Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Industri Nasional Dituntut Harus Siap Hadapi Era Industry 4.0

Adhitya Himawan | Suara.com

Senin, 26 September 2016 | 02:10 WIB
Industri Nasional Dituntut Harus Siap Hadapi Era Industry 4.0
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (25/8/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengingatkan kepada pelaku industri dalam negeri agar siap menghadapi eraIndustry 4.0. Era ini menuntut pelaku industri untuk mengubah proses manufaktur dengan mengintegrasikan sistem berbasisonline dalam sebuah mata rantai produksi.

Industry 4.0menjadikan proses produksi berjalan dengan internet sebagai penopang utama. Semua obyek dilengkapi perangkat teknologi yang dibantu sensor mampu berkomunikasi sendiri dengan sistem teknologi informasi,” kata Menperin pada KegiatanStadium General Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah di Jakarta, Jumat (23/9/2016).

Menperin mengatakan, penggunaan sistem online di industri mampu meningkatkan efisiensi mencapai 18persen. Dalam waktu lima tahun, ujarnya, sebesar 80 persen perusahaan akan melakukan digitalisasi dalam rantai nilai bisnis. Hal itu dipastikan Airlangga, karena berdasarkan hasil studi di Eropa, perusahaan-perusahaan di Benua Biru melakukan investasi mencapai €140 Miliar sampai dengan tahun 2020 untukpenggunaan aplikasi internet di industrinya. “Di sana, penggunaan internet sudah menjadi sangat pentinguntuk di sektor industri,” tuturnya.

Oleh karena itu, kata Menperin, pihaknya mendorong penggunaan teknologi onlineatau internet oleh pelakuindustri dalam negeri secara lebih intensif. Salah satu industri yang amat potensial berkembang melalui aplikasi online adalah industri makanan. Pasalnya, jelas Airlangga, industri makanan saat ini telah berkembang pesat secara regional karena adanya faktor warisan budaya (cultural heritage). “Dengan adanya aplikasi online, industri makanan dan minuman menjadi lebih berkembang karena didukung kemudahandistribusi dan informasi produk,” ungkapnya.

Sistem informasi online juga membantu industri menjadi makin efisien karena produksi dapat berlangsung secara terus menerus sesuai dengan informasi kebutuhan dan stok. Beberapa sektor lainnya, seperti industrikosmetik, pupuk, semen, elektronik dan permesinan juga sudah mulai mengadopsi sistem otomasi. “Keberhasilan mengembangkan industri tersebut akan menjadi patokan industri lainnya,”kata Menperin.

Kemenperin juga tengah mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) agar ikut memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperluas pasarnya. “Tujuan pemanfaatan pasar digital adalah untuk membuat cost menjadi nol dan efisiensi value chain. Perusahaan e-commerce dalam dan luar negeri juga kita ajak kerjasama untuk mendukung langkah ini,” ujar Airlangga.

Penyiapan SDM industri

Pada kesempatan tersebut, Menperin Airlangga menyampaikan dukungan terhadap langkah UIN Syarif Hidayatullah Jakartauntuk mengembangkan diri, dari teaching university menjadi research university. Selanjutnya, Menperin juga mendorong perguruan tinggi tersebut untuk mencetak wirausaha baru atau menjadi entrepreneur university. “Tantangan bagi perguruan tinggi di Indonesia adalah untuk membekali para mahasiswa  dengan kemampuan penemuan ilmiah, pengembangan rekayasa, kewirausahaan, serta manajemen dan bisnis agar selanjutnya dapat berkontribusi pada sektor industri,” papar Menperin.

Menperin pun menegaskan, dalam rangka mencapai tujuan pembangunan industri dan meningkatkan daya saing di era globalisasi saat ini, penyiapan sumber daya manusia (SDM) industri yang terampil dengan kompetensi bersaing menjadi hal mutlak yang harus dilakukan oleh industri dalam negeri, tentunya dengan dukungan dari Pemerintah, dunia akademis dan pihak lainnya.“Saat ini, sebanyak 15,3 juta orang bekerja di sektor industri manufaktur. Namun, mayoritas masih memiliki kualifikasi pendidikan resmi yang masih rendah atau 95,1 persen berpendidikan SMU/SMK bahkan ada yang lebih rendah,” paparnya.

Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian telah menyusun kebijakan dan program operasional terkaitpengembangan SDM industriberbasis kompetensi. Kebijakan tersebut, antara lain penyusunan dan penetapan standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) bidang industri, peningkatan kapasitas dan fasilitasi pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) bidang industri dan Asessor Profesi, serta penyusunan program pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi.“Kami juga menjalankan pelatihan industri berbasis kompetensi yang dikembangkan dengan sistem three in one (3 in 1), yaitu pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja pada perusahaan industri,” ujar Airlangga.

Di samping itu, Kemenperin juga mengkoordinasikan program pemagangan industri, dengan memperhatikan kesesuaian program studi siswa/mahasiswa dengan perusahaan industri tempat pemagangan. “Selanjutnya, kami juga memfasilitasi sertifikasi kompetensi, termasuk membangun kerjasama dengan asosiasi industri dan pelaku industri dalam rangka mendorong sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja industri,” tuturnya.

Menurut Airlangga, penyiapan SDM industri yang diupayakan oleh Kemenperin bersama dengan pihak terkaittidak hanya untuk memenuhi kebutuhan lapangan kerja di sektor industri, namun juga untuk menciptakan SDM yang memiliki keterampilan dan kompetensi untuk melakukan inovasi. “Hal ini diupayakan mengingat pentingnya inovasi untuk mengolah sumber daya alam kita menjadi beragam produk turunanatau hilirisasi dalam rangka meningkatkan nilai tambah yang lebih tinggi,” tegasnya.

Untuk itu, Menperin mendorong kolaborasi dunia akademis dan pelaku usaha untuk ikut aktif melakukan peningkatan kemampuan SDM industri, di mana Pemerintah akan memberikan insentif kepada perusahaan industri yang mengembangkan SDM di bidang industri. Dalam kesempatan tersebut, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Dede Rosyada menyampaikan kesiapan lembaganya untuk berkolaborasi dengan Kemenperin dan para wirausaha muda untuk pengembangan inkubator bisnis di UIN. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Gas Industri di Indonesia Lebih Tinggi Dibanding ASEAN

Harga Gas Industri di Indonesia Lebih Tinggi Dibanding ASEAN

Bisnis | Senin, 26 September 2016 | 02:06 WIB

Bangun Smelter di Kuala Tanjung, Inalum Siapkan 800 Juta Dolar AS

Bangun Smelter di Kuala Tanjung, Inalum Siapkan 800 Juta Dolar AS

Bisnis | Senin, 26 September 2016 | 01:20 WIB

Inilah Program Prioritas Kemenperin di Tahun 2017

Inilah Program Prioritas Kemenperin di Tahun 2017

Bisnis | Senin, 26 September 2016 | 01:12 WIB

Industri Plastik dan Karet Hilir Prospektif di Indonesia

Industri Plastik dan Karet Hilir Prospektif di Indonesia

Bisnis | Rabu, 21 September 2016 | 13:48 WIB

Menperin Cari Cara Dongkrak Industri Perikanan Nasional

Menperin Cari Cara Dongkrak Industri Perikanan Nasional

Bisnis | Selasa, 20 September 2016 | 14:01 WIB

Menperin: MEA Momentum Meningkatkan Kerjasama Kekuatan ASEAN

Menperin: MEA Momentum Meningkatkan Kerjasama Kekuatan ASEAN

Bisnis | Selasa, 20 September 2016 | 13:50 WIB

Menteri Airlangga Promosikan Kawasan Industri ke Investor AS

Menteri Airlangga Promosikan Kawasan Industri ke Investor AS

Bisnis | Sabtu, 17 September 2016 | 14:12 WIB

Menperin Yakin Indonesia Bisa Jadi Negara Industri Maju

Menperin Yakin Indonesia Bisa Jadi Negara Industri Maju

Bisnis | Sabtu, 17 September 2016 | 14:02 WIB

Menperin: Industri Baja Serap 350 Ribu Tenaga Kerja

Menperin: Industri Baja Serap 350 Ribu Tenaga Kerja

Bisnis | Jum'at, 16 September 2016 | 13:42 WIB

Pemerintah Targetkan Pertumbuhan 20 Ribu Pengusaha Kecil Baru

Pemerintah Targetkan Pertumbuhan 20 Ribu Pengusaha Kecil Baru

Bisnis | Jum'at, 16 September 2016 | 13:34 WIB

Terkini

Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI

Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:22 WIB

Indonesia Sudah Stop Impor Solar Sejak April

Indonesia Sudah Stop Impor Solar Sejak April

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:16 WIB

Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?

Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:04 WIB

Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah

Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:38 WIB

Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi

Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:31 WIB

Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I

Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:29 WIB

Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK

Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:53 WIB

Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing

Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:37 WIB

Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:31 WIB

Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini

Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:30 WIB