Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.319,613
LQ45 635,207
Srikehati 308,696
JII 378,581
USD/IDR 18.032

IPW Peringatkan Stimulus Properti Jangan Tumpul Diimplementasi

Adhitya Himawan

Sabtu, 24 September 2016 | 04:09 WIB
IPW Peringatkan Stimulus Properti Jangan Tumpul  Diimplementasi
Komplek perumahan sederhana di Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (11/9/2016).

Suara.com - Banyaknya stimulus di sektor perumahan dan properti yang dikeluarkan pemerintah berpotensi untuk mengangkat pasar perumahan dan properti nasional. Sebut saja mulai dari pelonggaran LTV dan Inden, diturunkannya pajak DIRE, Penurunan PPh final dari 5 persen menjadi 2,5 persen, sampai paket kebijakan 13 yang memangkas 70 persen perijinan. Belum lagi bila melihat dampak tax amnesty dan pembangunan infrastruktur yang akan memberikan dampak luar biasa pada sektor ini. 

Namun demikian stimulus tersebut harus segera diturunkan dalam bentuk implementasi yang jelas. "Indonesia Property Watch terus mendorong pemerintah untuk segera mempercepat langkah-langkah implementasi sehingga stimulus yang ada hanya berjalan di tempat," kata Ali Tranghada, Direktur Ekseskutif IPW dalam keterangan tetulis, Jumat (23/9/2016).

Sosialisasi DIRE saat ini masih dirasakan belum maksimal. Belum banyak yang paham mengenai apa itu Dana Investasi Real Estate (DIRE) atau yang sering disebut juga sebagai Real Estate Investment Trusts (REITs). Di negara tetangga, DIRE sudah sangat populer karena adanya dukungan juga dari pasar bursa dan perbankan. Di Indonesia meskipun pajak telah diturunkan menjadi total 1,5 persen dibandingkan REITs di Singapura dengan pajak 3 pajak, namun pergerakan di dalam negeri ini masih sangat lambat.

Pemerintah agaknya harus menggerakan sosialisasi lebih gencar dan kerja sama dengan pihak perbankan". Perputaran dari DIRE ini seharusnya dapat melipatgandakan investasi masyarakat di sektor properti melalui pasar bursa. Paling tidak itu yang terjadi di negara-negara yang sudah terbiasa dengan REITs," ujar  Ali.

Belum lagi jika kita melihat paket kebijakan 13 mengenai pemangkasan perijinan dari 33 ijin menjadi hanya 11 ijin yang diperkirakan akan memberikan penghematan sebesar 30 persen persen dari sisi biaya bagi pengembang. Namun tanpa adanya Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur hal ini maka tidak akan berdampak sama sekali. Penyusunan PP harus segera dilaksanakan. Ini pun belum cukup karena harus diturunkan lagi menjadi Perda. Kesiapan sumber daya manusia di tingkat daerah harus dipersiapkan secara matang. Karena saat ini diindikasi banyak Pemda yang masih berpikir dengan cara lama dimana dengan adanya pemangkasan ini berarti PAD masing-masing daerahnya akan menurun. Namun di sisi lain perlu disosialisasikan bahwa dengan adanya pemangkasan ini maka iklim investasi perumahan dan properti akan luar biasa bahkan dapat memberikan PAD yang lebih tinggi. Mind set yang ada harus segera dirubah agar masing-masing daerah dapat bersaing untuk memajukan wilayahnya masing-masing. Proses ini dirasakan masih panjang bila tanpa dorongan yang kuat dari pemerintah.

Satu isu oenting yang akan segera berdampak pada sektor properti adalah mengenai tax amnesty. Dampak tax amnesty sampai triwulan III/2016 diperkirakan belum terlalu terasa pada sektor properti karena semua masih menyibukan diri untuk ikut program ini. Namun demikian diperkirakan mulai awal tahun 2017, pasar properti menengah atas justru akan kebanjiran pasar. Bukan tanpa alasan, sampai 20 September 2016 deklarasi aset telah menembus angka psikologis Rp 1.011 triliun dengan dana repatriasi Rp 55 triliun dan akan terus semakin bertambah.

Dengan masuknya dana repatriasi ini akan memberikan dorongan psikologis yang kuat bagi para investor untuk melakukan investasi di properti. Mengapa properti menjadi prioritas utama? Dana masuk paling tidak harus mengendap selama 3 tahun dan sektor properti sebagai investasi jangka panjang akan menjadi sebuah pilihan utama dengan peningkatan nilai properti yang semakin bertumbuh. Sektor properti sebagai salah satu lokomotif perekonomian harus menjadi perhatian pemerintah. Indonesia Property Watch menilai kehadiran tax amnesty ini harus diikuti dengan insentif bagi para pemodal untuk berinvestasi di sektor ini. Masuknya modal dari luar negeri akan memperkuat struktur pembiayaan bagi pembangunan infrastruktur dan properti baik di bursa saham maupun di sektor riil, termasuk banjirnya dana-dana murah di perbankan sehingga bunga rendah akan segera terjadi.

Berdasarkan pengamatan di lapangan sampai sejauh ini pasar proyek di segmen menengah mulai bergerak tipis meskipun angka pastinya masih dalam proses riset dari Indonesia Property Watch. Baru bulan Oktober pasar akan naik tipis sampai akhir tahun, dimana di akhir tahun pun terdapat bulan-bulan yang sepi transaksi misalnya di bulan Desember. Meskipun pada semester II secara data telah memasuki tren naik namun secara pasar keseluruhan belum terasa signifikan, pasar akan terasa bergerak di awal tahun 2017.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rumah-rumah Bersubsidi Tidak Boleh untuk Kegiatan Investasi

Rumah-rumah Bersubsidi Tidak Boleh untuk Kegiatan Investasi

Bisnis | Selasa, 06 September 2016 | 15:11 WIB

Menteri Basuki Kunjungi Rumah Pintar Korfakor di Raja Ampat

Menteri Basuki Kunjungi Rumah Pintar Korfakor di Raja Ampat

Bisnis | Sabtu, 03 September 2016 | 14:36 WIB

Menteri PUPR: Sistem Moduler Bikin Pembangunan Rumah Lebih Cepat

Menteri PUPR: Sistem Moduler Bikin Pembangunan Rumah Lebih Cepat

Bisnis | Minggu, 28 Agustus 2016 | 15:41 WIB

Terkini

Pria di Medan Ditangkap gegara Jual Video Porno Sesama Jenis Lewat Aplikasi

Pria di Medan Ditangkap gegara Jual Video Porno Sesama Jenis Lewat Aplikasi

Sumut | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:54 WIB

BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing untuk Taklukkan Bara di Gunung Bromo

BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing untuk Taklukkan Bara di Gunung Bromo

Malang | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:53 WIB

Prabowo Didesak Alihkan Kasus Febrie ke KPK, Penanganan Kejagung Dinilai Tak Profesional

Prabowo Didesak Alihkan Kasus Febrie ke KPK, Penanganan Kejagung Dinilai Tak Profesional

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51 WIB

Mazda Pajang Lima Instalasi Seni Berbahan Daur Ulang di GIIAS 2026

Mazda Pajang Lima Instalasi Seni Berbahan Daur Ulang di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51 WIB

Aksi Bek Vietnam Cium Jimat Kim Sang-sik Usai Gulung Timnas Indonesia 3-0

Aksi Bek Vietnam Cium Jimat Kim Sang-sik Usai Gulung Timnas Indonesia 3-0

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:46 WIB

Sidang Lanjutan Banding Nadiem Digelar 12 Agustus, 2 Saksi dari GoTo Akan Diperiksa

Sidang Lanjutan Banding Nadiem Digelar 12 Agustus, 2 Saksi dari GoTo Akan Diperiksa

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:46 WIB

Uang Cash Mulai Jarang di Dompet: Siapkah Kita Menjadi Masyarakat Cashless?

Uang Cash Mulai Jarang di Dompet: Siapkah Kita Menjadi Masyarakat Cashless?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:45 WIB

Menengok Rumah Slamet Riyadi yang Direhabilitasi, Sosok Pemberani yang Gugur di Medan Perang

Menengok Rumah Slamet Riyadi yang Direhabilitasi, Sosok Pemberani yang Gugur di Medan Perang

Surakarta | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:43 WIB

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Ekosistem Pembiayaan di Jawa Timur

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Ekosistem Pembiayaan di Jawa Timur

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:42 WIB

Seskab Teddy Ternyata Berbohong Soal Sumber Anggaran MBG

Seskab Teddy Ternyata Berbohong Soal Sumber Anggaran MBG

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:42 WIB

×