Menperin: MEA Momentum Meningkatkan Kerjasama Kekuatan ASEAN

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 20 September 2016 | 13:50 WIB
Menperin: MEA Momentum Meningkatkan Kerjasama Kekuatan ASEAN
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (25/8/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menjadi momentum penting bagi negara-negara ASEAN untuk semakin meningkatkan kerja sama ekonomi yang saling melengkapi satu sama lain. Pasalnya, selama ini mayoritas perdagangan negara-negara anggota ASEAN justru dilakukan dengan negara-negara non-ASEAN. 

Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga hartarto ketika menjadi pembicara pada acara Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2016 dengan tema The Asian Economic Community: Are We Ready? How Can We Better Compete and Excel in the AEC/MEA? di Jakarta, Sabtu (17/9/2016). “Kami melihat, implementasi MEA ini dapat menunjukkan potensi perdagangan intraregional ASEAN yang harus dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, pemberlakuan MEA, diharapkan dapat membentuk kekuatan pembangunan ekonomi di kawasan ASEAN secara keseluruhan,” paparnya.

Menurut Airlangga, pihaknya sejak lama telah memetakan sektor-sektor industri yang perlu diperkuat penetrasi pasarnya di dalam negeri dan sektor industri yang perlu dipersiapkan untuk bersaing di pasar ASEAN. Sektor industri yang diyakini bisa bersaing di pasar ASEAN di antaranya, sektor industri agro (kakao, karet, CPO), perikanan dan produk olahan ikan, tekstil dan produk tekstil, alas kaki dan kulit, furnitur, makanan dan minuman, pupuk dan petrokimia, industri otomotif, mesin dan perkakas, serta industri besi dan baja. Sebaliknya, Kementerian Perindustrian telah membentengi sejumlah industri yang dikhawatirkan pangsa pasarnya di dalam negeri dapat terkena guncangan akibat implementasi MEA. 

“Selain mempersiapkan strategi ofensif untuk menembus pasar ASEAN, kami juga telah mengantisipasi dengan strategi defensif untuk penguatan pasar dalam negeri terhadap sektor industri tertentu, seperti industri otomotif, elektronik, semen, pakaian jadi, alas kaki, makanan dan minuman, serta furnitur,” paparnya.

Di samping itu, Airlangga mengingatkan agar Indonesia bisa terus meningkatkan berbagai aspek yang terkait indeks daya saing global. Selanjutnya, penguatan dan pendalaman struktur industri dalam rangka peningkatan daya saing produk perlu dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. “Terakhir, peningkatan kualitas sumber daya manusia industri yang juga sangat mendesak untuk dilakukan melalui sertifikasi kompetensi,” ujarnya.

Terus berekspansi

Sebelumnya, Menperin menerima Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia Franciscus Welirang di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat sore (16/9/2016). Dalam kesempatan tersebut, Menperin mengharapkan emiten atau perusahaan yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia khususnya industri manufaktur untuk terus berekspansi di Indonesia. Hal ini didasarkan karena permintaan atas produk-produk manufaktur masih cukup tinggi. Terkait dengan hal tersebut, pemerintah akan menyiapkan insentif bagi para emiten industri yang bersedia melakukan peningkatan kapasitas di dalam negeri. Apalagi, menurutnya, industri manufaktur yang sudah jadi perusahaan publik atau berstatus terbuka dinilai telah unggul‎ di sektornya.

"Kami akan memanggil pelaku industri yang telah melantai di bursa terutama sektor manufaktur untuk ekspansi karena demand-nya masih ada.Mereka sebagai perusahaan yang di sektornya sudah unggul. Bagi yang sudah berinvestasi,kami berikan kesempatan untuk ekspansi," ujarnya.

Airlangga mengungkapkan, terkait pembiayaan ekspansi, sebagai perusahaan yang telah melantai di bursa, seharusnya tidak sulit untuk mendapatkan dana perluasan usaha. Selain itu, dengan adanyatax amnestydiharapkan akan meningkatkan kepercayaan investor untuk memasukan dananya ke Indonesia. "Untuk‎ pembiayaan mereka sudah di capital market, jadi lebih mudah. Dan,tax amnesty ini momentum untuk meningkatkan kembali kepercayaan pasar. Ini bisa dimanfaatkan," tuturnya.

Selain itu, bagi pemilik perusahaan yang ikut dalam tax amnesty dan memulangkan dananya ke dalam negeri (repatriasi), maka investasi di sektor riil menjadi pilihan yang tepat untuk menampung dana repatriasi tersebut. Terlebih lagi dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan industri mengalami tren positif. "Dana repatriasi masing-masing tergantung pada instrumen investasi, kalau ini langsung ke sektor riil. Kecuali mereka mau pakai obligasi. Kita dorong kesempatan, ada kawasan industri yang disediakan," papar Airlangga.

Salah satu sektor manufaktur yang didorong untuk berekspansi, yakniindustri makanan dan minuman karena memiliki kinerja yang positif di atas pertumbuhan ekonomi nasional. "Kebutuhan terhadap kemasan di industri ini pun meningkat sehingga kami melihat ada peluang untuk berekspansi," tuturnya.

Selain memberikan insentif yang diinginkan pelaku industri, Airlangga mengatakan, Pemerintah juga akan mendorong pendalaman struktur pada masing-masing sektor."Sebagai contoh, beberapa hari lalu kami meresmikan pabrik pemasok baja otomotif untuk mensubstitusi kebutuhan yang selama ini masih diimpor," kata Airlangga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri Airlangga Promosikan Kawasan Industri ke Investor AS

Menteri Airlangga Promosikan Kawasan Industri ke Investor AS

Bisnis | Sabtu, 17 September 2016 | 14:12 WIB

Menperin Yakin Indonesia Bisa Jadi Negara Industri Maju

Menperin Yakin Indonesia Bisa Jadi Negara Industri Maju

Bisnis | Sabtu, 17 September 2016 | 14:02 WIB

Menperin: Industri Baja Serap 350 Ribu Tenaga Kerja

Menperin: Industri Baja Serap 350 Ribu Tenaga Kerja

Bisnis | Jum'at, 16 September 2016 | 13:42 WIB

Pemerintah Targetkan Pertumbuhan 20 Ribu Pengusaha Kecil Baru

Pemerintah Targetkan Pertumbuhan 20 Ribu Pengusaha Kecil Baru

Bisnis | Jum'at, 16 September 2016 | 13:34 WIB

Kemendag: Sudah Saatnya Kita Tidak Lagi Ekspor Bahan Mentah

Kemendag: Sudah Saatnya Kita Tidak Lagi Ekspor Bahan Mentah

Bisnis | Selasa, 13 September 2016 | 15:21 WIB

Kemenperin Bidik Pertumbuhan Industri Agro 7,7 Persen

Kemenperin Bidik Pertumbuhan Industri Agro 7,7 Persen

Bisnis | Senin, 12 September 2016 | 10:50 WIB

Industri Gasifikasi Batubara Jepang Diajak Investasi di Indonesia

Industri Gasifikasi Batubara Jepang Diajak Investasi di Indonesia

Bisnis | Senin, 12 September 2016 | 09:43 WIB

Industri Serat Optik Pertama di ASEAN Beroperasi di Karawang

Industri Serat Optik Pertama di ASEAN Beroperasi di Karawang

Bisnis | Jum'at, 09 September 2016 | 14:54 WIB

Kemenperin Sinkronisasi Roadmap Industri Hulu-Hilir

Kemenperin Sinkronisasi Roadmap Industri Hulu-Hilir

Bisnis | Jum'at, 09 September 2016 | 14:48 WIB

Airlangga Minta Kawasan Industri Dapat Harga Gas yang Kompetitif

Airlangga Minta Kawasan Industri Dapat Harga Gas yang Kompetitif

Bisnis | Kamis, 08 September 2016 | 14:53 WIB

Terkini

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:56 WIB

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 20:49 WIB

×