Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.971,953
LQ45 674,558
Srikehati 329,471
JII 461,839
USD/IDR 17.363

Laut Indonesia Rusak, Stok Pangan Dunia Terancam

Adhitya Himawan | Suara.com

Sabtu, 17 September 2016 | 13:55 WIB
Laut Indonesia Rusak, Stok Pangan Dunia Terancam
Pantai Pangandaran di Jawa Barat. [Dok DPR]

Organisasi pelestarian lingkungan World Wide Fund for Nature (WWF) Internasional menganugerahkan 'Leaders for a Living Planet Awards' kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden WWF Internasional, Yolanda Kakabadse kepada Susi di WWF Building, Washington DC pada Jum'at siang (16/9/2016) waktu setempat, bersamaan dengan berlangsungnya “Our Ocean Conference” yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat.

“Ibu Susi Pudjiastuti telah mendedikasikan waktunya selama ini untuk memberantas praktek perikanan yang tidak sah, mendorong pengelolaan perikanan berkelanjutan berbasis ilmiah, dan memperkuat kesehatan laut dengan memperluas jejaring kawasan konservasi perairan. Beliau adalah tokoh yang berjuang untuk melindungi kesehatan laut Indonesia.”, ungkap Yolanda dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/9/2016).

Penghargaan yang sangat prestisius tersebut diberikan WWF Internasional berkat komitmen dan konsistensi Susi dalam menjaga kedaulatan dan keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia melalui kebijakan pemberantasan praktek perikanan yang tidak sah, tidak dilaporkan dan tidak diatur (Illegal, Unregulated and Unreported Fishing/IUUF).

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Yayasan WWF Indonesia Kemal Stamboel, pada kesempatan lain di Jakarta mengungkapkan kebanggaannya atas ketegasan Susi dalam memerangi praktek perikanan yang tidak sah dan mendukung secara penuh atas upaya-upaya yang dilakukan.

"Kami berbangga bahwa langkah tegas Ibu Susi Pudjiastuti memerangi praktek perikanan yang tidak sah, tidak dilaporkan dan tidak diatur mendapat pengakuan global sebagai bagian dari upaya konservasi dalam menjaga dan menjamin keberlanjutan kekayaan laut Indonesia. Dukungan penuh akan selalu kami berikan agar Ibu Susi Pudjiastuti beserta seluruh jajarannya semakin memantapkan usaha ini termasuk untuk menambah luasan kawasan konservasi perairan dan pengelolaannya yang efektif", tutur Kemal.

Hal itu memang tidak terlepas dari perhatian WWF terhadap kondisi perikanan Indonesia yang sangat memprihatinkan, akibat maraknya kegiatan IUUF sebelum Susi menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Seperti diketahui, sebagian besar kegiatan penangkapan ikan secara ilegal ini dilakukan oleh kapal-kapal asing yang sebagian besar bekerjasama dengan orang-orang Indonesia yang tidak bertanggung jawab.

Ketika Susi menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, tidak perlu menunggu lama untuk melakukan beberapa program startegis dalam me-recover kondisi perikanan Indonesia ke arah yang sustainable. Seperti di minggu pertama menjabat, Susi langsung mencanangkan tiga pilar pembangunan kelautan dan perikanan yaitu Sovereignty (kedaulatan), Sustainability (keberlanjutan) dan Prosperity (Kesejahtaraan).

Dalam beberapa kesempatan, Susi memang kerap menegaskan bahwa kedalutan Indonesia dalam melakukan pengelolaan sumberdaya alam termasuk sumberdaya perikanan adalah suatu “keniscayaan” yang harus dilakukan dengan harga mati, tidak ada kompromi dengan “kedaulatan”. Kesuksesan dalam mempertahankan kedaulatan adalah merupakan kunci sukses menumbuhkan jati diri dan harga diri bangsa untuk membangun ekonomi Indonesia.

"Setelah kita berdaulat penuh, maka Indonesia dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maka akan mampu melakukan pengelolaan sumberdaya alam secara efisien, efektif dan lestari. Bila kedaulatan dan keberlanjutan sudah terbentuk maka dengan ditopang oleh spirit keadilan maka kesejahteraan bangsa Indonesia khususnya kelompok yang masih tertinggal dari para nelayan (small scale fisheries) akan segera terwujud", tegas Susi.

Kebijakan pemerintah Indonesia dalam memberantas IUUF juga mendapat dukungan yang sangat luas, bukan hanya di Indonesia akan tetapi juga negara-negara lain yang sangat memahami akan bahayanya IUUF terhadap kondisi perikanan global. Negara-negara di dunia sangat menyadari bahwa laut Indonesia adalah merupakan salah satu sumber perikanan dunia, maka ketika kondisi laut dan perikanan Indonesia rusak maka akan menjadi ancaman bagi stok pangan dunia (food security).

Upaya pemberantasan IUUF yang dilakukan sebagai salah satu bentuk komitmen yang sangat tepat dalam penegakkan hukum terkait pengelolaan perikanan di Indonesia. Dengan pemberantasan IUUF, maka kondisi perikanan Indonesia yang sudah memprihatinkan diyakini akan segera pulih dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Tak hanya itu, Susi juga dinilai sangat peduli terhadap konservasi marine biodiversity. Dalam waktu kurang dari 2 tahun, Ia sudah menetapkan kurang lebih 1 juta hektar Marine Protected Areas (MPA) yang merupakan kawasan perlindungan keanekaragaman hayati laut.

Leaders for a living planet merupakan penghargaan yang diberikan WWF Internasional kepada perseorangan yang menunjukkan kontribusinya melalui komitmen dan upayanya yang luar biasa dalam penyelamatan planet bumi dan sumberdaya alam untuk menjamin pemanfaatan yang berkelanjutan.

Penerima penghargaan ini dapat berasal dari pemimpin di pemerintahan, swasta, atau organisasi kemasyarakatan. Dengan komitmen dan upayanya, disamping secara langsung dan tidak langsung dapat menunjukan hasil yang signifikan dalam upaya pelestarian sumberdaya alam, juga dapat menginspirasi orang/pihak lain untuk berbuat yang sama dengannya.

Sejak tahun 2000 hingga saat ini, setidaknya 100 orang pemimpin di dunia dari berbagai organisasi telah memperoleh anugerah ini. Diantaranya, the former UN Secretary-General Kofi Annan, the Minister of Fisheries of Norway, the Vice-Premier of China dan the Ministers of Water Affairs of France. Adapun tokoh dari Indonesia yang telah memperoleh penghargaan ini adalah Dr. Emil Salim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kerugian RI Akibat Pencurian Ikan 20 Miliar Dolar AS per Tahun

Kerugian RI Akibat Pencurian Ikan 20 Miliar Dolar AS per Tahun

Bisnis | Sabtu, 17 September 2016 | 13:23 WIB

Menteri Susi Makin Gencar Perangi Illegal Fishing

Menteri Susi Makin Gencar Perangi Illegal Fishing

Bisnis | Sabtu, 17 September 2016 | 13:00 WIB

Global Fishing Watch Akhirnya Telah Diluncurkan

Global Fishing Watch Akhirnya Telah Diluncurkan

Bisnis | Jum'at, 16 September 2016 | 15:06 WIB

KKP Pulangkan 228 ABK Ilegal Asal Vietnam

KKP Pulangkan 228 ABK Ilegal Asal Vietnam

Bisnis | Rabu, 14 September 2016 | 09:57 WIB

Gagalkan Penyelundupan Produk Perikanan

Gagalkan Penyelundupan Produk Perikanan

Foto | Selasa, 13 September 2016 | 15:57 WIB

Pameran Seni Rupa Bahari

Pameran Seni Rupa Bahari

Foto | Selasa, 13 September 2016 | 14:10 WIB

Enam Nelayan Indonesia Ditahan di Malaysia

Enam Nelayan Indonesia Ditahan di Malaysia

News | Rabu, 07 September 2016 | 03:13 WIB

Susi Ajak Nelayan Ganti Alat Tangkap Ikan yang Ramah Lingkungan

Susi Ajak Nelayan Ganti Alat Tangkap Ikan yang Ramah Lingkungan

Bisnis | Selasa, 06 September 2016 | 17:45 WIB

Menteri Susi: Pencurian Ikan Musuh Bersama

Menteri Susi: Pencurian Ikan Musuh Bersama

News | Selasa, 06 September 2016 | 03:06 WIB

Ekspor Udang Indonesia Telah Menyalip India

Ekspor Udang Indonesia Telah Menyalip India

Bisnis | Rabu, 31 Agustus 2016 | 17:30 WIB

Terkini

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:05 WIB

Bahlil Ungkap Keuntungan Pengembangan CNG Pengganti LPG

Bahlil Ungkap Keuntungan Pengembangan CNG Pengganti LPG

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:03 WIB

Buruh Tembakau Minta Moratorium Cukai 3 Tahun, Wanti-wanti PHK Massal

Buruh Tembakau Minta Moratorium Cukai 3 Tahun, Wanti-wanti PHK Massal

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:52 WIB

28 Nama Calon Bos BEI Sudah di Meja OJK, Rekam Jejak Jadi Sorotan

28 Nama Calon Bos BEI Sudah di Meja OJK, Rekam Jejak Jadi Sorotan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:46 WIB

Airlangga Klaim MBG Ikut Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026

Airlangga Klaim MBG Ikut Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:28 WIB

Disokong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Bangkit ke Level 7.000 Lagi

Disokong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Bangkit ke Level 7.000 Lagi

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:01 WIB

Perusahaan Sekuritas Mulai Masuk Ranah Pendidikan

Perusahaan Sekuritas Mulai Masuk Ranah Pendidikan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:56 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61% di Q1 2026, Pemerintah Klaim Lebih Tinggi dari China-AS

Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61% di Q1 2026, Pemerintah Klaim Lebih Tinggi dari China-AS

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:56 WIB

Indonesia Mulai Menua, BPS Catat Lansia Tembus 11,97 Persen

Indonesia Mulai Menua, BPS Catat Lansia Tembus 11,97 Persen

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:39 WIB