Freeport dan Newmont Dinilai Paling Untung Soal Relaksasi Ekspor

Adhitya Himawan

Rabu, 19 Oktober 2016 | 17:28 WIB
Freeport dan Newmont Dinilai Paling Untung Soal Relaksasi Ekspor
Area pengolahan mineral PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Papua, Selasa (19/8).

Peneliti pada Alpha Research Database Indonesia, Ferdy Hasiman menilai jika pemerintah melakukan kebijakan relaksasi pelarangan ekspor mineral mentah, maka pihak yang diuntungkan adalah korporasi-korporasi  besar sekelas PT Freeport Indonesia (Freeport) dan PT Newmont Nusa Tenggara (Newmont). Dua perusahaan ini adalah raksasa tambang tembaga dan emas di negeri ini.

"Dua perusahaan ini berkontribusi besar bagi penerimaan negara. Dari perspektif makro ekonomi, jika Freeport dan Newmont tak diberikan kelonggaran ekspor, risiko fiskal dan sosial-politik  cukup besar. Baik Freeport maupun Newmont menjadi tulang punggung (backbone) bagi ekonomi di Timika dan Sumbawa Barat," kata Ferdy dalam keterangan tertulis, Rabu (19/10/2016). 

Pada akhir tahun 2015, Freeport Indonesia, misalnya, menjual 744 juta pound tembaga  dan menghasilkan pendapatan 1,73 miliar dollar AS. Freeport juga menjual 1,22 juta ons emas dan menghasilkan pendapatan 1,38 miliar dollar AS. Jika penjualan emas dan tembaga digabung, Freeport Indonesia menghasilkan pendapatan 3,11 miliar dollar AS pada akhir tahun 2015.

Freeport Indonesia kemudian membayar 109 juta dollar AS kewajiban ekspor dan 114 juta dollar AS royalti. Freeport juga mempekerjakan 30.004 tenaga kerja, termasuk 4601 (27 persen) orang Papua. Freeport juga mempekerjakan 19.800 kontraktor per akhir tahun 2015. Data itu menunjukkan betapa pentingnya Freeport bagi Pemerintah Indonesia. 

Newmont pun demikian. Pasca kebijakan pelarangan ekspor, Newmont sempat ingin menggugat Pemerintah Indonesia ke arbitrase internasional tahun  2014 karena kebijakan pelarangan ekspor. Untuk meminimalkan biaya pengeluaran, sekitar 80 persen dari 4.000 karyawan Newmont akan ditempatkan dalam status standby dengan pemotongan gaji. "Saat ini konsorsium Medco Group dan AP Investment telah mengakuisisi Newmont. Lobi-lobi grup usaha domestik yang mengakuisisi saham Newmont boleh jadi memengaruhi kebijakan ekspor," ujar Ferdy.

Lobi-lobi politik ini penting karena sejak kebijakan pelarangan ekspor mineral diberlakukan, produksi dua perusahaan ini terus menurun. Newmont, misalnya, hanya memproduksi 192.000 ons emas dan 113 juta pound tembaga pada akhir tahun 2015. Jika mau melakukan ekspor konsentrat tembaga, dua perusahaan ini wajib mendapatkan izin ekspor dari Kementerian ESDM, dengan syarat harus melaporkan perkembangan pembangunan smelter. Selama ini, hanya 37 persen konsentrat tembaga dari dua perusahaan ini yang dikirim ke PT Smelting Gresik untuk diolah, sisanya diekspor.

Newmont tak memiliki komitmen membangun pabrik pengolahan atau smelter tembaga di Sumbawa Barat. Freeport juga tak ingin membangun smelter di Papua dengan tameng tidak ada industri hilir, seperti pabrik semen dan pupuk. Padahal, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian bisa saja merelokasi pabrik pupuk dan semen ke Papua, terutama milik perusahaan-perusahaan negara (BUMN).

Freeport dan Newmont malah telah bersepakat membangun smelter tembaga di Gresik, Jawa Timur. Namun, sampai sekarang, belum ada kepastian soal lokasi pembangunan smelter, apakah di lahan milik PT Petrokimia Gresik atau di lahan milik JIIPE (AKR Corporindo & PT Pelindo III). Freeport belum sepenuh hati membangun pabrik smelter (dengan investasi 2,5 miliar dollar AS), karena belum ada kepastian mengenai perpanjangan kontrak dari pemerintah.

Kontrak karya Freeport berakhir tahun 2021. Freeport meminta perpanjangan kontrak sampai tahun 2041 untuk merealisasikan pembangunan smelter dan pembangunan tambang bawah tanah (underground) di Grasberg, Papua. Namun, pemerintah dan Freeport belum menemukan kata sepakat.

Meskipun demikian, bagaimana dengan perusahaan-perusahaan lain yang sudah rela merogoh kocek untuk membangun smelter? Sulawesi Mining Investment sudah membangun pabrik nickel pig iron(NPI) dengan kapasitas 300.000 ton per tahun di Morowali. Di daerah yang sama, Central Omega Resources juga telah membangun pabrik NPI berkapasitas 100.000 ton per tahun. Sebelum pelarangan ekspor, Central Omega sudah mengekspor lebih dari 3 juta ton biji nikel. 

Begitupun Vale Indonesia yang semua bahan tambangnya sudah diolah dalam negeri. Vale Indonesia memiliki kontribusi besar yang tak kalah jauh dengan dua perusahaan besar di atas. Pada akhir tahun 2015, Vale membayar pajak pendapatan 40,4 juta dollar AS dan royalti 15,8 juta dollar AS. Vale juga sudah memiliki smelter nikel berkapasitas 72.500 ton per tahun untuk nikel + cobalt in matte. Perusahaan ini menjadi tulang punggung bagi masyarakat lokal di Sorowako, Sulawesi Selatan.

Pembangunan smelter nikel dan bauksit saja sudah menarik investasi paling tidak 9 miliar dollar AS. Beberapa proyek smelter nikel besar, seperti Eremet dari Perancis yang akan membangun smelter senilai 5 miliar dollar AS di Halmahera, masih menunda konstruksi pabrik karena belum tuntasnya renegosiasi kontrak dengan pemerintah.

Ferdy menambahkan, banyak perusahaan tambang di Kalimantan, Sulawesi, dan Halmahera harus merumahkan ribuan pekerja tambang karena operasi tambang terhenti akibat kebijakan ekspor. Bahkan, pasca pelarangan ekspor, ada perusahaan yang mengalami zero revenue (tanpa pendapatan) dan harus merumahkan ribuan pekerja tambang. Cita Mineral, anak usaha Harita Group, misalnya, sejak tahun 2014 dan 2015 menderita zero revenue karena operasi tambang bauksit terhenti.

Cita Mineral adalah perusahaan pengekspor bauksit terbesar (di atas 10 juta ton per tahun sebelum pelarangan ekspor). Sebelum kebijakan ekspor, Cita Mineral mampu meraup keuntungan Rp 629 miliar dan penjualan Rp 4,12 triliun dari bauksit mentah tahun 2013. Namun, Cita Mineral bisa mendapat keuntungan besar karena smelter grade alumina(SGA) dengan investasi 1 miliar dollar AS sudah dikerjakan hampir 50 persen. Setelah proyek smelter tuntas, besar kemungkinan Cita Mineral akan  mendapat untung berlipat-lipat dan pembayaran ke penerimaan negara juga menjadi sangat besar.

"Negara memang mendapat keuntungan penerimaan negara dari tambahan royalti dan pajak dalam jangka pendek dari kebijakan relaksasi ekspor. Namun, masih terlalu kecil. Indonesia, misalnya, hanya memperoleh pendapatan sekitar 800 juta dollar AS dari ekspor biji bauksit, sementara potensial nilai ekspor jika kita memproduksi aluminium ingot sekitar 15 miliar dollar AS. Jadi, kebijakan relaksasi ekspor mineral hanya upaya untuk menutup defisit jangka pendek," tutup Ferdy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pelarangan Ekspor Mineral Penting untuk Selamatkan SDA

Pelarangan Ekspor Mineral Penting untuk Selamatkan SDA

Bisnis | Rabu, 19 Oktober 2016 | 17:16 WIB

Tahun Depan, Pemerintah Stop Ekspor Nikel dan Bauksit

Tahun Depan, Pemerintah Stop Ekspor Nikel dan Bauksit

Bisnis | Rabu, 19 Oktober 2016 | 12:47 WIB

Antam Dukung Relaksasi Ekspor Terbatas Bijih Mineral

Antam Dukung Relaksasi Ekspor Terbatas Bijih Mineral

Bisnis | Rabu, 07 September 2016 | 20:11 WIB

Luhut Beri Sinyal Longgarkan Izin Ekspor Freeport

Luhut Beri Sinyal Longgarkan Izin Ekspor Freeport

Bisnis | Kamis, 01 September 2016 | 16:17 WIB

Selama Ini Pemerintah Dinilai Terlalu Memanjakan Freeport

Selama Ini Pemerintah Dinilai Terlalu Memanjakan Freeport

Bisnis | Selasa, 09 Agustus 2016 | 18:49 WIB

Komisi VII: Banyak Perusahaan Tambang Tak Patuhi Regulasi

Komisi VII: Banyak Perusahaan Tambang Tak Patuhi Regulasi

Bisnis | Senin, 16 Mei 2016 | 08:46 WIB

Konsumsi Minuman Herbal Kulit Pisang dan Rasakan Manfaatnya

Konsumsi Minuman Herbal Kulit Pisang dan Rasakan Manfaatnya

Lifestyle | Senin, 02 Mei 2016 | 12:11 WIB

Antam & Inalum Sepakat Bangun Bersama Smelter Alumina

Antam & Inalum Sepakat Bangun Bersama Smelter Alumina

Bisnis | Kamis, 14 April 2016 | 20:54 WIB

Smelter Alumina di Kalbar Bisa Hasilkan Ekspor 765 Juta Dolar AS

Smelter Alumina di Kalbar Bisa Hasilkan Ekspor 765 Juta Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 01 April 2016 | 17:56 WIB

BKPM Inspeksi Pembangunan Smelter Alumina Pertama di Indonesia

BKPM Inspeksi Pembangunan Smelter Alumina Pertama di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 01 April 2016 | 12:48 WIB

Terkini

Di Balik Lembaran Suket Gibran, PDIP Ungkap Keanehan Alibi Tanggalnya

Di Balik Lembaran Suket Gibran, PDIP Ungkap Keanehan Alibi Tanggalnya

News | Selasa, 03 November 2026 | 10:51 WIB

5 Drama Korea Terbaru Bulan November 2026, Ada The Remarried Empress!

5 Drama Korea Terbaru Bulan November 2026, Ada The Remarried Empress!

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 10:50 WIB

Sadis! ASN di Kabupaten Puncak Papua Ditikam hingga Pisau 40 Cm Masih Tertancap di Leher

Sadis! ASN di Kabupaten Puncak Papua Ditikam hingga Pisau 40 Cm Masih Tertancap di Leher

News | Selasa, 03 November 2026 | 10:49 WIB

6 Rekomendasi Pinjol Bunga Rendah Terdaftar OJK Mulai 0,01 Persen!

6 Rekomendasi Pinjol Bunga Rendah Terdaftar OJK Mulai 0,01 Persen!

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 10:47 WIB

4 Glamping Hits Buat Quality Time Bareng Keluarga di Jogja, Cocok untuk Liburan Akhir Tahun

4 Glamping Hits Buat Quality Time Bareng Keluarga di Jogja, Cocok untuk Liburan Akhir Tahun

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 10:44 WIB

Urutan Skincare Wardah Hydra Rose Pagi Malam untuk Kulit Lembap dan Glowing

Urutan Skincare Wardah Hydra Rose Pagi Malam untuk Kulit Lembap dan Glowing

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 10:42 WIB

Wali Kota Andi Harun Buka Suara soal Korupsi Varia Niaga Rp30,97 Miliar

Wali Kota Andi Harun Buka Suara soal Korupsi Varia Niaga Rp30,97 Miliar

Kaltim | Selasa, 03 November 2026 | 10:37 WIB

5 Webtoon Naver Raih Penghargaan Today's Korean Comics 2026, Ini Daftarnya

5 Webtoon Naver Raih Penghargaan Today's Korean Comics 2026, Ini Daftarnya

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 10:30 WIB

5 Wisata Sejarah di Semarang, Paket Lengkap Edukasi hingga Spot Foto Estetik

5 Wisata Sejarah di Semarang, Paket Lengkap Edukasi hingga Spot Foto Estetik

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 10:26 WIB

Indonesia Tak Baik-baik Saja, Viral Ramai-ramai Rakyat Keluhkan Harga Mi Instan Naik

Indonesia Tak Baik-baik Saja, Viral Ramai-ramai Rakyat Keluhkan Harga Mi Instan Naik

News | Selasa, 03 November 2026 | 10:26 WIB

×