Apartemen Menengah Bawah Makin Dilirik Pengembang

Adhitya Himawan

Rabu, 05 Oktober 2016 | 19:41 WIB
Apartemen Menengah Bawah Makin Dilirik Pengembang
Apartemen Sudirman Park di Jakarta Pusat, Minggu (17/7/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Konsultan properti internasional Jones Lang LaSalle (JLL) menyatakan pengembang saat ini lebih dominan meluncurkan apartemen kelas menengah-bawah sebagai upaya menangkap animo pasar yang kini sedang mengemuka.

"Peluncuran baru turun di kuartal III 2016, kebanyakan peluncuran baru itu di segmen menengah dan menengah-bawah," kata Head of Research JLL Indonesia James Taylor dalam paparan properti di Jakarta, Rabu (4/10/2016).

Menurut dia, pengembang meluncurkan unit yang lebih kecil dan lebih terjangkau dalam rangka menangkap pangsa pasar saat ini di mana pembeli lebih tertarik untuk membeli unit apartemen segmen tersebut.

Sementara itu, Head of Residential JLL Indonesia Luke Rowe mengemukakan, aktivitas pasar kondominium atau apartemen di Jakarta secara umum mengalami tingkat penjualan yang cukup stabil selama enam bulan terakhir.

"Pasar properti cenderung stagnan baik dari segi harga dan penjualan karena sentimen pasar yang belum merespons secara positif meski adanya ekspektasi yang tinggi setelah adanya program tax amnesty," kata Luke Rowe.

Dia memperkirakan efek dari program amnesti pajak terhadap sektor properti baru bisa terlihat mulai 2017.

Sebelumnya, konsultan properti lainnya, Colliers International menyatakan apartemen kelas menengah ke bawah mendapatkan manfaat terkait dengan kebijakan relaksasi rasio nilai pinjaman ("loan to value"/LTV) yang dikeluarkan Bank Indonesia.

"Proyek apartemen segmen menengah bawah dapat mengambil manfaat dari regulasi LTV baru," kata Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto.

Sebagaimana diketahui, regulasi terbaru dari BI menyatakan bahwa batasan LTV diturunkan sehingga pembeli rumah yang pertama kali dapat menurunkan jumlah uang muka dari 20 persen menjadi 15 persen dari keseluruhan harga properti.

Dia mengemukakan, dengan kombinasi dari relaksasi LTV dan tingkat suku bunga yang lebih rendah, serta kesuksesan program amnesti pajak, akan berdampak kepada pasar properti di Tanah AIr setidaknya pada akhir tahun 2016 atau awal tahun 2017.

"Kami percaya setiap reformasi kebijakan akan membutuhkan waktu untuk diterapkan dan diterjemahkan menjadi peningkatan permintaan apartemen yang semakin signifikan dan berkelanjutan," katanya.

Sebagaimana diwartakan, Ekonom PT Bank Central Asia Tbk David Sumual mengatakan relaksasi rasio nilai pinjaman dari aset (loan to value/LTV) kredit perumahan dan kebijakan amnesti pajak akan membantu pertumbuhan kredit perbankan pada tahun ini mendekati dua digit.

Menurut David di Jakarta, Selasa (6/9), relaksasi LTV akan melengkapi minat wajib pajak yang mengalihkan dana miliknya ke sektor properti dalam negeri.

Dengan adanya relaksasi LTV yang menurunkan uang muka kredit pemilikan rumah (KPR), permintaan masyarakat ke bank untuk KPR bisa meningkat dan akan membantu laju pertumbuhan kredit.

"Sebagian kita harapkan dana amnesti yang masuk itu nantinya banyak masuk ke sektor properti. Pada 2012-2013, permintaan kredit di sektor properti turun salah satunya karena LTV makin ketat waktu itu," ujarnya.

David memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan hingga akhir tahun di rentang 8-10 persen. Kebijakan pelonggaran LTV, yang membuat beban uang muka KPR lebih rendah, ditambah ekspansi kredit karena amensti pajak, bisa membuat kredit perbankan tumbuh di 10 persen. (Antara)

Suara.com - BERITA MENARIK LAINNYA: 

Jaksa Cecar Misteri Hilangnya Celana Robek, Ini Jawaban Jessica

Biadab, Bayi 1 Tahun Dimutilasi Ibu Kandungnya Sendiri

Ini Pengakuan Pengikut Dimas Kanjeng yang Sulit Dinalar

Tak Direstui Keluarga, Ini Alasan Asty Ananta Tetap Nikah di Bali

Inilah Pekerjaan Mario Teguh Sebelum Menjadi Motivator Terkenal

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gunung Samudera Bangun Properti Rp200 Miliar di Gunung Kidul

Gunung Samudera Bangun Properti Rp200 Miliar di Gunung Kidul

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 20:53 WIB

Sanko Soflan Indonesia Resmi Buka Palm Springs Apartment

Sanko Soflan Indonesia Resmi Buka Palm Springs Apartment

Bisnis | Sabtu, 01 Oktober 2016 | 18:09 WIB

Inilah Keunggulan Fasilitas Superblok Prajawangsa City

Inilah Keunggulan Fasilitas Superblok Prajawangsa City

Bisnis | Kamis, 29 September 2016 | 02:50 WIB

Synthesis Development Bangun Superblok Prajawangsa City

Synthesis Development Bangun Superblok Prajawangsa City

Bisnis | Kamis, 29 September 2016 | 02:43 WIB

Total Investasi Arandra Residence Cempaka Putih Capai Rp2 Triliun

Total Investasi Arandra Residence Cempaka Putih Capai Rp2 Triliun

Bisnis | Rabu, 31 Agustus 2016 | 18:34 WIB

WIKA Garap Proyek Agung Podomoro Senilai Rp820 miliar

WIKA Garap Proyek Agung Podomoro Senilai Rp820 miliar

Bisnis | Rabu, 31 Agustus 2016 | 13:37 WIB

Terkini

Suzuki GN160 Tantang Yamaha XSR 155 di Segmen Motor Retro, Harganya Jauh Lebih Murah

Suzuki GN160 Tantang Yamaha XSR 155 di Segmen Motor Retro, Harganya Jauh Lebih Murah

Otomotif | Kamis, 10 September 2026 | 21:00 WIB

Gak Salah Sasaran Lagi! Bansos Bakal Disalurkan Lewat AI Mulai Oktober 2026

Gak Salah Sasaran Lagi! Bansos Bakal Disalurkan Lewat AI Mulai Oktober 2026

Video | Kamis, 10 September 2026 | 20:55 WIB

Kuasa Hukum BTN Siap Somasi, Ini Fakta di Balik Klaim Dana Rp17 Miliar

Kuasa Hukum BTN Siap Somasi, Ini Fakta di Balik Klaim Dana Rp17 Miliar

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 20:52 WIB

Pelindo Segera Go International, Bersaing dengan Singapura

Pelindo Segera Go International, Bersaing dengan Singapura

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 20:51 WIB

Sunscreen Apa yang Bagus untuk Mencerahkan Wajah? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review

Sunscreen Apa yang Bagus untuk Mencerahkan Wajah? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 20:50 WIB

Bupati Bogor : Kebakaran TPA Galuga Meluas Hingga 7,1 Hektare

Bupati Bogor : Kebakaran TPA Galuga Meluas Hingga 7,1 Hektare

Jabar | Kamis, 10 September 2026 | 20:49 WIB

BRI Perkuat Layanan Global Lewat Inovasi BRImo Taiwan

BRI Perkuat Layanan Global Lewat Inovasi BRImo Taiwan

Riau | Kamis, 10 September 2026 | 20:48 WIB

Kronologi TNI AL Temukan Pelampung di Perairan Banten dalam Pencarian 5 Jurnalis Hilang

Kronologi TNI AL Temukan Pelampung di Perairan Banten dalam Pencarian 5 Jurnalis Hilang

News | Kamis, 10 September 2026 | 20:47 WIB

Hadirkan BRImo Taiwan, BRI Raih Penghargaan Inovasi di IDX Channel 2026

Hadirkan BRImo Taiwan, BRI Raih Penghargaan Inovasi di IDX Channel 2026

Kaltim | Kamis, 10 September 2026 | 20:43 WIB

Kejagung Nyatakan Kantongi Bukti Kuat Dugaan Pemerasan Febrie Adriansyah

Kejagung Nyatakan Kantongi Bukti Kuat Dugaan Pemerasan Febrie Adriansyah

News | Kamis, 10 September 2026 | 20:38 WIB

×