harus dilakukan peningkatan sumber daya manusianya serta manajemen konstruksi, inovasi dalam penganggaran dan koordinasi pemrograman pada tingkat nasional lintas sektor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kementerian PUPR Kembangkan Teknologi Judesa

Kementerian PUPR Kembangkan Teknologi Judesa

Bisnis | Kamis, 15 September 2016 | 14:33 WIB

Kementerian PUPR Telah Beri Bantuan PSU Untuk 27.283 Unit Rumah

Kementerian PUPR Telah Beri Bantuan PSU Untuk 27.283 Unit Rumah

Bisnis | Kamis, 15 September 2016 | 10:53 WIB

Anggaran Kementerian PUPR Tahun 2017 Diusulkan Rp105,56 Triliun

Anggaran Kementerian PUPR Tahun 2017 Diusulkan Rp105,56 Triliun

Bisnis | Kamis, 15 September 2016 | 08:56 WIB

Infrastruktur Jalan akan Perlancar Distribusi Barang dan Jasa

Infrastruktur Jalan akan Perlancar Distribusi Barang dan Jasa

Bisnis | Kamis, 15 September 2016 | 08:52 WIB

Kementerian PUPR Dukung Pembangunan Tol Dalam Kota Bandung

Kementerian PUPR Dukung Pembangunan Tol Dalam Kota Bandung

Bisnis | Kamis, 15 September 2016 | 08:44 WIB

Jalan Tol Dalam Kota Bandung Mulai Dibangun November 2017

Jalan Tol Dalam Kota Bandung Mulai Dibangun November 2017

Bisnis | Rabu, 14 September 2016 | 15:01 WIB

Pemerintah akan Bangun Kawasan Kaki Jembatan Sisi Madura

Pemerintah akan Bangun Kawasan Kaki Jembatan Sisi Madura

Bisnis | Rabu, 14 September 2016 | 11:06 WIB

Penurunan Suku Bunga BI Pengaruhi Target Satu Juta Rumah

Penurunan Suku Bunga BI Pengaruhi Target Satu Juta Rumah

Bisnis | Rabu, 14 September 2016 | 10:58 WIB

Wisma Atlet Jakabaring Palembang Ditarget Selesai Akhir 2016

Wisma Atlet Jakabaring Palembang Ditarget Selesai Akhir 2016

Bisnis | Rabu, 14 September 2016 | 10:43 WIB

Anggota PDIP  Dicecar Soal Pembahasan Program Aspirasi

Anggota PDIP Dicecar Soal Pembahasan Program Aspirasi

News | Selasa, 13 September 2016 | 19:02 WIB

Terkini

Buka Peluang Periksa Raja Juli! KPK Tunggu Fakta Baru yang Muncul di Sidang Bupati Kuansing

Buka Peluang Periksa Raja Juli! KPK Tunggu Fakta Baru yang Muncul di Sidang Bupati Kuansing

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:32 WIB

Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri

Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri

Jabar | Selasa, 03 November 2026 | 14:31 WIB

Full Count Tayang 2027, Kim Rae Won dan Park Hoon Bersaing Jadi Manajer

Full Count Tayang 2027, Kim Rae Won dan Park Hoon Bersaing Jadi Manajer

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 14:30 WIB

Petani Sawit Berpotensi Keluar dari Sistem RSPO Jika Pendapatan Terus Menurun

Petani Sawit Berpotensi Keluar dari Sistem RSPO Jika Pendapatan Terus Menurun

Jatim | Selasa, 03 November 2026 | 14:25 WIB

Kontroversi Listyo Sigit Prabowo Saat Jadi Kapolri: Dari Skandal Sambo hingga Tragedi Rantis Brimob

Kontroversi Listyo Sigit Prabowo Saat Jadi Kapolri: Dari Skandal Sambo hingga Tragedi Rantis Brimob

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:21 WIB

Hadapi PSMS Medan di League Cup, Persija Masih Ragu-ragu Turunkan Shayne Pattynama

Hadapi PSMS Medan di League Cup, Persija Masih Ragu-ragu Turunkan Shayne Pattynama

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

DPRD DKI Dorong Anggaran Rp1,5 Triliun Sentuh Ekonomi Kampung Kumuh

DPRD DKI Dorong Anggaran Rp1,5 Triliun Sentuh Ekonomi Kampung Kumuh

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Review Dead-End Job: Horor Korea yang Menyindir Kejamnya Dunia Kerja

Review Dead-End Job: Horor Korea yang Menyindir Kejamnya Dunia Kerja

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Urutan Pemakaian Produk Skincare Viva untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah Merata

Urutan Pemakaian Produk Skincare Viva untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah Merata

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Jamdatun Soal RUU Perampasan Aset: Negara Lain Tinggalkan Mekanisme NCB Karena Rawan Abusif

Jamdatun Soal RUU Perampasan Aset: Negara Lain Tinggalkan Mekanisme NCB Karena Rawan Abusif

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:17 WIB

×