Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Ancaman Banjir Tereduksi, Properti Kemang Kembali Bergairah

Adhitya Himawan

Jum'at, 28 Oktober 2016 | 06:58 WIB
Ancaman Banjir Tereduksi, Properti Kemang Kembali Bergairah
Bangunan properti di Jalan Kemang Selatan 8, Nomor 56, Kelurahan Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. [suara.com/Erick Tanjung]

Banjir besar yang melanda sebagian wilayah Kemang, Jakarta Selatan, pada Agustus lalu memang mengejutkan banyak pihak.

Mengingat pentingnya kawasan ini bagi Ibu Kota, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), langsung memerintahkan jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk segera membenahi kawasan elit ini agar di masa-masa mendatang bencana tersebut tidak terulang lagi.

Beberapa langkah antisipasi dan mereduksi banjir langsung dilakukan seperti, melakukan pendataan sertifikat kepemilikan bangunan komersial di bantaran kali dan resapan air untuk kemudian ditertibkan.

Kemudian, pihak Pemprov DKI Jakarta juga tak akan mengeluarkan izin untuk bangunan di kawasan yang seharusnya menjadi daerah resapan air. Selain itu, perbaikan drainase juga akan terus dilakukan sehingga air bisa lebih banyak teralirkan dan genangan tak muncul lagi. 

Daerah Kemang yang pada masa awalnya dikenal dengan nama Kampung Kebon, memang menjadi salah satu destinasi primadona bagi masyarakat untuk dijadikan tempat tinggal dan juga area komersial. Hal itu, diakui oleh salah satu tokoh masyarakat Kemang, H. Ahmadi Umar, yang menyebutkan bahwa kawasan ini telah dilirik sejak lama.

"Kemang sebenarnya sudah terkenal sejak abad ke-18. Ketika, itu Lurah besarta mandor-mandornya menetap disini. Makanya, muncul kalimat yang menyatakan kalau ingin disegani tinggalah di Kemang," tutur H. Ahmadi Umar, yang juga salah seorang penduduk asli masyarakat Kemang beberapa waktu lalu.

Minat Konsumen Tetap Tinggi

Direktur ERA Vigo, Riduan Goh, mengatakan, pascabanjir dan ditambah solusi yang sudah mulai dijalankan oleh pihak Pemprov DKI Jakarta, ternyata tidak mempengaruhi nilai jual dari kawasan Kemang sendiri. Terlebih, kata dia, banjir yang 'hanya menggenangi sebagian kawasan Kemang', bukan alasan untuk takut tinggal di kawasan tersebut.

"Kemang ternyata tetap menjadi primadona. Istilahnya, back to basic. Minat konsumen dan investor untuk menggarap Kemang tetap tinggi. Adanya genangan beberapa waktu, tidak mengurangi minat masyarakat," kata Riduan Goh, di Jakarta, Kamis (27/10/2016).

Hal tersebut, lanjut dia, dikarenakan lokasi Kemang sendiri memang strategis, berada di selatan dan tak jauh dari pusat kota serta mudah diakses. Penghuni dan investor, kata Ridwan, bisa mendapatkan semua kebutuhan hidup seperti kuliner, keperluan rumah tangga, pendidikan, hiburan, bisnis, perkantoran, dan layanan publik.

"Secara umum kawasan selatan memang masih favorit untuk konsumen. Khususnya, bagi kalangan pembeli end user yang mencari hunian untuk tempat tinggal. Misalnya, pasangan muda yang hendak menikah namun enggan tinggal bersama mertua," kata Direktur ERA Vigo, Ridwan Goh.

Selain itu, lanjut dia, kenaikan nilai unit properti yang ada di kawasan Kemang juga terbilang menggiurkan. Ridwan Goh mencontohkan, untuk kisaran harga apartemen dengan rentang harga Rp 1,5 miliar hingga Rp 2,5 miliar, dapat diestimasikan menjanjikan keuntungan (gain) hingga 100 persen dalam kurun waktu tiga tahun (36 bulan).

"Kisaran angka tersebut bisa didapatkan oleh konsumen yang membeli unit saat proyek mulai diperkenalkan, atau dengan kata lain saat masih gambar. Tentunya, hal itu juga melihat posisi dari proyek tersebut berada," kata Ridwan Goh. 

Terlebih, Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung, mengatakan, konsumen memiliki kebiasaan umum saat memulai pencarian properti yakni dengan kata kunci lokasi, harga, dan desain.

"Berdasarkan analisa, masyarakat yang semakin mapan dari sisi umur, tidak lagi mementingkan desain dan harga. Golongan ini memiliki kecenderungan lebih terfokus pada lokasi," kata Untung, saat pemaparan hasil Sentiment Survey H2/2016 di Jakarta, Rabu (26/10/2016) petang.

Pembeli properti, lanjut dia, memiliki perilaku umum mendatangi beberapa lokasi hunian incaran sebelum membuat keputusan pembelian. Setidaknya, sebanyak 78,05 persen menunjukkan tren tersebut. Sedangkan keputusan yang diambil saat mendatangi pameran hanya 12,76 persen.

"Masyarakat semakin teredukasi bahwa semakin lama menahan diri membeli properti, hal itu akan berarti mereka harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan hunian di lokasi yang sesuai keinginan," tambah Untung.

Pendeknya, kawasan Kemang ternyata terus menjadi kawasan primadona. Hal ini tentunya mengharuskan pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk ikut menjaga pertumbuhan kawasan ini dengan merancang kebijakan-kebijakan yang membuat nyaman penghuninya.

Tentu saja, semuanya juga harus dibarengi dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dengan tetap menjaga perilaku bersahabat untuk lingkungan di kawasan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Properti Tahun 2017 Diprediksi Naik 20 Persen

Harga Properti Tahun 2017 Diprediksi Naik 20 Persen

Bisnis | Kamis, 27 Oktober 2016 | 08:57 WIB

Group Astra Kini Resmi Punya Lini Bisnis Baru di Sektor Properti

Group Astra Kini Resmi Punya Lini Bisnis Baru di Sektor Properti

Bisnis | Kamis, 27 Oktober 2016 | 07:12 WIB

Inilah Penyebab Orang Indonesia Sulit Punya Rumah

Inilah Penyebab Orang Indonesia Sulit Punya Rumah

Bisnis | Rabu, 26 Oktober 2016 | 14:56 WIB

Properti Jadi Pengeluaran Prioritas Nomor Satu Orang Indonesia

Properti Jadi Pengeluaran Prioritas Nomor Satu Orang Indonesia

Bisnis | Rabu, 26 Oktober 2016 | 14:15 WIB

Ini Properti Paling Dicari Orang Indonesia versi Rumah123.com

Ini Properti Paling Dicari Orang Indonesia versi Rumah123.com

Bisnis | Rabu, 26 Oktober 2016 | 12:00 WIB

Perluasan Bandara Soekarno-Hatta Gairahkan Bisnis Properti

Perluasan Bandara Soekarno-Hatta Gairahkan Bisnis Properti

Bisnis | Sabtu, 22 Oktober 2016 | 18:52 WIB

Tingkat Hunian Mal di Jakarta Diprediksi akan Menurun

Tingkat Hunian Mal di Jakarta Diprediksi akan Menurun

Bisnis | Sabtu, 22 Oktober 2016 | 17:44 WIB

Inilah Dampak Transportasi Massal Terhadap Properti

Inilah Dampak Transportasi Massal Terhadap Properti

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 15:32 WIB

Prime System, Terobosan Baru Bisnis Properti

Prime System, Terobosan Baru Bisnis Properti

Press Release | Rabu, 19 Oktober 2016 | 17:07 WIB

Walau Sering Banjir, Kemang Tetap Menarik Buat Investor Properti

Walau Sering Banjir, Kemang Tetap Menarik Buat Investor Properti

Bisnis | Selasa, 18 Oktober 2016 | 16:45 WIB

Terkini

Dorong Kolaborasi Hijau, Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim

Dorong Kolaborasi Hijau, Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:32 WIB

Harga Durian Anjlok, Musang King Dijual Rp23 Ribu per Kg

Harga Durian Anjlok, Musang King Dijual Rp23 Ribu per Kg

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:10 WIB

Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!

Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:03 WIB

Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!

Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026

Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:53 WIB

Prabowo Mau Stop Impor BBM: Kita Akan Swasembada Energi

Prabowo Mau Stop Impor BBM: Kita Akan Swasembada Energi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:37 WIB

IHSG Hancur Lebur! Anjlok 3,56% ke Level 5.883, Asing Ramai Jual BMRI dan DSSA

IHSG Hancur Lebur! Anjlok 3,56% ke Level 5.883, Asing Ramai Jual BMRI dan DSSA

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:31 WIB

Pelemahan Tak Terbendung, Rupiah Hampir Balik Lagi ke Rp18.000

Pelemahan Tak Terbendung, Rupiah Hampir Balik Lagi ke Rp18.000

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:13 WIB

Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK

Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:37 WIB

Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal

Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:14 WIB