Pemerintah akan Luncurkan Strategi Nasional Keuangan Inklusif

Adhitya Himawan

Sabtu, 05 November 2016 | 08:23 WIB
Pemerintah akan Luncurkan Strategi Nasional Keuangan Inklusif
Menteri Koordinantor Bidang Perekonomian Darmin Nasution. (suara.com/Erick Tanjung)
Pemerintah akan meluncurkan Strategi Nasional Keuangan Inklusif pertengahan November mendatang di Istana Kepresidenan. Pada kesempatan itu sekaligus akan diresmikan Dewan Nasional Keuangan Inklusif yang dibentuk menyusul terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif awal September lalu.
 
Kehadiran Dewan Nasional Keuangan Inklusif ini diharapkan dapat mempercepat naiknya indeks keuangan inklusif di tanah air. Posisi Indeks Keuangan Inklusif Indonesia pada 2014 adalah sebesar 36 persen, berada di bawah beberapa negara ASEAN seperti Thailand (78 persen) dan Malaysia (81 persen). Meskipun masih lebih besar jika dibandingkan Filipina (31 persen) dan Vietnam (31 persen).
 
"Harapannya agar masyarakat mendapatkan akses ke lembaga keuangan lebih luas sehingga mereka bisa meningkatkan kegiatan usahanya seperti di sektor pertanian, peternakan atau perikanan," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Strategi Nasional Keuangan Inklusif, Kamis (3/11/2016), di Jakarta.
 
Hadir dalam rapat antara lain Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Agraria Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendi, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Ketua Dewan Komisoner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D Hadad dan perwakilan kementerian/lembaga terkait.
 
Implementasi Strategi Nasional Keuangan Inklusif dengan kelembagaan yang kuat diharapkan dapat meningkatkan persentase akses layanan keuangan pada lembaga keuangan formal sebesar 75% pada akhir 2019. “Langkah konkret pertama adalah mempercepat program sertifikasi tanah/lahan agar masyarakat bisa memiliki akses ke lembaga keuangan,” tambah Darmin sembari mengingatkan pentingnya melibatkan swasta dalam program peningkatan inklusi keuangan ini.
 
Dewan Nasional Keuangan Inklusif nantinya akan diketuai langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai Wakil Ketua. Sedangkan Ketua Harian dijabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution didampingi dua wakil ketua harian, yaitu Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dan Ketua Dewan Komisioner Ototritas Jasa Keuangan Muliaman D Hadad.
 
Menurut Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Lukita Dinarsyah Tuwo akan ada tujuh kelompok kerja (pokja) dalam susunan keanggotaan Dewan Nasional Keuangan Inklusif yang masing-masing  memiliki tugas dan fungsi tersendiri.
 
Pokja Edukasi Keuangan fokus pada sosialisasi dan edukasi terkait inklusi keuangan. Pokja Hak Properti Masyarakat bertugas melakukan fasilitasi peningkatan hak masyarakat. Pokja Fasilitasi Intermediasi dan Saluran Distribusi Keuangan membidangi fasilitas saluran distribusi keuangan. Pokja Pelayanan Keuangan pada Sektor Pemerintah berkewajiban melakukan fasilitasi pelayanan keuangan pada sektor pemerintah.
 
Selanjutnya, Pokja Perlindungan Konsumen bertanggungjawab pada fasilitasi pengembangan infrastruktur dan teknologi informasi keuangan. Pokja Kebijakan dan Regulasi fokus pada harmonisasi kebijakan dam regulasi keuangan. Terakhir adalah Pokja Infrastruktur dan Teknologi Informasi Keuangan yang ditugasi melakukan fasilitasi pengembangan infrastruktur dan teknologi informasi keuangan.
 
Darmin meminta masing-masing K/L mengirimkan pejabat setingkat eselon I untuk duduk di keanggotaan pokja secara lebih permanen. “Jangan ganti-ganti orang agar lebih fokus,” ujarnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Misbakhun Ajak Masyarakat Lebih Cerdas Memilih Investasi Aman

Misbakhun Ajak Masyarakat Lebih Cerdas Memilih Investasi Aman

Bisnis | Sabtu, 05 November 2016 | 07:29 WIB

OJK Bongkar Kasus Investasi Ilegal PT Cakrabuana Sukses Indonesia

OJK Bongkar Kasus Investasi Ilegal PT Cakrabuana Sukses Indonesia

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 14:07 WIB

HIPMI Dorong Bunga Kredit Bank Murah Buat Pelaku Startup

HIPMI Dorong Bunga Kredit Bank Murah Buat Pelaku Startup

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 12:05 WIB

Jokowi Kritik Masyarakat yang Menabung di Bank Masih Rendah

Jokowi Kritik Masyarakat yang Menabung di Bank Masih Rendah

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 06:33 WIB

Muliaman Hadad Raih Penghargaan  Monash University Australia

Muliaman Hadad Raih Penghargaan Monash University Australia

Press Release | Sabtu, 29 Oktober 2016 | 10:52 WIB

Bank Commonwealth Luncurkan Program WISE

Bank Commonwealth Luncurkan Program WISE

Bisnis | Jum'at, 28 Oktober 2016 | 12:37 WIB

Indonesia Masuk Top 10 Reformers Kemudahan Berusaha

Indonesia Masuk Top 10 Reformers Kemudahan Berusaha

Bisnis | Kamis, 27 Oktober 2016 | 13:57 WIB

Pemerintah Siapkan Beberapa Kebijakan Besar Ekonomi

Pemerintah Siapkan Beberapa Kebijakan Besar Ekonomi

Bisnis | Kamis, 27 Oktober 2016 | 13:53 WIB

Inilah Capaian Realisasi Paket Kebijakan Ekonomi

Inilah Capaian Realisasi Paket Kebijakan Ekonomi

Bisnis | Kamis, 27 Oktober 2016 | 13:08 WIB

Deregulasi, Cara Keluar Dari Arus Perlambatan Ekonomi Nasional

Deregulasi, Cara Keluar Dari Arus Perlambatan Ekonomi Nasional

Bisnis | Kamis, 27 Oktober 2016 | 12:50 WIB

Terkini

Bitcoin Melesat Tembus ke Level 80.000 USD Lagi, Ini Pendorongnya

Bitcoin Melesat Tembus ke Level 80.000 USD Lagi, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 09:49 WIB

Peran Krusial Irjen Slamet Uliandi di Kasus Penyadapan Prabowo: Si Pemberi Izin Operasi Gelap

Peran Krusial Irjen Slamet Uliandi di Kasus Penyadapan Prabowo: Si Pemberi Izin Operasi Gelap

News | Jum'at, 06 November 2026 | 09:49 WIB

bank bjb Raih Pengakuan High Dividend,  Bukti  Fundamental Perusahaan Terjaga Solid

bank bjb Raih Pengakuan High Dividend, Bukti Fundamental Perusahaan Terjaga Solid

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 09:48 WIB

Bolehkah Handbody Dicampur dengan Minyak Zaitun? Ini Manfaat dan Efek Sampingnya

Bolehkah Handbody Dicampur dengan Minyak Zaitun? Ini Manfaat dan Efek Sampingnya

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 09:48 WIB

Raka Cahyana Akui Motivasi Pemain Berlipat usai Kedatangan Pelatih Baru Jelang Lawan Dewa United

Raka Cahyana Akui Motivasi Pemain Berlipat usai Kedatangan Pelatih Baru Jelang Lawan Dewa United

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 09:47 WIB

Kenapa Ruben Onsu Diboikot dan Didemo di Depan Gedung TV? Ternyata Ini Pemicunya

Kenapa Ruben Onsu Diboikot dan Didemo di Depan Gedung TV? Ternyata Ini Pemicunya

Entertainment | Jum'at, 06 November 2026 | 09:47 WIB

Perbedaan RAM dan Memori Internal HP, Jangan sampai Salah Paham

Perbedaan RAM dan Memori Internal HP, Jangan sampai Salah Paham

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 09:42 WIB

Profil Irjen Slamet Uliandi: Dulu Berjasa Seret Sambo, Kini Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo

Profil Irjen Slamet Uliandi: Dulu Berjasa Seret Sambo, Kini Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo

News | Jum'at, 06 November 2026 | 09:41 WIB

Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp18.106, Ini Pemicunya

Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp18.106, Ini Pemicunya

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 09:41 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Hijau Tembus Rp120 Ribu per Kg, Cabai Merah Keriting Rp110 Ribu

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Hijau Tembus Rp120 Ribu per Kg, Cabai Merah Keriting Rp110 Ribu

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 09:35 WIB

×