Menperin: Industri Baja Serap 350 Ribu Tenaga Kerja

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 16 September 2016 | 13:42 WIB
Menperin: Industri Baja Serap 350 Ribu Tenaga Kerja
Lembaran baja di pabrik Sunrise Steel, Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (18/2). [Antara]

Efek berganda yang dihasilkan oleh pertumbuhan industri baja semakin dirasakan oleh sektor industri nasional. Sebagai penghasil bahan baku dasar bagi banyak industri lainnya, industri baja menjadi industri prioritas yang memegang peranan penting bagi pengembangan industri. Meningkatnya konsumsi produk baja domestik dari 6 juta ton di tahun 2009 menjadi 12 juta ton pada 2014 menunjukkan adanya pertumbuhan di sektor industri. Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.

Salah satu industri yang tumbuh sejalan dengan peningkatan konsumsi baja domestik adalah industri otomotif nasional. Tercatat, produksi kendaraan bermotor roda empatmeningkat dari 465 ribu unit pada tahun 2009 menjadi 1,2 juta unit pada tahun 2014.“Perkembangan produksi kendaraan bermotor merupakan peluang penting bagi industri besi baja, terutama komponen otomotif yang sebagian besar bahan bakunya berasal dari baja,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam sambutannya ketika meresmikan pabrik baja galvanis PT. JFE Galvanizing Indonesia di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (15/9/2016).

Airlangga menyampaikan, saat ini, terdapat sekitar 200 perusahaan industri baja nasional hulu dan hilir yang aktif di Indonesia. Seluruhnya menyerap lebih dari 350 ribu orang tenaga langsung serta memiliki utilisasi produksi sebesar 5 juta ton per tahun. Karenanya, untuk memenuhi permintaan baja domestik dan menghindari ketergantungan yang tinggi terhadap baja impor, masih diperlukan banyak investasi baru di sektor baja.

“Pembangunan pabrik PT. JFE Steel Galvanizing Indonesia diharapkan memberi kontribusi pada pemenuhan bahan baku baja dalam negeri, khususnya produk pelat baja canai dingin yang dilapisi (galvanized steel) untuk memenuhi kebutuhan produksi kendaraan roda empat,” papar Menperin.

Pabrik PT. JFE Steel Galvanizing Indonesia (JSGI) yang menempati lahan seluas 17,1 hektar di kawasan industri MM2100 Cikarang, Bekasi tersebut berdiri dengan investasi mencapai USD 300 juta oleh perusahaan Jepang JFE Steel Corp. JSGI menghasilkan produk baja jenisgalvannealed (GA) dan cold rolled (CR) steel dengan kapasitas produksi sebesar 400.000 ton per tahun.

Presiden Direktur JFE Steel Coorporation Japan Koji Kakigi menyampaikan bahwa perusahaan tersebut akan menjadi produsen pertama lembaran baja untuk kebutuhan industri otomotif di Indonesia. Selain itu, JSGI juga menyediakan lapangan kerja bagi 200 tenaga kerja langsung, dan tambahan peluang kerja secara tidak langsung untuk sekitar 100 orang. Produk yang dihasilkan JSGI akan mengurangi impor CGL coil (baja berlapis zinc) sehingga diharapkan mampu memperkecil defisit pada neraca perdagangan  “Pendirian pabrik JSGI bertujuan untuk mendukung dan melengkapi piramida industri otomotif di Indonesia sehingga bisnisnya semakin berkembang dan meningkatkan ekspor,” ujar Koji.

Koji juga menyampaikan apresiasi atas fasilitas tax allowance yang diberikan oleh pemerintah Indonesia dalam penanaman investasi tersebut. Saat ini, produk JSGI sedang menjalani prosesmaterial approval dan akan segera melakukan proses produksi sebenarnya. Selanjutnya, JSGI juga akan melakukan pembinaan sumber daya manusia di perusahaan tersebut untuk menunjang transfer teknologi.

Di tengah perlambatan ekonomi di tahun 2015, sektor industri masih mengalami pertumbuhan di atas pertumbuhan ekonomi yaitu sebesar 5,3 persen pada tahun 2015. Sedangkan pertumbuhan sektor industri logam pada 2015 mencapai 6,5 persen. Untuk memperkuat industri besi baja nasional, maka pemerintah terus berupaya mendorong industri dalam negeri untuk dapat mengembangkan produknya, sehingga mempunyai daya saing yang kuat yang dapat memenuhi konsumsi baja di dalam negeri maupun untuk tujuan ekspor.

Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian Doddy Rahadi yang mendampingi Menperin dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa dalam rangka pengembangan industri baja nasional, selain investasi baru, Kemenperin juga mendorong produsen baja dalam negeri yang telah berdiri untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksinya.

Meningkatnya kapasitas dan kualitas industri baja dalam negeri merupakan salah satu faktor pendorong percepatan pertumbuhan industri untuk mencapai sasaran pembangunan nasional jangka panjang. Tujuan dari percepatan tersebut adalah untuk meningkatkan kontribusiindustri manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional yang saat ini besarnya sekitar 19 persen-20 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Targetkan Pertumbuhan 20 Ribu Pengusaha Kecil Baru

Pemerintah Targetkan Pertumbuhan 20 Ribu Pengusaha Kecil Baru

Bisnis | Jum'at, 16 September 2016 | 13:34 WIB

Kemendag: Sudah Saatnya Kita Tidak Lagi Ekspor Bahan Mentah

Kemendag: Sudah Saatnya Kita Tidak Lagi Ekspor Bahan Mentah

Bisnis | Selasa, 13 September 2016 | 15:21 WIB

Kemenperin Bidik Pertumbuhan Industri Agro 7,7 Persen

Kemenperin Bidik Pertumbuhan Industri Agro 7,7 Persen

Bisnis | Senin, 12 September 2016 | 10:50 WIB

Industri Gasifikasi Batubara Jepang Diajak Investasi di Indonesia

Industri Gasifikasi Batubara Jepang Diajak Investasi di Indonesia

Bisnis | Senin, 12 September 2016 | 09:43 WIB

Industri Serat Optik Pertama di ASEAN Beroperasi di Karawang

Industri Serat Optik Pertama di ASEAN Beroperasi di Karawang

Bisnis | Jum'at, 09 September 2016 | 14:54 WIB

Kemenperin Sinkronisasi Roadmap Industri Hulu-Hilir

Kemenperin Sinkronisasi Roadmap Industri Hulu-Hilir

Bisnis | Jum'at, 09 September 2016 | 14:48 WIB

Airlangga Minta Kawasan Industri Dapat Harga Gas yang Kompetitif

Airlangga Minta Kawasan Industri Dapat Harga Gas yang Kompetitif

Bisnis | Kamis, 08 September 2016 | 14:53 WIB

Panasonic Targetkan Bisnis Pompa Air Capai 15 Miliar Yen di 2020

Panasonic Targetkan Bisnis Pompa Air Capai 15 Miliar Yen di 2020

Bisnis | Kamis, 08 September 2016 | 14:37 WIB

Menperin Sebut Banyak Investor Cina Ngebet Investasi di Indonesia

Menperin Sebut Banyak Investor Cina Ngebet Investasi di Indonesia

Bisnis | Kamis, 08 September 2016 | 14:30 WIB

Pasokan Baja Nasional Belum Mampu Memenuhi Kebutuhan Dalam Negeri

Pasokan Baja Nasional Belum Mampu Memenuhi Kebutuhan Dalam Negeri

Bisnis | Kamis, 08 September 2016 | 11:31 WIB

Terkini

Rakyat Diminta Berhemat, Pejabat Menikmati Fasilitas Negara?

Rakyat Diminta Berhemat, Pejabat Menikmati Fasilitas Negara?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:00 WIB

Sengketa Lahan Gunung Sindur Memanas: Proses Mediasi di Pengadilan Negeri Cibinong Berpotensi Gagal

Sengketa Lahan Gunung Sindur Memanas: Proses Mediasi di Pengadilan Negeri Cibinong Berpotensi Gagal

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:58 WIB

Siap Garap Album Baru di Tahun 2027, My Chemical Romance Bakal Rehat Tur

Siap Garap Album Baru di Tahun 2027, My Chemical Romance Bakal Rehat Tur

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:45 WIB

Kabar Baik Warga Jakbar! Proyek Pelebaran Jalan Raya Joglo Dilanjutkan Usai Mandek Sejak 2019

Kabar Baik Warga Jakbar! Proyek Pelebaran Jalan Raya Joglo Dilanjutkan Usai Mandek Sejak 2019

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:36 WIB

Tito Dorong Percepatan Penanganan Bencana, Daerah Diberi Ruang Tetapkan Status Tanggap Darurat

Tito Dorong Percepatan Penanganan Bencana, Daerah Diberi Ruang Tetapkan Status Tanggap Darurat

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:36 WIB

Membaca Pikiran Orang Seperti Membaca Buku: Memahami Bahasa Tubuh Manusia

Membaca Pikiran Orang Seperti Membaca Buku: Memahami Bahasa Tubuh Manusia

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:35 WIB

Dari Cabut Izin hingga Kompensasi Korban, Ini 5 Tuntutan Koalisi soal Karhutla

Dari Cabut Izin hingga Kompensasi Korban, Ini 5 Tuntutan Koalisi soal Karhutla

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:34 WIB

Dekan FEB Unair: Ekonomi Kuartal III-2026 Tumbuh 5,3 Persen, Investasi dan Manufaktur Menguat

Dekan FEB Unair: Ekonomi Kuartal III-2026 Tumbuh 5,3 Persen, Investasi dan Manufaktur Menguat

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 18:30 WIB

Sinopsis Love and Wifi in the Palace, Cinta Beda Zaman Lewat Smartphone

Sinopsis Love and Wifi in the Palace, Cinta Beda Zaman Lewat Smartphone

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:30 WIB

Bukan Hanya Warga Miskin, Desil 7-8 Juga Diusulkan Dapat BPJS PBI

Bukan Hanya Warga Miskin, Desil 7-8 Juga Diusulkan Dapat BPJS PBI

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:28 WIB

×